Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 6 November 2020 | 22.14 WIB

Bom Bali Meledak dan Dibilang, Namamu kayak Teroris

MAKNA DI BALIK NAMA: Bijahil Chalwa yang namanya diambil dari bahasa Arab. (DONI A. HARYONO/KALTIM POST) - Image

MAKNA DI BALIK NAMA: Bijahil Chalwa yang namanya diambil dari bahasa Arab. (DONI A. HARYONO/KALTIM POST)

Jenderal, Rocker, dan Bintang-Bintang Dunia di Liga Indonesia (5)


Karena pengalaman sendiri yang lumayan traumatis, Radikal Idealis dan Bijahil Chalwa memilih menjauhkan buah hati mereka dari nama yang ’’aneh-aneh”. Padahal, nama mereka punya makna mendalam.

BAGUS PUTRA PAMUNGKAS, Surabaya, Jawa Pos

---

RADIKAL Idealis dan Bijahil Chalwa belajar benar dari pengalaman traumatis yang mereka alami. Karena itu, dua pesepak bola tersebut menghindarkan betul buah hati mereka dari nama-nama yang ’’tidak lazim”.

Redi, sapaan Radikal, memilih memberi nama putranya yang kini berusia 3 tahun Muhammad Rakha Rizqullah Idealis.

’’Kasihan kalau dikasih nama aneh-aneh. Nanti kalau sekolah pasti ditanya sama gurunya,’’ kata Redi, gelandang yang musim lalu membela Persatu Tuban.

Sementara itu, Chalwa menamai putrinya Nazifa Shella Azhara Al Chalwa. ’’Biar dia tidak merasakan apa yang saya rasakan dulu,” kata penyerang yang kini bernaung di Kalteng Putra itu.

Redi dan Chalwa memang menganggap pengalaman mereka terkait nama lumayan traumatis. Redi ingat benar saat dia baru masuk MTsN Negeri Babat, Lamongan, Jawa Timur. Ketika itu, 2002, terjadilah tragedi bom Bali.

Dan, di sekolah, seorang guru pun menanyainya, ’’Kamu sebenarnya siapa? Namamu ini kayak teroris!’’

Buyung di usia belasan, masih baru masuk sekolah tersebut, tapi langsung dihardik ’’teroris”, siapa yang tidak keder?.

Padahal, saat duduk di bangku sekolah dasar, tidak ada yang mempermasalahkan namanya. Ulah para teroris bom Bali mengubahnya.

Photo

MAKNA DI BALIK NAMA: Radikal Idealis pernah trauma soal nama semasa di SMP. (TWITTER PERSELA FC)

’’Kalau pas absen gitu, pasti setiap guru tanya soal nama Radikal,’’ katanya.

Hal itulah yang membuatnya deg-degan setiap tahun ajaran baru. Begitu juga setiap masuk klub baru atau klub yang dia bela punya pelatih anyar, pasti namanya selalu dipertanyakan.

Dia ingat betul saat Iwan Setiawan menangani Persela Lamongan musim 2015. ’’Bang, namamu cantik sekali ya? Artinya apa?’’ katanya menirukan Iwan Setiawan. Mendengar itu, pemain 29 tahun tersebut hanya membalas dengan senyuman. ’’Aku nggak tahu mau jawab apa,’’ kenangnya, lalu terbahak.

Semasa usianya masih belasan, kondisi itu sempat membuatnya frustrasi. Dia sampai protes ke ayahnya yang memberi nama. ’’Aku malah sempat kepikiran ganti nama soalnya aku malu. Setiap ketemu teman, pasti ditanya panjang lebar soal namaku,’’ terang pemain yang bernama lengkap Muhammad Radikal Idealis itu.

Padahal, ada makna yang agung di balik nama Radikal Idealis tersebut. Ishadi Prayitno, sang ayah, begitu kagum pada sosok-sosok yang berani menentang rezim Orde Baru dengan cara masing-masing. Misalnya, Amien Rais, Widji Thukul, ataupun Abdurrahman Wahid. ’’Mungkin orang tua punya cita-cita agar saya bisa jadi orang yang pintar seperti mereka,’’ ungkap pemain kelahiran 1 Juli 1991 itu.

Tambahan Idealis dimaksudkan agar sang anak kelak tetap punya pendirian yang kuat meski berani memberontak.

Nama Idealis itulah yang kelak akhirnya dipilih Redi jadi nama keluarga bagi buah hatinya.

Senasib dengan Redi, nama Bijahil Chalwa juga kerap disalahpahami. Padahal, maknanya sangat mendalam karena terkait dengan keagungan Tuhan.

Tapi, berasal dari Bojonegoro, Jawa Timur, Bijahil Chalwa tetap saja terasa nyeleneh. Jadilah ada yang menganggapnya keturunan India karena nama tersebut. Ada pula yang menganggapnya ’’jahil”, diambil dari Bijahil.

Padahal, mantan pemain Persibo Bojonegoro itu sama sekali tidak jahil. Bukan pula orang yang suka mengisengi teman-temannya.

Pemain kelahiran 30 November 1990 itu memang punya darah keturunan Arab. ’’Buyut dari ayah saya itu orang Yaman,’’ jelas Chalwa.

Baca juga:


Karena memang tak ada kaitannya dengan ’’jahil”, gaya main Chalwa di lapangan juga tidak ’’nakal”. Meski tentu sebagai striker, dia harus tetap garang.

Begitu pula Redi. Mainnya tak ’’seradikal” namanya.

’’Biasa aja. Nama nggak pengaruh dengan performa di lapangan,’’ katanya.

 

Saksikan video menarik berikut ini:

 

https://www.youtube.com/watch?v=sNA6xfeUBbc

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore