
Photo
JawaPos.com — Penyanyi sekaligus pencipta lagu Nurbayan mengatakan dulu dirinya sempat bercita-cita untuk memiliki grup musik terkenal. Namun, takdir membawa dirinya untuk berkarya dengan cara lain.
Nurbayan menuturkan, segala keterbatasan yang menghalanginya kala itu membuatnya dengan berat hati mengubur mimpinya menjadi pemain band.
“Aku yang dari anak band bermimpi jadi penyanyi nasional seperti Jamrud dan Dewa. Tapi tempatku di Kediri. Kayaknya tidak mungkin jadi anak band sukses dengan segala keterbatasan yang ada. Aku mulai membunuh mimpiku,” ucap Nurbayan kepada JawaPos.com.
Berawal dari membunuh mimpi itulah Nurbayan kemudian memilih untuk menjadi penyanyi dan menciptakan lagu. Meski bertahun-tahun namanya sepi dari sorotan, tapi Nurbayan terus konsisten dalam bermusik.
Konsistensi Nurbayan pun membuahkan hasil. Lagu-lagunya akhirnya mulai meledak di industri musik nasional sekitar tahun 2013 dan 2014. Sejak saat itulah nama Nurbayan berkibar dan dikenal banyak orang lewat lagu 'Oplosan', 'Pokoke Joget', 'Tresno Waranggono' dan yang lainnya.
Nurbayan menuturkan bahwa ia menjadikan Didi Kempot sebagai sosok cerminan dirinya dalam berkarya. Apalagi dia dan Didi Kempot sama-sama menekuni musik campursari.
“Aku mulai berkarir diawali dengan membunuh mimpi. Tapi bercermin dari sosok Mas Didi Kempot. Dari 2007 aku berkarya di campursari dan akan terus berkarya sampai kapan pun,” tuturnya.
Ketika dirinya terjun di dunia musik campursari pada 2007 silam, Nurbayan termasuk penyanyi yang paling muda. Karena tokoh-tokoh campursari pada waktu itu sudah berusia tua.
“Industri campursari secara sosok sangat terbatas. Cuma ada Manthous, Cak Dikin, Didi Kempot. Tidak ada anak mudanya. Aku masuk di kelas anak muda pada waktu itu. Mungkin aku 10 atau 20 tahun lagi jadi (besar dan tenar, Red) seperti Mas Didi Kempot,” ungkapnya penuh harap.
Jika beberapa tahun sebelumnya Nurbayan lebih banyak sibuk menciptakan lagu berbahasa Indonesia untuk penyanyi ajang pencarian bakat di stasiun televisi, tahun ini dia akan kembali menciptakan lagu dalam bahasa Jawa. Dia bahkan menargetkan bisa mengeluarkan album berbahasa Jawa di tahun ini.
Menciptakan lagu berbahasa Jawa, Nurbayan paling anti membuat lirik lagu seronok dan tidak mendidik. Dia menganggap lagu-lagu yang diciptakannya dalam berbahasa Jawa memiliki konsep dan lagu-lagunya sarat akan pesan positif.
Meciptakan lagu berbahasa Jawa, Nurbayan menggunakan konsep molimo. "Kalau lagu Jawa aku bersyiar lewat syair. Aku ada konsep molimo. Dalam bahasa Jawa main, mendem, madon, maling dan madat. Lagu yang bersiar untuk mengajak kebaikan. Misal kayak lagu 'Oplosan', lagu yang mengajak orang mendem berhenti minum. Lagu 'Doremi' itu ajakan berhenti judi, 'Kapokmu Kapan' untuk tidak bermain wanita, dan lain-lain" ungkapnya.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
