Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 20 November 2018 | 20.49 WIB

Menengok Stadion Barombong, Calon Kandang Baru PSM Makassar

Suasana Stadion Barombong Makassar dalam masa perbaikan. Pada 2020 ditargetkan dapat diguanakan - Image

Suasana Stadion Barombong Makassar dalam masa perbaikan. Pada 2020 ditargetkan dapat diguanakan


"Kami butuh stadion yang bisa menampung semua. Kami harap pemerintah segera cepat menyelesaikan Barombong walaupun kami tahu target rampung sudah kelewat," kata Sadakati Sukma, Sekjen Red Gank, salah satu kelompok pendukung PSM.


Sebenarnya bukan molor. Tapi, akibat pemerintah provinsi berubah pikiran. Barombong yang namanya diambil dari nama kecamatan tempat stadion itu didirikan tersebut harus dibangun dengan standar internasional.


Maka, seluruh tribun harus berwujud tempat duduk. Tak ada tribun berdiri.


Otomatis, target rampung jadi mundur. Awalnya ditargetkan tuntas 2018. Tapi, kini direvisi rampung tahun depan. Dan, baru bisa digunakan pada 2020.


Daya tampung stadion yang bisa dijangkau dalam 20 menit dengan bermobil dari pusat Kota Makssar itu turut pula direvisi. Awalnya 40 ribu, sekarang jadi 35 ribu penonton.


Khusus tahun ini, yang jadi prioritas adalah pengerjaan atap. Itu diprioritaskan setelah Pemprov Sulsel menggelontorkan dana Rp 64,5 miliar untuk stadion yang terletak tak jauh dari pantai tersebut.


Dana itu digunakan untuk membangun empat sektor. Pemasangan atap, merapikan tribun, penimbunan untuk akses jalan, serta pembangunan gerbang pintu masuk. Pemasangan atap menelan biaya paling besar, Rp 60 miliar. Sebanyak Rp 4,5 miliar sisanya dibagi untuk tiga sektor lain.


Pengerjaan atap itu akhirnya berhasil diselesaikan Rabu lalu (14/11). Karena itulah, jumlah pekerja yang tersisa pada Jumat lalu hanya beberapa orang.


"Sekarang pekerjanya sudah pulang. Kebanyakan orang Jawa," kata Aisyah Danranu yang berjualan makanan dan minuman di dalam stadion.


Penggarapan atap itu berlangsung dua bulan. "Saya sempat ngeper, mana bisa bangun atap (stadion) dalam dua bulan? Rata-rata itu tiga bulan. Tapi, kami nekat dan akhirnya pengerjaan malah selesai dua hari lebih cepat dari deadline," ujar Sisyubaeko, kepala pembangunan atap Stadion Barombong.


Kini tinggal fokus pada penimbunan akses jalan dan pembangunan pintu masuk. Selain itu, masih harus merapikan deretan tribun untuk dipasangi kursi.


Untuk tahun depan, Muhlis menyatakan, pihaknya sudah mengajukan proposal Rp 233 miliar. Itu pun tak hanya ditanggung Pemprov Sulsel. Pemprov cukup menyetor Rp 123 miliar. Sebanyak Rp 110 miliar sisanya bakal di-cover dari APBN.


Kerja sama dengan pengelola dua stadion lain di Indonesia yang berstandar internasional, Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta dan Stadion Patriot Bekasi, telah pula dilakukan. "Kemarin (15/11) mereka datang ke sini (Stadion Barombong), meninjau tribun hingga drainase. Mereka siap membantu. Nanti GBK dan Patriot jadi percontohan," jelas pria 49 tahun itu.


M. Rahmat, salah seorang pemain PSM, pun mengaku sudah tak sabar bermain di stadion baru itu kelak. Sebagai pemain asli Sulsel, dia menyadari Stadion Andi Mattalatta memang bersejarah. Jadi saksi segala capaian hebat Juku Eja -julukan PSM- sejak masih era Perserikatan hingga ke masa Liga Indonesia.


Tapi, tetap saja kebutuhan akan stadion baru sudah tak terelakkan. Apalagi, dua tim besar eks Perserikatan lainnya, Persebaya Surabaya dan Persib Bandung, telah pula berpindah homeground. Persebaya pindah dari Gelora 10 November ke Gelora Bung Tomo. Adapun Persib, mereka meninggalkan Stadion Siliwangi ke Gelora Bandung Lautan Api.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore