Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 28 Agustus 2017 | 08.12 WIB

Ketika Alutsista di Mako Armatim Berubah Menjadi Destinasi Wisata

DESTINASI: Kapal perang tak sekadar dibuat patroli. Tetapi juga menjadi destinasi wisata sekaligus untuk menyosialisasikan mengenai kerja TNI-AL. - Image

DESTINASI: Kapal perang tak sekadar dibuat patroli. Tetapi juga menjadi destinasi wisata sekaligus untuk menyosialisasikan mengenai kerja TNI-AL.

Kapal perang tidak selalu memunculkan kesan seram. Alat utama sistem persenjataan (alutsista) milik TNI-AL itu juga bisa menjadi destinasi wisata dan menghibur pengunjung.


THORIQ S. KARIM, Surabaya


MENAKJUBKAN. Kalimat itulah yang muncul di benak rombongan alumnus SMA 1 Madiun angkatan 1968. Bisa jadi, mereka baru kali pertama melihat lebih dekat kapal perang TNI-AL.


Wajar jika banyak orang yang menggelengkan kepala saat memasuki ruang anjungan. Banyak yang berfoto saat melihat persenjataan di kapal tersebut. Banyak pula yang menanyakan fungsi perangkat yang ada di kapal itu.


Komandan Kapal Kolonel Laut (P) Dados Raino tak bosan menjawab pertanyaan pengunjung. Di antaranya, fungsi anjungan, senjata apa saja yang dimiliki kapal tersebut, serta kecepatan dan daya jelajah kapal buatan Inggris itu.


Dados menjawabnya dengan detail selayaknya tour guide yang menjelaskan sejarah tempat wisata.


Selain itu, Dados bersama jajarannya dengan telaten mengajak 70 orang tersebut berkeliling. Tak jarang, Dados harus memapah pengunjung saat naik maupun turun tangga. Maklum, mereka termasuk sepuh.


Bahkan, ada salah seorang purnawirawan TNI-AL dengan pangkat terakhir laksamana muda (bintang dua).


Sikap telaten dan perhatian yang ditunjukkan Dados beserta jajarannya menghilangkan kesan seram di kapal itu. Rombongan cukup kerasan berada di kapal yang memiliki panjang 899 meter dan lebar 95 meter tersebut. Meski ngos-ngosan, mereka menjelajahi ruangan dengan semangat.


’’Pengalaman pertama dan luar biasa,’’ kata dr Pranawa, salah seorang anggota rombongan. Dokter spesialis ginjal itu kagum dengan kapal yang bertugas di TNI-AL pada 2014 tersebut.


Selama ini, dia hanya melihat kapal perang melalui gambar atau televisi. Menurut dia, pengalamannya di kapal itu luar biasa. ’’Kami masuk dan mendapat penjelasan di setiap lini,’’ ungkapnya.


Pengalaman tersebut menjadi bekal untuk bercerita. Baik untuk anak cucu maupun kolega. Tak semua orang pernah naik kapal perang. Tak semua orang tahu seperti apa kehidupan di dalam kapal. Tak semua orang paham sistem kerja di dalam kapal perang. ’’Sekarang, kami tahu dan bisa bercerita,’’ ucapnya.


Laksamana Muda TNI (Purn) Yayun Riyanto memahami kekaguman rekan-rekannya itu. Dia pun merasakan hal yang sama. Sangat bangga. Padahal, saat masih aktif di lingkungan TNI-AL, dia sering bersinggungan dengan kapal perang.


’’Tapi, saya tetap bangga. Inilah kebanggaan bangsa,’’ ujarnya. Kunjungan tersebut merupakan rangkaian acara reuni yang diselenggarakan alumni SMA 1 Madiun angkatan 1968. Biasanya, reuni identik dengan berlibur ke tempat wisata.


Namun, Yayun dan rekan-rekannya memilih berkunjung ke kompleks Komando Armada Kawasan Timur (Koarmatim) untuk menyaksikan alutsista milik bangsa Indonesia. ’’Kini, teman-teman tahu dan melihat lebih dekat kapal perang milik Indonesia,’’ imbuhnya.

Editor: Suryo Eko Prasetyo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore