Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 29 Agustus 2023 | 19.57 WIB

Unggulkan Peneleh, Komunitas Begandring Soerabaia Misi Tur Heritage ke Belanda

KURSUS SINGKAT: Nanang saat mengikuti tur heritage di Belanda beberapa waktu lalu. Dia bersama 20 pegiat sejarah dari negara lain mengeksplorasi bangunan bersejarah di sana.

Mewakili komunitas Begandring Soerabaia, Nanang Purwono berangkat ke Belanda. Selama berada di Negeri Kincir Angin itu, dia memperkenalkan kepedulian serta pergerakan masyarakat Surabaya dalam melestarikan dan mempertahankan bangunan bersejarah di Kota Pahlawan.

SEPTIAN NUR HADI, Surabaya

SEBELAS Hari Nanang Purwono berada di Belanda. Beberapa kota dikunjunginya. Mulai dari Rotterdam, Amsterdam, Amersfoort, sampai Nijmegen. Dia datang bersama 20 pegiat sejarah dari negara lainnya. Rombongan tersebut mengikuti kursus singkat terkait strategi pengelolaan cagar budaya di Universitas Erasmus, Rotterdam.

Selain itu, kedatangan Nanang ke Belanda juga untuk menjalani misi khusus. Yaitu, memaparkan kepedulian serta semangat arek-arek Suroboyo dalam mengembangkan dan merawat bangunan-bangunan bersejarah di Kota Pahlawan.

’’Tanpa disadari, pergerakan bersama elemen masyarakat dalam melestarikan peninggalan bersejarah termonitor jelas oleh para pegiat sejarah di Belanda. Mereka memantau kegiatan kami melalui informasi di media,’’ ucapnya.

Nanang lantas mencontohkan kawasan Peneleh. Selama tiga tahun, pihaknya bersama masyarakat setempat berhasil menjadikan Peneleh sebagai kampung wisata heritage. Rumah serta bangunan peninggalan zaman kolonial kembali ditata seperti tempo dulu.

’’Kerja sama seperti itu yang ingin dilakukan pegiat sejarah Belanda. Terutama di Kota Amsterdam, Amersfoort, dan Nijmegen. Banyak komunitas atau pegiat sejarah di daerah tersebut. Namun, mereka berjalan sendiri-sendiri,’’ terangnya.

’’Sangat berbeda dengan di Surabaya. Antarkomunitas berkolaborasi demi menjaga dan melestarikan sejarah di Surabaya,’’ imbuh pria 56 tahun itu.

Selain memamerkan semangat masyarakat Surabaya, Nanang juga mendapat kesempatan melakukan penelitian terkait pengembangan wisata heritage di beberapa kota. Yaitu, Kota Rotterdam dan Nijmegen.

Penelitian dilakukan bersama tim dari Australia dan Korea Selatan. Tema penelitian adalah pemanfaatan kembali bangunan cagar budaya dengan fungsi baru tanpa meninggalkan identitas dan nilai kearifan lokal.

Nanang mencontohkan Nijmegen. Daerah itu dikenal sebagai kota bertembok. Ketika abad ke-17 dan ke-20, bangunan era Romawi memenuhi kota tersebut. Namun, kini perwajahannya telah berubah.

Salah satu rekomendasinya adalah pemerintah harus tegas kepada pengembang untuk tidak menghilangkan nilai kearifan lokal di wilayah tersebut. Identitas daerah harus tetap ada. (*/c6/ai)

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore