Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 6 Juli 2018 | 16.06 WIB

Bintangi Film Drama Komedi, DJ Winky Perankan Seorang Rocker

DJ Winky kembali ke dunia seni peran. Dia bermain dalam film Rocker Balik Kampung. - Image

DJ Winky kembali ke dunia seni peran. Dia bermain dalam film Rocker Balik Kampung.

JawaPos.com - Lama tak terlihat akting di film layar lebar, aktor sekaligus Disc Jockey (DJ) kondang Winky Wiryawan didapuk untuk bermain di film bergenre drama komedi. Berbeda dengan peran yang pernah dibintangi, pada film ini DJ Winky ditantang untuk memerankan seorang rocker bergaya old school yang berasal dari keluarga Kasepuhan Sukabumi.


"Ini menarik sih. Sejujurnya ini sudah 5 tahun gue gak maen film. Ada tawaran film pasti bentrok. Baru kali ini kebetulan dapet waktunya pas dan gue liat perannya menantang. Jadi seorang rocker," ucapnya ditemui usai konferensi press film terbarunya dikawasan Kemang, Jakarta Selatan, Kamis (5/7)


Film yang berjudul Rocker Balik Kampung menjadi tantangan tersendiri baginya. Terlebih di film ini dia dituntut harus bisa bermain alat musik sembari bernyanyi rock. Namun, berkat pendalaman karakter yang mumpuni, dia akhirnya mampu bermain maksimal.


Dalam film ini, DJ Winky memerankan tokoh Joe Santani, seorang rocker sukses di ibu kota yang berasal dari keluarga kasepuhan Sukabumi. Tetapi, pada puncak kesuksesannya, Joe mulai kehilangan arah hidup dan harus kembali ke kampung halamannya. Untuk mendalami peran ini, Winky pun ditantang untuk berbicara dengan logat Sunda pada beberapa scene.


"Pertama kali waktu dipanggil sutradara, gue di test camp untuk bisa nyanyi dan main musik. Ya gue bilang bisa main gitar, cuma kalo disuruh nyanyi rock kayaknya harus latihan dulu. Kemarin gue juga baru rilis singel sama band metal, jadi cukup membantu," lanjutnya.


Untuk mendalami karakter barunya ini, aktor 39 tahun tersebut telah melakukan berbagai proses. Di antaranya, belajar langsung dengan sang sutradara yang memang mempunyai pengalaman menjadi seorang penyanyi rock.


"Kalo dari segi bahasa kesulitannya paling cuma di logat. Karena gue emang lahir dan besar di Sunda jadi gak terlalu susah. Cuma harus ngikutin logat Sukabumi. Sedangkan, karakter banyak belajar langsung dari sutradara," tambahnya.


Saat proses syuting di kawasan Cisolok, Jawa Barat, suami dari Kenes ini mengaku banyak mendapatkan pelajaran baru, terutama soal tradisi dan budaya Sunda. Selama syuting, dia tinggal di area Imah Gede Kasepuhan, di mana adat istiadat dan tradisi leluhur masih dijaga dengan baik.


"Gue tinggal di Imah Gede kaya keraton gitu, dan tradisinya masih dijaga. Contoh, sebelum dan sesudah makan harus colek garam sebagai simbol kebersamaan. Begitu masuk pelataran harus pake Iket. Menyenangkan sih," kenangnya.


Film garapan sutradara Uli Rahman juga akan menghadirkan sederetan bintang lainnya, seperti Bima Kharisma, Maryam Supraba, Iang Darmawan hingga Shanjaya. Film ini akan tayang pada tanggal 12 Juli 2018 mendatang di seluruh bioskop tanah air.

Editor: Novianti Setuningsih
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore