Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 10 Januari 2017 | 16.53 WIB

Scream For Pride, Band Bonek Pencetak Lagu-Lagu untuk Persebaya

DEMI GREEN FORCE: Capo Ipul (tiga dari kanan) bersama personel Scream for Pride. Band itu setia mencetak dan menyanyikan lagu-lagu untuk Persebaya dan Bonek. - Image

DEMI GREEN FORCE: Capo Ipul (tiga dari kanan) bersama personel Scream for Pride. Band itu setia mencetak dan menyanyikan lagu-lagu untuk Persebaya dan Bonek.

Bonek tidak hanya bernyanyi lantang di dalam stadion. Mereka juga punya karya di luar tribun. Ada sebuah band bernama Scream For Pride. Kelompok yang beranggota empat pendukung setia Persebaya itu sudah menciptakan lagu-lagu anthem untuk klub kebanggaan Surabaya tersebut.



FARID S. MAULANA



MUSIK seolah menjadi subkultur sepak bola. Lewat berbagai chant di dalam stadion, musik seakan mengakar dan selalu ada dalam pertandingan sepak bola.


Musik jadi bumbu pemanis yang semakin memarakkan drama si kulit bundar. Karena itulah, di beberapa klub Eropa, peran musisi atau band cukup sentral.


Liverpool punya anthem bersejarah yang selalu dinyanyikan pendukungnya saat berada di dalam stadion. Yakni, You'll Never Walk Alone.


Penciptanya Gerrard ’’Gerry’’ Marsden, pentolan band Gerry and the Pacemakers, musisi asli Liverpool. Selain itu, ada band punk bernama Booze and Glory yang mewakili pendukung garis keras klub sepak bola West Ham United.


Tidak malu menunjukkan identitasnya sebagai fans tim berjuluk The Hammers itu, Booze and Glory dikenal dengan lirik-liriknya yang lugas.


Inti tembang-tembangnya berkisah tentang kehidupan dan persahabatan para pendukung West Ham United di Kota London.


Di kancah nasional, Indonesia pernah punya Netral yang membesut Garuda di Dadaku. Lagu itu sejatinya soundtrack film berjudul serupa.


Namun, Netral juga berhasil membuat karya tersebut sebagai anthem yang wajib dinyanyikan saat timnas Indonesia berlaga.


Surabaya tidak mau kalah. Kini ada Scream For Pride. Band yang didirikan pada 2012 itu menjadi buah bibir semenjak muncul.


Mereka boleh dibilang satu-satunya band yang anggotanya murni berisi Bonek, pendukung Persebaya. Ide pembentukan band tersebut tercetus dari Bonek yang tergabung di tribun utara Gelora Bung Tomo.


Mereka akrab disebut Green Nord 27. Nah, keinginan untuk menciptakan chant sendiri, yang khas dengan karakter Persebaya dan Bonek, membuat beberapa anak muda di tribun tersebut membentuk sebuah band.


Jawa Pos menemui para personel Scream For Pride pada Rabu (4/1). Salah seorang pentolannya, Syaiful Antoni, mengatakan bahwa Scream For Pride lahir karena keinginan bersama.


Mereka bosan menyanyikan lagu-lagu yang sama –baik persis atau mirip– dengan suporter klub lain. Sejumlah Bonek lantas menyatukan ide membentuk band.

Editor: Thomas Kukuh
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore