Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 5 November 2020 | 21.04 WIB

Bayangkara Jadi Tentara, Infantrie Angkatan Udara

Photo - Image

Photo

Jenderal, Rocker, dan Bintang-Bintang Dunia di Liga Indonesia (4)


Namanya kental berbau polisi, tapi belum pernah Dhika Bayangkara mengawal gawang Bhayangkara FC. Namanya identik dengan Angkatan Darat, tapi prestasinya bersama timnas U-23 justru membawanya masuk Angkatan Udara.

FARID S. MAULANA, Jakarta, Jawa Pos

---

KEDUANYA ’’salah jurusan’’. Tapi, setiba di ’’tempat tujuan’’, hasilnya, bagi mereka, tetap menyenangkan.

Yang satu namanya kental berbau polisi, tapi malah menjadi anggota polisi militer: Dhika Bhayangkara. Satunya lagi namanya identik dengan TNI Angkatan Darat, tapi justru menjadi prajurit TNI Angkatan Udara: Tegar Infantrie.

Nama Bayangkara itu didapat Dhika saat lahir di Kuningan, Jawa Barat, 29 tahun lalu dari sang paman yang memang anggota polisi. ’’Orang tua saya bukan polisi. Penginnya masuk tentara malahan, tapi gagal. Kakek saya tentara,’’ ujar kiper Persib Bandung tersebut.

Lengkapnya ketika itu sang paman mengusulkan nama: Andika Bhayangkara. Yang dalam kamus nama berarti pengawal atau penjaga setia.

’’Tapi, orang tua saya nangkepnya Dhika. Jadi Dhika Bayangkara sampai sekarang,’’ kata Dhika.

Sebutan lain polisi adalah Korps Bhayangkara. Di arena Liga 1, strata tertinggi kompetisi sepak bola di tanah air, juga ada Bhayangkara FC yang memang milik Polri.

Tapi, Dhika Bayangkara malah tak pernah sekali pun membela Bhayangkara FC. Justru PS TNI, juga kontestan Liga 1, yang pernah diperkuat anggota Batalyon Polisi Militer Angkatan Darat di Bogor tersebut selama tiga musim.

Toh, tetap saja Dhika diidentikkan dengan polisi. Ketika dia mendaftar masuk TNI Angkatan Darat, misalnya, tentara-tentara yang mengurusi pendaftaran juga ikut penasaran.

’’Bapak lu polisi. Ditanya begitu saya jawab dan jelaskan, siap bukan, uak saya yang polisi. Tiap ditanya sekarang seperti itu jawabnya,’’ kenangnya.

Photo

Dhika Bhayangkara berlatih bersama Persib Bandung. (TAUFIK HIDAYAT/RADAR BANDUNG)

Dhika sebenarnya cukup lega ketika musim lalu bergabung dengan Persib. Dia membayangkan tidak ada lagi pertanyaan-pertanyaan berbau kepo atau penasaran tentang namanya.

’’Tapi, ternyata tidak. Buktinya, Mas-nya tetap tanya soal nama saya kan hahaha,’’ katanya, lantas tergelak.

Dhika sama sekali tak merasa terbebani dengan nama belakang Bhayangkara. Toh, arti nama itu sangat baik. Jadi, dia pun tidak pernah terpikirkan untuk mengganti nama.

’’Ya, bersyukur. Semoga saya benar-benar bisa mewakili apa arti nama saya itu,’’ ungkapnya.

Kalau Tegar Infantrie memang putra seorang prajurit TNI Angkatan Darat. ’’Saat saya lahir tahun 1999 (di Semarang), ayah saya lagi tugas di Timor Timur. Karena itu, ada nama Infantrie karena ayah saya pasukan infanteri,’’ terang gelandang bertahan PSIS Semarang bernama lengkap Tegar Infantrie Sukamto itu.

Tegar juga berasal dari keluarga sepak bola. Sang kakak, Kukuh Pramuyudha, merupakan mantan striker PSIS Semarang. Omnya, Denny Rumba, juga pernah menjadi bagian skuad berjuluk Mahesa Jenar itu.

Karena itu pula, dua cita-cita ingin diwujudkannya sedari belia: menjadi pesepak bola dan personel Angkatan Darat.

Yang pertama berhasil direngkuhnya dengan mulus. Karirnya menanjak, mulai menembus skuad PSIS di usia muda sampai dipercaya masuk tim nasional (timnas) U-23.

Tidak demikian dengan cita-cita kedua. ’’Saya daftar tahun ini (masuk Angkatan Darat), tapi tidak diterima,’’ ungkap Tegar.

Tapi, cita-cita yang satu akhirnya menolong cita-cita yang lain. Berkat prestasinya bersama timnas U-23, dia ditawari masuk Angkatan Udara.

’’Ya, saya akhirnya mau. Februari tahun depan dilantik,’’ ungkapnya.

Photo

Selebrasi Tegar Infantrie bersama PSIS Semarang. (BASKORO SEPTIADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

Seperti halnya Dhika Bayangkara yang tentara, Infantrie di Angkatan Udara tentu juga menggelitik banyak pihak untuk bertanya. Salah satunya, ’’Kok masuk Angkatan Udara, kan namamu Infantrie, harusnya Angkatan Darat.’’ ’’Ya, saya jawab, mau bagaimana, tidak diterima di sana,’’ bebernya, lantas tersenyum.

Mungkin sedikit melenceng dari harapan awal. Tapi, bagi Tegar, mau menjadi prajurit Angkatan Udara maupun Angkatan Darat sama-sama membanggakan.

Toh, dari kecil dia kenyang ditanya orang yang baru tahu namanya, ’’Kamu anak tentara ya.’’ Kebanggaan itu pula yang kemudian dia tunjukkan di jersey-nya.

Kalau umumnya pesepak bola Indonesia memasang nama depan di punggung, Tegar mencantumkan ’’Infantrie’’ di sana. ’’Ya, itu mewakili semuanya, pakai jersey bola nama Infantrie. Saya pesepak bola sekaligus tentara,’’ tuturnya.

Baca juga:


Dhika dan Tegar kini telah sampai juga ke tujuan meski ’’salah jurusan’’: bermain bola sekaligus menjadi tentara. Belum diketahui apakah mereka akan meneruskan nama Bhayangkara yang tentara dan Infantrie yang Angkatan Udara itu ke anak-anak mereka kelak.

 

Saksikan video menarik berikut ini:

 

https://www.youtube.com/watch?v=WUlQMJwW8wo

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore