
HARUMKAN ALMAMATER: Tim Paduan Suara Unair merayakan kemenangan setibanya di Terminal 2 Bandara Juanda Kamis (29/6).
Mahasiswa Universitas Airlangga (Unair) kembali menorehkan prestasi di kancah internasional. Kali ini tim Unit Kegiatan Mahasiswa Paduan Suara Unair (PSUA). Mereka menjadi jawara dalam ajang The Third International Choral Competition Ave Verum yang digelar di Baden, Austria.
ANTIN IRSANTI
SORAK-sorai dan tepuk tangan meriah seketika menyeruak di ruang kedatangan Terminal 2 Bandara Juanda, Kamis (29/6) malam. Suara tersebut berasal dari para pendukung yang menyambut kedatangan tim Unit Kegiatan Mahasiswa Paduan Suara Unair (PSUA). Mereka pun berpelukan sembari mengucapkan selamat.
Ronald Moses Abram, ketua tim PSUA, dikerubuti teman-temannya ketika mengeluarkan piala kemenangan mereka. Piala berukuran 20 sentimeter itu memang tak sekecil bentuknya. Dibutuhkan perjuangan keras dan panjang untuk dapat meraihnya.
”Rasanya masih enggak percaya kami bisa menang,” tutur Moses. Mahasiswa S-1 Jurusan Manajemen Unair itu tak henti mengembangkan senyum. Apalagi melihat piala kecil dalam genggamannya. Moses sangat berhati-hati membawanya. ”Ini sempat patah. Aku yang patahin,” akunya, lantas terkekeh.
Tidak ada prosesi penyematan karangan bunga di leher masing-masing anggota tim paduan suara. Namun, kemeriahan sambutan dari teman-teman, keluarga, dan pimpinan Unair di bandara sudah lebih dari cukup. Semua larut dalam suasana perayaan kemenangan sederhana itu. Mereka pun mengabadikan momen tersebut dalam sebuah foto.
Kemenangan kali ini sungguh berkesan. Menurut Moses, itu kali pertama tim PSUA memenangi kompetisi internasional dengan lagu-lagu klasik. Tak seperti tahun-tahun sebelumnya, kompetisi tersebut tidak memberikan kesempatan bagi pesertanya untuk membawakan lagu daerah dalam sesi perlombaan.
Tak disangka, tim Unair berhasil menyabet gelar juara. Dalam kompetisi tersebut, mereka meraih tiga penghargaan. Yakni, 1st Gold Superior, Best Interpretation of a Choral Piece composed after the Year 2000, dan Special Award for Audience Choice.
Lomba yang diselenggarakan pada 22–25 Juni itu diikuti 8 peserta dari 7 negara. Persaingannya sangat ketat. Moses menyatakan, tiga tim di peringkat paling bawah memiliki total nilai sekitar 80. Tim di atasnya mencapai nilai lebih dari 85.
Namun, tim Unair berhasil meraih poin hampir sempurna. Yakni, 97 dari 100. ”Benar-benar ketat, apalagi setelah kami tahu salah satu peserta yang kami anggap paling sulit tidak masuk babak grand prix,” ucapnya. Keputusan itu cukup mengagetkan sekaligus mendebarkan.
Dalam kompetisi tersebut, tim PSUA menyanyikan delapan lagu. Yakni, satu lagu wajib berjudul All That Can Breath. Kemudian, disusul tujuh lagu gerejawi dengan bahasa Latin, Jerman, Prancis, dan Inggris. Masing-masing berjudul Vezzosi Augelli, Dieu! Qu’il La Fait Bon Regarder, Contrition, Ave Maria, Trotz Dem Alten Draehen, Salve Regina, dan Ave Regina.
Moses menuturkan, perjalanan lomba kali ini memang sangat luar biasa. Sejak awal persiapan, mereka mengeluarkan kemampuan maksimalnya.
Sebelum membentuk tim, mereka menyeleksi seluruh anggota PSUA. Seleksi pada November itu menyisakan 39 orang dan 1 konduktor sebagai anggota tim.
”Untuk jadi anggota tidak mudah. Mereka harus bisa nyanyi lagu klasik dan nasional serta baca partitur,” terangnya. Selain itu, para anggota melakukan tes range suara. Masing-masing harus mampu memainkan piano dasar.
Latihan dimulai pada Desember 2016. Sejak saat itu, mereka berlatih setiap hari. Mereka pun bertolak ke Austria pada 15 Juni. Namun, Moses mengaku bahwa sebenarnya tim belum siap. ”Kami belum latihan satu tim full,” ungkapnya. Sebab, selama ini mereka berlatih dalam dua regu.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
