Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 31 Agustus 2023 | 18.00 WIB

Cyntya Afrianti Amala Berinisiatif Jualan demi Bantu Ibu yang Jadi Tulang Punggung Keluarga

SETELAH OPERASI: Kondisi Cyntya Afrianti Amala dicek perawat RS Bhayangkara Surabaya kemarin (30/8).

Perhatian dari Kapolri dan Harapan Kesembuhan

Cacat bawaan membuat Cyntya hanya bisa merangkak saat berjalan, termasuk ketika berjualan peyek di jalanan Surabaya. Kondisinya membaik setelah operasi yang diinisiatif Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo, meski tetap butuh waktu untuk pemulihan.

HASTI EDI SUDRAJAT, Surabaya

---

MESKI hanya bisa terbaring di atas ranjang Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Surabaya, Cyntya Afrianti Amala cekatan menyapa tamu yang datang. Wajah remaja putri 17 tahun itu semringah menyambut.

”Siapa, ya?” tanyanya kepada Jawa Pos, lantas tersenyum kemarin (30/8). Dia merasa maklum setelah diberi tahu.

”Sejak viral, jadi punya banyak temen wartawan. Hehehe,” ungkap sulung di antara dua bersaudara tersebut.

Pada Juli lalu, sebuah video yang menunjukkan dia berjualan peyek sembari merangkak di jalan ramai menjadi perbincangan di berbagai platform. Dia terpaksa merangkak karena kakinya bermasalah sejak lahir.

Video tersebut mendapat perhatian Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo. Kapolri pula yang kemudian turun tangan untuk memfasilitasi pengobatannya.

Kemarin kondisi Cyntya tergolong stabil setelah sehari sebelumnya menjalani operasi saraf di RS Bhayangkara. Dia tidak punya keluhan apa pun.

Ibunya, Sumiyati, tidak menungguinya kemarin karena sedang pulang ke rumah. Dia harus menyiapkan tahlilan untuk almarhum Andi Siswoto, ayah Cyntya.

Cyntya tidak pernah menyangka video yang direkam di jalanan sekitar RSUD dr Soetomo, Surabaya, tersebut bakal menarik perhatian banyak orang. Inisiatif berjualan peyek itu datang darinya. Ibunya yang membuat peyek.

Sebagai anak tertua, dia merasa tergerak membantu sang ibu. Sumiyati menjadi tulang punggung keluarga selama sang suami terbaring sakit akibat kanker tenggorokan sejak 2019 dengan bekerja sebagai buruh konfeksi.

Cyntya dan keluarga tinggal di rumah kos di kawasan Jalan Kendangsari, Surabaya. Begitu video itu beredar luas, perwakilan berbagai pihak datang mengulurkan tangan. Termasuk dari kepolisian.

Cyntya dan ayahnya dibawa ke RS Bhayangkara Polda Jatim agar mendapat perawatan lebih baik. Namun, takdir berkata lain. Ayahnya meninggal pada Jumat (25/8) pekan lalu di rumah sakit, tidak lama setelah dirawat.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore