
TERJUN KE POLITIK: Gempar Soekarnoputra saat mendeklarasikan Partai Nasional Indonesia Bersatu. Dia mengaku sebagai anak Presiden Pertama RI Soekarno. (MUSTAFA RAMLI/DOK. JAWA POS)
PRIA itu berusaha menggendong, tapi si buyung rupanya menolak. Dia merengek, minta diturunkan dari gendongan.
Buyung tersebut, Chris Kline, masih berusia 5–6 tahun ketika itu. Tapi, dia seperti sudah paham bahwa pria yang berusaha menggendongnya itu punya urusan panjang dengan keluarga pria yang disebutnya sebagai kakek.
Pria yang berusaha menggendongnya: Soeharto. Pria yang disebut Kline sebagai kakek: Soekarno. Kline yang ketika dewasa menjadi jurnalis menuliskan pengalamannya ketika bersama sang ibu, Rukmini Soekarno, diundang ke KBRI Roma saat Soeharto berkunjung ke Italia itu di The Independent pada 3 Februari 2008. Soeharto tentu saja masih menjabat presiden ketika itu.
’’Karena saya adalah cucu berdarah Amerika dari pendiri Indonesia modern, Soekarno,’’ tulis Kline ketika itu.
Tulisan Kline tersebut dibuat untuk menyikapi tentang kematian Soeharto dan kenapa dia tidak bakal ikut berkabung. Tapi, soal jejak relasi Kline dengan Soekarno sendiri, tidak ada catatan resmi mengenai pernikahan nenek pria yang pernah menjadi jurnalis lepas di CNN dan Fox News tersebut dengan presiden pertama Indonesia itu. Juga belum pernah ada tes DNA yang diungkap ke publik.
Kline adalah putra satu-satunya Rukmini Soekarno dan Frank Latimore. Darah Soekarno mengalir dari sang ibu yang merupakan penyanyi opera di Eropa. Sang ayah merupakan aktor Hollywood dan Broadway.
Tidak seperti orang tuanya yang seorang artis, Kline lebih memilih menjadi jurnalis. Dia menjadi koresponden di garda depan negara-negara yang terlibat perang.
Baca juga: Pernah Berpesan ke Mega, ”Kekuasaan Itu Ada Batasnya…”
Dalam sebuah wawancara dengan Tempo, Rukmini mengaku lahir di Pangkal Pinang, Bangka Belitung, 26 Agustus 1942. Ibunya bernama Nina, perempuan Bengkulu keturunan Jerman. Nina, kata Rukmini, menikah secara sah dengan Soekarno sebelum proklamator Indonesia itu menikahi Fatmawati yang secara resmi disebut sebagai first lady pertama Indonesia.
Rukmini mengaku bahwa dirinya pernah dititipkan di keluarga Tionghoa, tapi mereka bukan keluarga kandungnya. Saat itu dia memang diberi nama Nyuk Lan oleh keluarga tersebut. Menurut dia, kala itu dirinya punya surat kelahiran atas nama Rukmini yang ditandatangani Soekarno.
Baca juga: Tantangan Berat Trah Soekarno di Jalur Politik
Di luar Rukmini dan putranya, Chris Kline, ada pula Gempar Soekarno yang secara publik mengaku sebagai keturunan Soekarno. Menurut pria yang terlahir dengan nama Charles Christofel itu, ibundanya, Jetje Langelo, dinikahi Soekarno pada 1957 di Manado. Dia sendiri dilahirkan pada 13 Januari 1958.
Charles berubah nama menjadi Gempar saat memutuskan menjadi mualaf. Dari berbagai sumber disebutkan bahwa Gempar baru diberi tahu sang ibu bahwa dia putra Soekarno ketika sudah berusia 40 tahun. Yakni, ketika pria yang belakangan menjadi politikus itu dipanggil pulang ke Manado setelah sang ibu resah karena sang putra aktif dalam demonstrasi 1998.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Bikin Geger Lagi, 244 Siswa Hingga Guru di Batang Tumbang Usai Santap MBG
Prediksi Skor Andorra vs Malta di Liga Nations UEFA: The Reds Menang Tipis di Encamp
Prediksi Skor Laos vs Brunei di FIFA ASEAN Cup: Thim Xad Menang di Laga Perdana
Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Liga Nations UEFA: The Vikings Menang Tipis di Ullevaal Stadion
Prediksi Skor Austria vs Israel di Liga Nations UEFA: Das Team Menang Telak di Raiffeisen Arena
Prediksi Skor Timnas Jepang U-23 vs Thailand U-23 di Asian Games 2026
Prediksi Skor Liechtenstein vs Lithuania di Liga Nations UEFA: Rinktinė Menang di Kandang Lawan
Prediksi Skor Myanmar vs Timor Leste di FIFA ASEAN Cup: Singa Asia Gasak Lawan di Laga Perdana
Prediksi Skor Jepang vs Uruguay: Ko Itakura Targetkan Kemenangan
Prediksi Skor Kosovo vs Irlandia di Liga Nations UEFA: The Green Army Curi Poin di Fadil Vokrri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022