SETELAH OPERASI: Kondisi Cyntya Afrianti Amala dicek perawat RS Bhayangkara Surabaya kemarin (30/8).
Cacat bawaan membuat Cyntya hanya bisa merangkak saat berjalan, termasuk ketika berjualan peyek di jalanan Surabaya. Kondisinya membaik setelah operasi yang diinisiatif Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo, meski tetap butuh waktu untuk pemulihan.
HASTI EDI SUDRAJAT, Surabaya
---
MESKI hanya bisa terbaring di atas ranjang Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Surabaya, Cyntya Afrianti Amala cekatan menyapa tamu yang datang. Wajah remaja putri 17 tahun itu semringah menyambut.
”Siapa, ya?” tanyanya kepada Jawa Pos, lantas tersenyum kemarin (30/8). Dia merasa maklum setelah diberi tahu.
”Sejak viral, jadi punya banyak temen wartawan. Hehehe,” ungkap sulung di antara dua bersaudara tersebut.
Pada Juli lalu, sebuah video yang menunjukkan dia berjualan peyek sembari merangkak di jalan ramai menjadi perbincangan di berbagai platform. Dia terpaksa merangkak karena kakinya bermasalah sejak lahir.
Video tersebut mendapat perhatian Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo. Kapolri pula yang kemudian turun tangan untuk memfasilitasi pengobatannya.
Kemarin kondisi Cyntya tergolong stabil setelah sehari sebelumnya menjalani operasi saraf di RS Bhayangkara. Dia tidak punya keluhan apa pun.
Ibunya, Sumiyati, tidak menungguinya kemarin karena sedang pulang ke rumah. Dia harus menyiapkan tahlilan untuk almarhum Andi Siswoto, ayah Cyntya.
Cyntya tidak pernah menyangka video yang direkam di jalanan sekitar RSUD dr Soetomo, Surabaya, tersebut bakal menarik perhatian banyak orang. Inisiatif berjualan peyek itu datang darinya. Ibunya yang membuat peyek.
Sebagai anak tertua, dia merasa tergerak membantu sang ibu. Sumiyati menjadi tulang punggung keluarga selama sang suami terbaring sakit akibat kanker tenggorokan sejak 2019 dengan bekerja sebagai buruh konfeksi.
Cyntya dan keluarga tinggal di rumah kos di kawasan Jalan Kendangsari, Surabaya. Begitu video itu beredar luas, perwakilan berbagai pihak datang mengulurkan tangan. Termasuk dari kepolisian.
Cyntya dan ayahnya dibawa ke RS Bhayangkara Polda Jatim agar mendapat perawatan lebih baik. Namun, takdir berkata lain. Ayahnya meninggal pada Jumat (25/8) pekan lalu di rumah sakit, tidak lama setelah dirawat.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
