Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 29 September 2023 | 20.40 WIB

Tampilkan Tari Gereget Pasar Turi, Tim Tydif Peraih Penghargaan Grand Prix di Folklore Festival Prague

PERWAKILAN INDONESIA: Tim Tydif saat menunjukkan medali. Para penari asal Surabaya itu menjadi juara umum dalam ajang Folklore Festival Prague di Praha. - Image

PERWAKILAN INDONESIA: Tim Tydif saat menunjukkan medali. Para penari asal Surabaya itu menjadi juara umum dalam ajang Folklore Festival Prague di Praha.

Angkat Keberagaman Surabaya, Tampilkan Tari Gereget Pasar Turi di Praha Aksi sepuluh penari perempuan asal Surabaya mampu memukau juri dalam event Folklore Festival Prague. Membawakan tari Gereget Pasar Turi asal Surabaya dan Jebing Melate asal Madura, mereka mampu meraih gelar grand prix alias juara umum.

MARIYAMA DINA, Surabaya

KEBERAGAMAN budaya dan suku di Surabaya menginspirasi tim Tydif dan Figura Cultura membuat tarian yang dipentaskan di Kota Praha, Republik Ceko. Dalam ajang Folklore Festival Prague pada 11 Agustus lalu itu, 10 penari perempuan asal Surabaya tersebut mampu meraih predikat grand prix alias juara umum.

Sepuluh penari perempuan itu terpilih lewat program Art, Culture, Tourism (Artureism) 2023. Melalui program tersebut, Indonesia berupaya mengenalkan kekayaan budayanya kepada dunia.

Chief of Artureism 2023 Fauzan Abdillah menjelaskan, tema Folklore Festival Prague tahun ini adalah Women Empowerment: Embrace Equity and Urban Development.

Para peserta dituntut untuk menyisipkan pesan tentang pemberdayaan perempuan.

Karena seluruh penari berasal dari Surabaya, karya yang ditampilkan juga mencerminkan kultur arek Suroboyo. Mereka sepakat mengangkat tema keberagaman. Baik dari segi budaya maupun masyarakatnya.

”Karena suku di Surabaya beragam. Mulai dari Jawa, Madura, Arab, hingga Tionghoa,” ucap Fauzan.

Keberagaman itu lantas digabungkan menjadi karya tari. Tydif Studio menampilkan dua tarian. Tari Gereget Pasar Turi asal Surabaya dan Jebing Melate asal Madura. Kompetisi di Praha itu diikuti 37 peserta dari berbagai negara.

Dua tarian tersebut merupakan garapan dari Diaztiarni, yang juga pembuat koreo tarian Sparkling Surabaya. Sesuai dengan namanya, tarian itu menceritakan warga Surabaya, khususnya para perempuan.

”Karakter perempuan-perempuan di Indonesia yang gigih dan mandiri itu yang kami tekankan. Terutama di Surabaya,” ucap Fauzan.

Tema lokal dan pesan yang disampaikan berhasil mencuri perhatian juri. Alhasil, mereka ditetapkan sebagai juara umum.

Setelah sukses mengenalkan tarian dari Indonesia, Fauzan bersiap menggarap film tari. Fauzan yang juga seorang sutradara muda Indonesia representatif dari New Asian Producers Network (NAPNet) akan berkolaborasi bersama penari asal Jerman dan Ceko untuk membuat film tari atau kesenian. (*/c6/aph)

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore