
Suasana Stadion Barombong Makassar dalam masa perbaikan. Pada 2020 ditargetkan dapat diguanakan
"Kami butuh stadion yang bisa menampung semua. Kami harap pemerintah segera cepat menyelesaikan Barombong walaupun kami tahu target rampung sudah kelewat," kata Sadakati Sukma, Sekjen Red Gank, salah satu kelompok pendukung PSM.
Sebenarnya bukan molor. Tapi, akibat pemerintah provinsi berubah pikiran. Barombong yang namanya diambil dari nama kecamatan tempat stadion itu didirikan tersebut harus dibangun dengan standar internasional.
Maka, seluruh tribun harus berwujud tempat duduk. Tak ada tribun berdiri.
Otomatis, target rampung jadi mundur. Awalnya ditargetkan tuntas 2018. Tapi, kini direvisi rampung tahun depan. Dan, baru bisa digunakan pada 2020.
Daya tampung stadion yang bisa dijangkau dalam 20 menit dengan bermobil dari pusat Kota Makssar itu turut pula direvisi. Awalnya 40 ribu, sekarang jadi 35 ribu penonton.
Khusus tahun ini, yang jadi prioritas adalah pengerjaan atap. Itu diprioritaskan setelah Pemprov Sulsel menggelontorkan dana Rp 64,5 miliar untuk stadion yang terletak tak jauh dari pantai tersebut.
Dana itu digunakan untuk membangun empat sektor. Pemasangan atap, merapikan tribun, penimbunan untuk akses jalan, serta pembangunan gerbang pintu masuk. Pemasangan atap menelan biaya paling besar, Rp 60 miliar. Sebanyak Rp 4,5 miliar sisanya dibagi untuk tiga sektor lain.
Pengerjaan atap itu akhirnya berhasil diselesaikan Rabu lalu (14/11). Karena itulah, jumlah pekerja yang tersisa pada Jumat lalu hanya beberapa orang.
"Sekarang pekerjanya sudah pulang. Kebanyakan orang Jawa," kata Aisyah Danranu yang berjualan makanan dan minuman di dalam stadion.
Penggarapan atap itu berlangsung dua bulan. "Saya sempat ngeper, mana bisa bangun atap (stadion) dalam dua bulan? Rata-rata itu tiga bulan. Tapi, kami nekat dan akhirnya pengerjaan malah selesai dua hari lebih cepat dari deadline," ujar Sisyubaeko, kepala pembangunan atap Stadion Barombong.
Kini tinggal fokus pada penimbunan akses jalan dan pembangunan pintu masuk. Selain itu, masih harus merapikan deretan tribun untuk dipasangi kursi.
Untuk tahun depan, Muhlis menyatakan, pihaknya sudah mengajukan proposal Rp 233 miliar. Itu pun tak hanya ditanggung Pemprov Sulsel. Pemprov cukup menyetor Rp 123 miliar. Sebanyak Rp 110 miliar sisanya bakal di-cover dari APBN.
Kerja sama dengan pengelola dua stadion lain di Indonesia yang berstandar internasional, Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta dan Stadion Patriot Bekasi, telah pula dilakukan. "Kemarin (15/11) mereka datang ke sini (Stadion Barombong), meninjau tribun hingga drainase. Mereka siap membantu. Nanti GBK dan Patriot jadi percontohan," jelas pria 49 tahun itu.
M. Rahmat, salah seorang pemain PSM, pun mengaku sudah tak sabar bermain di stadion baru itu kelak. Sebagai pemain asli Sulsel, dia menyadari Stadion Andi Mattalatta memang bersejarah. Jadi saksi segala capaian hebat Juku Eja -julukan PSM- sejak masih era Perserikatan hingga ke masa Liga Indonesia.
Tapi, tetap saja kebutuhan akan stadion baru sudah tak terelakkan. Apalagi, dua tim besar eks Perserikatan lainnya, Persebaya Surabaya dan Persib Bandung, telah pula berpindah homeground. Persebaya pindah dari Gelora 10 November ke Gelora Bung Tomo. Adapun Persib, mereka meninggalkan Stadion Siliwangi ke Gelora Bandung Lautan Api.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
