
TERBEBANI: Dertrainer Jerman Julian Nagelsmann memulai perjuangan Euro 2024 dengan menghadapi Skotlandia yang diperkuat gelandang Scott McTomanay di Fussball Arena, Munchen, dini hari nanti (15/6).
JawaPos.com – Seperti Jerman sedekade lalu. Setinggi itu ekspektasi pendukung Jerman di setiap ajang mayor setelah timnas berjuluk Die Mannschaft tersebut merengkuh trofi juara Piala Dunia 2014.
Jangankan juara. Jerman tidak pernah bisa kembali ke final dalam empat ajang mayor terakhir. Mentok di semifinal Euro 2016 dan tersingkir di fase grup Piala Dunia 2018. Lalu angkat kaki dari Euro 2020 di 16 besar dan kembali mentok di fase grup Piala Dunia 2022.
Joachim Low sebagai der trainer yang mempersembahkan juara Piala Dunia 2014 gagal mengulangnya dalam tiga ajang mayor. Begitu pula asisten Low saat itu, Hans-Dieter ”Hansi” Flick, di Qatar dua tahun lalu.
Di Euro 2024, ekspektasi juara ada di pundak Julian Nagelsmann. Apalagi, Jerman bermain di kandang sendiri. Dimulai di Fussball Arena dengan menghadapi Skotlandia dini hari nanti (siaran langsung RCTI/RCTI+/Vision+/Sportstars 3 pukul 02.00 WIB).
Berbicara di laman resmi UEFA, Nagelsmann mengakui bahwa dirinya memiliki asa yang sama seperti para pendukung Jerman, yaitu melihat Ilkay Gundogan dkk berselebrasi di podium juara Euro 2024. ”Ini adalah tugas yang besar, penuh tantangan, dan tentunya bukan peluang yang sering terjadi,” ucap pelatih berusia 36 tahun itu.
Nagelsmann mengklaim, tekanan yang didapatkannya sekarang melebihi Low dan Hansi. Selain berlaga di depan publik sendiri (yang tidak dirasakan Low dan Hansi), kerinduan juara Die Mannschaft sudah memuncak. Ditambah Euro tahun ini jadi ajang mayor pertama Nagelsmann.
”Bagiku dan bagi pemain, bermain di Euro di kandang sendiri jadi suatu kesempatan yang unik. Ada tekanan, melebihi kegembiraan. Jika kegembiraan itu dapat kami tunjukkan, kami akan menjalani turnamen ini dengan hebat,” beber mantan pelatih Bayern Munchen, RB Leipzig, dan TSG 1899 Hoffenheim tersebut.
Menilik histori, Jerman belum pernah juara di kandang sendiri. Ketika menjadi tuan rumah Euro edisi 1988, Jerman terhenti di semifinal. Kenangan di Piala Dunia 1974 pun disebut Nagelsmann harus dibangkitkan lagi. Itulah satu-satunya momen Jerman juara ajang mayor sebagai tuan rumah.
”Kami tidak ingin menyia-nyiakan peluang untuk meraih gelar di kandang sendiri. Ini seperti (kesempatan) sekali seumur hidup,” kata Gundogan, kapten sekaligus gelandang Jerman, kepada Sport1.
Dari Skotlandia, gelandang Billy Gilmour belajar dari kegagalan Euro 2020 ketika kekalahan dalam laga pertama seperti jalan angkat koper lebih awal. Kala itu The Tartan Army keok dua gol tanpa balas oleh Republik Ceko. Meski mampu menahan seri tanpa gol Inggris dalam laga berikutnya, Skotlandia mengakhiri turnamen sebagai juru kunci grup dan nirmenang (kalah 1-3 oleh Kroasia di laga terakhir grup).
”Mereka (Jerman) tentu memiliki tekanan lebih berat untuk memenangi pertandingan dan hal itu akan kami manfaatkan,” kata Gilmour seperti dikutip Daily Mail. (ren/c9/dns)

Atlet Golf Putri Indonesia Diduga Diculik, Sedang Rayakan Ultah Nenek di Restoran Tiba-tiba Disergap 5 Pria
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Rekor Pertemuan Lengkap Argentina vs Spanyol, Mencari Juara Sejati di Final Piala Dunia 2026
Alasan Mengapa Jude Bellingham Menampar Pemain Argentina Setelah Inggris Tersingkir dari Piala Dunia 2026
Analisis Prediksi Bursa Prancis vs Inggris di Piala Dunia 2026: Les Bleus Lebih Dijagokan Rebut Posisi Ketiga
Analisis Prediksi Bursa Spanyol vs Argentina di Piala Dunia 2026: La Roja Lebih Dijagokan Juara Piala Dunia 2026
Usai Timnas Inggris Gagal ke Final Piala Dunia 2026, Gary Neville dan Roy Keane Saling Adu Pendapat
Presiden Prabowo Hadiri Panen Raya TNI: Hari Ini Saya Bahagia
Profil Simson Rarameha Ngadang alias Temon: Lulusan Psikologi UI yang Memilih Jadi Komedian
Komedian Temon Kristen Tapi Punya Banyak Istri, Begini Kata Pihak Keluarga
