
DALAM PERAWATAN: Suasana RSUD Geneng, Kabupaten Ngawi, tempat korban luka-luka dirawat akibat tabrakan dua bus kemarin (31/8).
Ada yang kritis, ada pula yang mengalami patah tulang kaki, tangan, dan tulang selangka. Salah seorang korban selamat balita berusia 3 tahun.
ASEP SYAEFUL BACHRI, Ngawi
---
RSUD Geneng, Kabupaten Ngawi, langsung sibuk kemarin (31/8) pagi. Tabrakan bus Eka dan Sugeng Rahayu di Jalan Raya Ngawi–Maospati Kilometer 9–10, Desa Tambakromo, Kecamatan Geneng, Ngawi, penyebabnya.
Sebanyak 15 penumpang dari kedua bus yang nahas dirawat di sana. Nyoto Prasetyo, salah seorang penumpang Sugeng Rahayu, bahkan mengaku berjalan sendiri ke rumah sakit tersebut. ”Saya keluar merosot dari atas bus, berjalan sendiri ke RSUD Geneng,” kata pria berusia 55 tahun tersebut kepada Jawa Pos Radar Ngawi.
Sebagian besar korban selamat masih dirawat intensif. Sembilan di antara total 15 pasien yang sempat dirawat di RSUD Geneng kemudian dirujuk ke RSUD dr Soeroto dan RS Widodo, keduanya juga di Ngawi. ”Total 15 pasien yang dirawat. Delapan penumpang Sugeng Rahayu dan tujuh penumpang Eka,” ujar Kasi Pelayanan RSUD Geneng Wiyono Sigit kemarin (31/8).
Wiyono mengatakan, salah seorang pasien yang dipindah tempat perawatan adalah Moch. Pariyanto. Kondisinya kritis. Kemudian tiga penumpang yang mengalami patah tulang kaki, tangan, dan tulang selangka. Juga satu penumpang yang mengalami cedera otak. Sisanya perlu pemeriksaan CT scan.
”Empat pasien luka ringan boleh pulang dan dua lainnya dirawat di RSUD Geneng. Salah satunya balita berusia 3 tahun,” ungkapnya.
Dia menyampaikan, sejumlah pasien perlu penanganan lebih lanjut karena khawatir menderita luka dalam. Khususnya pasien yang kepalanya mengalami benturan. ”Ada yang merasakan mual, pusing, dan badan tidak nyaman,” ujarnya.
Dari delapan penumpang Sugeng Rahayu, dua di antaranya warga Jawa Tengah dan berasal dari desa yang sama di Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang. Dua warga Desa Pakis itu adalah Sukarjan, 45, dan Sri Utami.
Dua lainnya warga Magetan, yaitu Nyoto Prasetyo, 55, dan Susanto, 40, serta dua lainnya warga Sidoarjo. Masing-masing Swi Endro Susanto, 26, dan Agus Susianto, 49. Sedangkan dua penumpang lain dari Tuban dan Lamongan.
Kemudian, di antara tujuh penumpang bus Eka, hanya satu orang yang dari Jawa Timur, yaitu Dian dari Kabupaten Madiun. Ada dua orang yang tercatat dari Kota Batam. Masing-masing Idris Ardianto, 31, serta Yunika Sestri, 30. Dilul Fadillah, 34, dari Depok serta Sutiono, 48, asal Kota Bogor merupakan penumpang lainnya. Satu lainnya tercatat atas nama Ari Widiantini dari Kalimantan Timur.
Sementara itu, evakuasi Catur, sopir bus Eka, berlangsung tiga jam. Jenazah warga Boyolali, Jawa Tengah, tersebut terjepit bodi bus yang ringsek. Jenazah kemudian langsung dibawa ke RSUD dr Soeroto.
Kecelakaan itu membuat jalan jalur Magetan–Ngawi tertutup selama sekitar lima jam. Dua bangkai bus kemudian dipindahkan ke pinggir jalan. Dua kendaraan tersebut masih berada di sekitar lokasi untuk keperluan olah tempat kejadian perkara. (*/cor/naz/c19/ttg)

14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Korban Dicekoki Miras Hingga Tak Sadar, Pelaku Pemerkosaan Cipondoh Masih Dicari
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
