
NOSTALGIA: Mulai dua dari kiri, drg Irfandi Doelyat, Lembah Setyowati, dan drg Edward Syah Amir bernyanyi bersama komunitas Alas (Arek Lawas Surabaya) di Omah Sae Surabaya Kamis (24/8).
Dibentuk pada 2016, Alas berisi sejumlah tokoh Surabaya tempo dulu. Dalam organisasi itu, mereka berkumpul sekaligus menggelar kegiatan kemanusiaan. Saat ini anggota Alas mencapai 700-an orang.
UMAR WIRAHADI, Surabaya
INGATAN Lembah Setyowati, drg Irfandi Doelyat, dan drg Edward Syah Amir terlempar puluhan tahun silam saat menyanyikan lagu Surabaya. Ketiganya tampak menikmati momen itu. Dulu, ketika rambut mereka masih hitam, mereka adalah role model anak-anak muda di Kota Pahlawan.
Tiga orang itu terhimpun dalam komunitas Arek Lawas Suroboyo yang disingkat Alas. Seperti namanya, anggotanya merupakan orang-orang lama. Angkatan 1970–1980-an. Saat masih remaja dulu, mereka adalah para olahragawan, pereli, penyiar radio amatir, dan model serta seniman. ”Saya dulu ya seniman,” tutur Lembah yang kini menjadi anggota DPRD Surabaya.
Irfandi Doelyat mengatakan, Alas menghimpun remaja tahun 1970–1980-an. Saat ini usia mereka rata-rata sudah 60 hingga 70 tahun.
”Dulu kami tampan dan cantik. Tapi, sekarang kan sudah tua,” ujar Irfandi, mantan pembalap motor. Alas terbentuk sejak 2016, tepatnya pada 31 Agustus 2016. Ide pembentukan komunitas itu muncul ketika anggotanya takziah ke cucu almarhum Wali Kota Pertama Surabaya Soekotjo. Menurut Irfandi, Alas bertujuan mengumpulkan ’’balung pisah’’ para tokoh Surabaya dalam suatu wadah.
Deklarasi Alas dihelat pada 2017. Setelah itu, mereka rutin menggelar kegiatan sosial dan olahraga. Namun, pada 2020–2022, acara kumpul-kumpul tersebut sempat mandek karena pandemi Covid-19.
Alas merayakan ulang tahun ke-6 bulan ini. Acaranya macam-macam. Mulai konser musik, fashion show, hingga ramah-tamah. Puncaknya, mereka menggelar gowes kemerdekaan sejauh 45 kilometer keliling kota kemarin (27/8). Kegiatan itu makin seru dengan dihadiri tidak kurang dari 150 orang. ”Pesertanya ya anggota Alas semua,” ujar Lembah.
Rute gowes itu dimulai dari Balai Kota Surabaya di Jalan Sedap Malam. Lalu, masuk Panglima Sudirman, Jalan Mayjen Sungkono, melintasi underpass hingga ke Jalan HR Muhammad. Lalu, berhenti di pit stop pertama di Jalan Mayjen Yono Suwoyo di Surabaya Barat.
Etape kedua dilanjutkan ke kawasan kampus Unesa, Jalan Emerald Mansion, patung kuda Jalan Bukit Golf Utama, Raya Lakarsantri, hingga Waterpark Boulevard. Etape terakhir melintasi radial road, HR Muhammad, Mayjen Sungkono, Raya Darmo, hingga kembali ke balai kota di Jalan Sedap Malam.
Edward Syah Amir menuturkan, sejak diresmikan 2017, jumlah anggota Alas terus bertambah. Saat ini sudah memiliki 700-an anggota. Selain di Surabaya, Alas juga sudah dibentuk di wilayah Jabodetabek. Di sana ada sekitar 100-an anggota. ’’Tapi, banyak juga yang sudah masuk usia pensiun,” tutur Edward. (*/c6/aph)

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Persebaya Surabaya Dilaporkan Capai Kesepakatan dengan Striker Asing, Punya Rekam Jejak di Indonesia!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
Pertemuan dengan Suporter, Fariz Julinar Tegaskan PSIS Semarang Siap Bangkit Musim Depan
4 Tempat Makan Siomay Paling Enak di Bandung, Jangan Skip karena Variannya Berlimpah dengan Siraman Bumbu Kacang yang Lezat
