Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 9 Oktober 2023 | 20.00 WIB

Ada Peretas yang ”Nitip”: Tolong Jangan Dihapus Folder Saya...

HALAU SERANGAN DARING: Kabid Aplikasi dan Informatika Diskominfo Jatim Achmad Fadli Chusni (dua dari kanan) saat berdiskusi dengan tim CSIRT di Surabaya (29/9). - Image

HALAU SERANGAN DARING: Kabid Aplikasi dan Informatika Diskominfo Jatim Achmad Fadli Chusni (dua dari kanan) saat berdiskusi dengan tim CSIRT di Surabaya (29/9).

Tim CSIRT Dinas Kominfo Jatim dan Perang Melawan Serangan Siber

Per hari rata-rata 1.000 serangan siber yang harus ditangani tim CSIRT dan kian meningkat jelang pemilu. Dinas Kominfo Jatim telah menerbitkan 152 surat notifikasi insiden siber, terbanyak berupa penyusupan judi online.

EKO HENDRI SAIFUL, Surabaya

---

ADA saja cara para peretas atau hacker yang berusaha mengganggu situs Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim). Ada misalnya yang berusaha ”nitip” folder.

”Ada folder yang terdeteksi virus diganti nama file-nya oleh hacker.

Mereka mengganti nama file folder dengan kalimat ’Tolong jangan dihapus folder saya ya admin’,” kenang Koordinator Tim CSIRT (Computer Security Incident Response Team) Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Jatim Aulia Bahar Permana.

Meski lucu, lanjut Aulia, tetap saja folder itu dihapus tim CSIRT. ”Mungkin kalau mengganggu lagi (peretasnya) saya ajak kenalan,” ungkap Aulia seraya tertawa.

CSIRT dibentuk pada 2020. Hingga saat ini, ada enam personel yang mengisi tim tersebut. Ada yang menangani insiden. Ada pula yang tugasnya memperkuat sistem seperti updating.

Tugas mereka tak ringan. Aulia menyebut, tiap hari rata-rata 1.000 serangan siber ke berbagai situs yang dikelola Pemprov Jatim dan OPD (organisasi perangkat daerah) di bawahnya. Tingginya intensitas itu salah satunya karena tingginya masyarakat yang mengeklik aplikasi/situs milik perangkat daerah di Jatim.

Misalnya situs http://jatimprov.go.id yang merupakan situs resmi Pemprov Jatim. Di antara semua website serupa yang dikelola pemprov se-Indonesia, situs tersebut yang paling tinggi tingkat kunjungannya.

Sehari minimal ada 15 ribu orang yang mengeklik. Ini, kata Aulia, mengundang ketertarikan para peretas untuk menguasai. ”Selain iseng, para hacker sengaja menyerang untuk kebanggaan,” katanya kepada Jawa Pos pada Jumat (29/9) pekan lalu.

Kabid Aplikasi dan Informatika Diskominfo Jatim Achmad Fadlil Chusni sempat menunjukkan sejumlah malware atau virus yang terdeteksi menyerang website http://jatimprov.go.id. Ada yang kekuatannya lemah. Ada pula yang statusnya high dan perlu diperangi.

”Masih bisa diatasi. Kalau hacker-nya ndablek, kami pun siap bekerja keras,” kata Fadlil saat menemani Jawa Pos berkunjung ke command center milik Diskominfo Jatim.

Mendekati tahun politik, serangan siber ke situs milik pemerintah cenderung meningkat. Para hacker semakin agresif. Bukan hanya konten berbau politik, melainkan juga konten bisnis ilegal semacam judi online.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore