TUNJUKKAN LOGO: Dari kiri, Septia Dwi P., Adji Herdanto, dan Anas Kautsar saat memamerkan logo ASEAN yang mereka buat kemarin (21/9). Karya itu berhasil terpilih sebagai logo resmi ASEAN Indonesia.
Di antara lima desainer yang mengajukan desain logo keketuaan ASEAN, karya Adji Herdanto dipilih Kementerian Luar Negeri. Logo buatannya bersama tim Studio Akronim dipakai sepanjang kegiatan ASEAN tahun ini.
SEPTINDA AYU PRAMITASARI, Surabaya
STUDIO Akronim di Kendangsari, Tenggilis Mejoyo, menjadi rumah kedua sekaligus ruang berkreasi bagi Adji Herdanto, Septia Dwi P., dan Anas Kautsar. Setiap hari ketiganya menghabiskan waktu mendesain sejumlah logo di tempat tersebut.
Beberapa waktu lalu, kerja keras tiga sekawan itu membuahkan hasil. Desain logo keketuaan Association of Southeast Asian Nations (ASEAN) yang mereka ajukan dipilih Kementerian Luar Negeri (Kemenlu). Tidak hanya membuat logo, Adji bersama tim Akronim juga menyusun pedoman yang digunakan untuk kegiatan-kegiatan ASEAN di Indonesia.
Alumnus Prodi Desain Grafis Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) itu mendapatkan mandat penting dari pemerintah melalui Asosiasi Desainer Grafis Indonesia (ADGI).
Adji menjelaskan, ADGI mengkurasi para desainer yang tergabung dalam asosiasinya. Ada lima perancang dari tiga kota yang ditunjuk ADGI untuk membuat karya desain logo keketuaan ASEAN.
Adji bersama tim Akronim mewakili Surabaya, dua desainer lain dari Bandung, dan dua desainer lainnya asal Jakarta.
”Saya satu-satunya desainer dari Surabaya. Dan, ini kali pertama saya bekerja sama dengan pemerintah di event internasional,” katanya.
Logo kepemimpinan Indonesia dalam ASEAN 2023 mengangkat tema ASEAN Matters: Epicentrum of Growth. Adji pun membuat logo tersebut dengan mencerminkan cita-cita dan nilai Indonesia. Dia menggabungkan elemen-elemen Indonesia tanpa menghilangkan makna dari ASEAN.
”Di antara lima desainer yang sudah menyodorkan konsep ide dan gagasan logo keketuaan ASEAN untuk Indonesia ke Menlu Retno Marsudi, saya yang terpilih,” ujarnya.
Ada tiga elemen di dalam logo keketuaan ASEAN untuk Indonesia. Pertama, elemen langit sebagai simbol memayungi dan melindungi keseluruhan kawasan ASEAN. Lalu, ada elemen pegunungan dan kelautan.
Gunung adalah simbol kestabilan dan laut menjadi simbol antarkawasan ASEAN. Kemudian, ditambah elemen burung maleo. Burung maleo merupakan simbol yang mewakili Indonesia. Apalagi, burung maleo adalah burung endemik dari Sulawesi.
”Sulawesi adalah Indonesia bagian tengah. Sementara, di ASEAN, Indonesia berada di pusat. Selain itu, burung maleo tidak terbang, tapi berjalan. Jadi, Indonesia ingin berjalan bersama dengan negara-negara kawasan ASEAN,” terang Adji. (*/c14/aph)
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

7 Cara Ampuh Mengatasi HP Lemot Tanpa Harus Ganti Baru
Pengurus NU Laporkan Dugaan Politik Uang Muktamar ke KPK, Uang Rp 40 Juta Dikembalikan
Prediksi Skor Persik Kediri vs Madura United: Laskar Sape Kerap Punya Kans Menang di Brawijaya!
Jokowi Temui Prabowo saat Sidang Putusan Gibran, Ajudan Ungkap Isi Pertemuan
Prediksi Skor Persipura vs RANS Nusantara: Produktivitas Gol Jadi Pembeda
Prediksi Skor Malaga vs Espanyol: Los Periquitos Bidik Poin, Tuan Rumah Terpuruk
Fraksi PKB Usulkan Pembentukan Pansus Tindak Lanjuti Putusan MK soal Ijazah Gibran
Prediksi Skor JDT vs Svay Rieng di ACC Cup: Harimau Selatan Diunggulkan Menang
Prediksi Lion City Sailors vs CAHN di ACC: Adu Kuat Tuan Rumah dengan Wakil Vietnam
Peringati Hari Kesaktian Pancasila, Alfa Penyintas Stroke Jalan Kaki 21 KM Dengan Rute Garuda

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022