Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 21 Februari 2017 | 01.55 WIB

Elisakh Hagia, Penyanyi Cilik Indonesia yang Dijadwal Tampil di Urban Street Jam Amerika

TALENTA CILIK: Meski baru 9 tahun, Elisakh Hagia sudah menunjukkan kegigihan seorang calon bintang. - Image

TALENTA CILIK: Meski baru 9 tahun, Elisakh Hagia sudah menunjukkan kegigihan seorang calon bintang.

Boleh jadi belum banyak yang kenal Elisakh Hagia. Penyanyi sembilan tahun itu belum sekali pun muncul di layar televisi. Namun, dalam waktu dekat dia terbang ke Amerika Serikat untuk memulai karir sebagai penyanyi profesional.



SAHRUL YUNIZAR, Jakarta



LAHIR di Jakarta, 23 Januari 2008, Elisakh Hagia tumbuh sebagai anak yang aktif dan kritis. Dia tidak segan mengungkapkan setiap unek-unek dalam benaknya. Demikian pula ide kreatif dalam kepalanya.


Hal itu tampak ketika Jawa Pos berjumpa gadis kecil yang akrab dipanggil Els tersebut Selasa (14/2). Dia tidak segan menyanggah ketika mamanya, Elsabakh, keliru berucap. ’’Bukan itu, Ma,’’ ujarnya. Sejurus kemudian, dia berkata, ’’Mau sendiri aja.’’


Sanggahan tersebut disampaikan saat Elsabakh menceritakan masa kecil Els ketika putri semata wayangnya itu tinggal dan bersekolah di Jogjakarta. Els sempat berubah menjadi tertutup. Dia enggan berkomunikasi dengan orang lain. Apalagi yang tidak dikenalnya. Perubahan itu terjadi lantaran dia bingung setelah mendapat pertanyaan soal cita-cita dari gurunya.


’’Elisakh, apa cita-cita kamu?’’ ucap Els menirukan pertanyaan gurunya kala itu. Mendengar pertanyaan tersebut, Els cepat menjawab: penyanyi.


Sejak lama dia memang bercita-cita ingin menjadi penyanyi. Dia ingin seperti idolanya, Jessie J dan Bruno Mars. Namun, jawaban Els dianggap keliru oleh gurunya hingga terjadi perdebatan dan membuat Els menyerah. ’’Jawabanku dianggap bukan pekerjaan,’’ ungkap Els.


Sejak saat itu, muncul pertanyaan dalam benaknya. Apakah punya cita-cita menjadi penyanyi adalah salah? Pertanyaan itu lama berputar di kepalanya. Sampai membuat dirinya enggan berbicara dengan orang lain.


Perubahan sikap Els itu direspons cepat oleh mamanya. Di samping memberikan pengertian, dia memutuskan untuk membawa Els pindah ke Jakarta. Kemudian menyekolahkan pemilik akun Instagram @elisakhagia itu ke sekolah yang lebih apresiatif terhadap minat dan bakat murid.


Kepindahan Els ke Jakarta membuat Elsabakh lebih leluasa memantau perkembangan putrinya itu. Keinginan Els menjadi penyanyi pun didukung penuh mama-papanya.


Namun, sejak awal Elsabakh meminta Els tidak setengah-setengah. ’’Karena Mama orangnya nggak bisa setengah-setengah kalau berkarya,’’ kata Elsabakh mengulang pembicaraan dengan putrinya.


Sejak saat itu, Els didorong untuk belajar dan berlatih keras. Bahkan, makanan dan minumannya diawasi dengan ketat. Elsabakh tidak ingin putrinya mengonsumsi makanan atau minuman yang bisa berpengaruh buruk terhadap suaranya.


Elsabakh juga mengirim Els belajar kepada musisi Lucky Tampilang guna mengasah kemampuan bernyanyinya. Bersama pelatih vokal yang pernah melatih penyanyi sekaliber Agnes Monica (Agnez Mo) itu, Els rutin berlatih mengolah suara.


Untuk melatih mental, Elsabakh membawa anaknya tampil dari panggung ke panggung. Mulai di sekolah sampai di beberapa event musik di Jakarta dan sekitarnya. Bahkan, Elsabakh sampai mengikutkan Els ke Gavrila Gymnastics. ’’Untuk melatih tubuh dan mentalnya,’’ ujarnya.


Melalui salah satu klub gymnastics terkemuka di ibu kota itu, Els ikut ambil bagian dalam kompetisi gymnastic hingga Thailand dan Filipina. Tidak sekadar ikut, dia juga berhasil mengumpulkan banyak penghargaan. Tidak kurang dari sepuluh medali emas dan tiga medali perak dia rengkuh.

Editor: Suryo Eko Prasetyo
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore