
MAKNA DI BALIK NAMA: Bijahil Chalwa yang namanya diambil dari bahasa Arab. (DONI A. HARYONO/KALTIM POST)
Photo
MAKNA DI BALIK NAMA: Radikal Idealis pernah trauma soal nama semasa di SMP. (TWITTER PERSELA FC)
’’Kalau pas absen gitu, pasti setiap guru tanya soal nama Radikal,’’ katanya.
Hal itulah yang membuatnya deg-degan setiap tahun ajaran baru. Begitu juga setiap masuk klub baru atau klub yang dia bela punya pelatih anyar, pasti namanya selalu dipertanyakan.
Dia ingat betul saat Iwan Setiawan menangani Persela Lamongan musim 2015. ’’Bang, namamu cantik sekali ya? Artinya apa?’’ katanya menirukan Iwan Setiawan. Mendengar itu, pemain 29 tahun tersebut hanya membalas dengan senyuman. ’’Aku nggak tahu mau jawab apa,’’ kenangnya, lalu terbahak.
Semasa usianya masih belasan, kondisi itu sempat membuatnya frustrasi. Dia sampai protes ke ayahnya yang memberi nama. ’’Aku malah sempat kepikiran ganti nama soalnya aku malu. Setiap ketemu teman, pasti ditanya panjang lebar soal namaku,’’ terang pemain yang bernama lengkap Muhammad Radikal Idealis itu.
Padahal, ada makna yang agung di balik nama Radikal Idealis tersebut. Ishadi Prayitno, sang ayah, begitu kagum pada sosok-sosok yang berani menentang rezim Orde Baru dengan cara masing-masing. Misalnya, Amien Rais, Widji Thukul, ataupun Abdurrahman Wahid. ’’Mungkin orang tua punya cita-cita agar saya bisa jadi orang yang pintar seperti mereka,’’ ungkap pemain kelahiran 1 Juli 1991 itu.
Tambahan Idealis dimaksudkan agar sang anak kelak tetap punya pendirian yang kuat meski berani memberontak.
Nama Idealis itulah yang kelak akhirnya dipilih Redi jadi nama keluarga bagi buah hatinya.
Senasib dengan Redi, nama Bijahil Chalwa juga kerap disalahpahami. Padahal, maknanya sangat mendalam karena terkait dengan keagungan Tuhan.
Tapi, berasal dari Bojonegoro, Jawa Timur, Bijahil Chalwa tetap saja terasa nyeleneh. Jadilah ada yang menganggapnya keturunan India karena nama tersebut. Ada pula yang menganggapnya ’’jahil”, diambil dari Bijahil.
Padahal, mantan pemain Persibo Bojonegoro itu sama sekali tidak jahil. Bukan pula orang yang suka mengisengi teman-temannya.
Pemain kelahiran 30 November 1990 itu memang punya darah keturunan Arab. ’’Buyut dari ayah saya itu orang Yaman,’’ jelas Chalwa.
Baca juga:

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Resmi Pindah ke Bali! Derby Jawa Timur Arema FC vs Persebaya Surabaya Digelar di Stadion Kapten I Wayan Dipta
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi Sebut Ada 3 Lokasi untuk Pembangunan Koperasi Merah Putih
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Lawan Arema FC Laga Terakhir Bruno Moreira? Intip Akhir Kontrak Kapten Persebaya Surabaya
