
Suasana Stadion Barombong Makassar dalam masa perbaikan. Pada 2020 ditargetkan dapat diguanakan
Atap yang penggarapannya lebih cepat dari tenggat jadi salah satu bukti untuk menepis kabar Stadion Barombong mangkrak. Target penyelesaian direvisi karena Pemprov Sulsel menginginkannya jadi stadion internasional.
BAGUS PUTRA PAMUNGKAS, Makassar
---
RUMPUT di tengah lapangan Stadion Barombong terlihat menguning. Mati total. Aliran listrik belum ada. Air memang telah mengalir, tapi masih sangat sedikit.
Pada Jumat siang lalu (14/11) itu, hanya tampak beberapa pekerja di stadion baru yang terletak sekitar 7 kilometer dari pusat Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), tersebut. Tapi, salah besar kalau menganggap Stadion Barombong mangkrak.
''Tinggal nunggu keputusan saja. Gubernur baru sudah ada komitmen kok,'' kata Muhlis Mallajareng, kepala bidang peningkatan prestasi olahraga Dinas Pemuda dan Olahraga Sulsel kepada Jawa Pos.
Sebelumnya, Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah memang memilih menahan dana untuk stadion yang dibangun mulai 2013 itu masuk dalam APBD 2019. Yang sempat membuat Charles, manajer proyek Stadion Barombong, ketir-ketir.
"Padahal, progres pembangunan stadion sudah mencapai 90 persen," katanya kepada Jawa Pos.
Tapi, Muhlis yang juga pejabat pembuat komitmen (PPK) Stadion Barombong itu menganggap yang dilakukan Gubernur Nurdin tersebut wajar. Sebab, dia baru saja naik menggantikan pendahulunya, Syahrul Yasin Limpo.
"Pak Nurdin menunggu audit BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) saja. Jadi, dalam tiga atau empat hari pasti sudah ada kepastian," kata Muhlis.
Sebagai kota yang memiliki tim dengan reputasi hebat, PSM, Makassar memang sangat membutuhkan stadion baru. Apalagi, PSM adalah "tim provinsi". Satu-satunya wakil Sulsel di kasta tertinggi kompetisi sepak bola nasional.
Otomatis, animo pendukungnya sangat besar. Di sisi lain, kapasitas kandang PSM selama ini, Stadion Andi Mattalatta, sangat minim. Hanya 15 ribu penonton.
Jangankan digunakan ajang internasional, Stadion Andi Mattalatta bahkan tak lolos verifikasi PT Liga Indonesia Baru (LIB). Pencahayaan masih 500 lux.
Padahal, sesuai dengan standar LIB, pencahayaan stadion minimal 800 lux.
Karena itulah, PSM dilarang menggelar laga pada malam. Padahal, menilik posisi mereka di puncak klasemen sementara Liga I, PSM berpeluang mewakili Indonesia dalam Piala AFC musim depan.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
