
TAYANG BULAN DEPAN: Dari kiri Adipati Dolken, Rako Prijanto, Rayhan Cornelis, Sara Fajira, dan Vino G. Bastian, saat jumpa pers di Kantor Falcon Pictures, Selasa (21/12). (Shafa/Jawa Pos)
JawaPos.com – Setelah 40 tahun berlalu, film horor legendaris Bayi Ajaib (1982) dibuat ulang dengan judul yang sama. Digarap oleh sutradara Rako Prijanto, versi remake memiliki konsep yang tak jauh berbeda dari versi aslinya.
’’Kalau ditanya seberapa kemiripannya, mungkin 90 persen,’’ kata Rako di kantor Falcon Pictures di kawasan Duren Tiga, Jakarta Selatan, Selasa (21/12).
Rako dan tim melakukan sejumlah perombakan demi penyempurnaan film. Baik dari segi alur cerita maupun penguatan karakter. ’’Misalnya, tokoh tukang sunat sekarang jadi bidan. Nama Sumi diganti menjadi Laras,’’ ucapnya.
Perubahan dilakukan bukan karena ingin memperbaiki film pertama. Namun, Rako ingin filmnya sesuai dengan masa kini. ’’Film ini tribute untuk yang lama. Saling melengkapi. Dan, agar semua karakternya punya andil penting. Bukan cuma yang ikonik-ikonik doang,’’ tuturnya.
Salah satu tantangan menggarap Bayi Ajaib adalah menerjemahkan versi lama menjadi film yang lebih kekinian alias modern. Juga, di tahapan proses editing, yang menurut Rako seperti sedang menaiki roller coaster. ’’Tapi alhamdulillah, sekarang saya melihatnya sebagai karya yang saya sendiri tuh takut nontonnya,’’ papar Rako.
Film Bayi Ajaib dibuat dengan teknologi computer-generated imagery (CGI) yang diaplikasikan pada wajah bayi. Pasalnya, film tersebut identik dengan sosok hantu bayi berwajah orang tua. ’’Kan nggak mungkin pasang prostetik ke bayi 5 bulan. Jadi, pakai CGI dan dummy robotic juga. Prosesnya agak lama dan susah, tapi mirip banget sama manusia,’’ ujar Rako.
Adipati Dolken menjabarkan karakter Dorman yang diperankannya. Menurut dia, Dorman adalah tokoh antagonis yang sisi jahatnya tidak ditampakkan. Namun, memiliki kepribadian jahat seperti keserakahan yang mendarah daging. ’’Dia mengabdi pada kakek buyutnya untuk mendapat kesuksesan dan kebahagiaan. Tapi, dari luar tidak terlihat seperti jagoan atau orang jahat,’’ terang Adipati.
Ayah satu anak itu menyatakan, ini kali pertama dirinya memerankan tokoh antagonis. Karena itu, dia mengaku senang saat mendapat tawaran untuk memerankan Dorman. Sebab, sepanjang perjalanan kariernya di industri perfilman, Adipati kerap bermain di wilayah aman atau protagonis. ’’Ini film pertama gue jadi antagonis. Gue senang banget, akhirnya punya karakter seperti ini di buku gue,’’ jelasnya.
Selain Adipati, Bayi Ajaib juga dibintangi Vino G. Bastian, Desy Ratnasari, Sara Fajira, Rifnu Wikana Rayhan Cornelius V, Anantya Kirana, dan Wilem Bevers. Rencananya, film itu tayang di bioskop mulai 19 Januari mendatang.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
