alexametrics
Era Baru JKT48 Pascarestrukturisasi

Restrukturisasi, Membangun Lagi JKT48 dari Awal Tanpa Sekat Tim

4 Februari 2021, 20:50:18 WIB

JawaPos.com – Pandemi Covid-19 memaksa JKT48 memulai era baru pada 2021. Tidak hanya menyisakan 33 dari 59 member di JKT48 saat ini, manajemen juga menghapus sistem tim. Mulai Maret, tak ada lagi Tim J, KIII, dan T. Yang ada setelah ini hanya JKT48.

Setelah upacara kelulusan 26 member pada 28 Februari lewat event bertajuk Thank You for The Memories, JKT48 juga menandai era baru dengan merilis single berjudul Darashinai Aishikata (Cara Ceroboh untuk Mencinta) pada 16 Maret 2021. Restrukturisasi untuk merespons kondisi terkini akibat pandemi Covid-19 itu diharapkan bisa menjaga eksistensi JKT48 di Indonesia.

JawaPos.com berkesempatan untuk berbincang dengan GM Teater Melody Nurramdhani Laksani untuk menanyakan berbagai detil setelah pengumuman struktur dan kegiatan JKT48. Berikut wawancaranya:

Apa yang menjadi dasar pilihan untuk meniadakan tim di JKT48 saat restrukturisasi?
Di situasi yang sulit ini, kami merasa bahwa sangat penting bagi para member untuk bisa semakin erat dalam menyatukan pikiran, kekuatan, dan tujuan. Dengan ditiadakannya tim, kami berharap para member dari generasi dan latar belakang yang berbeda bisa membaur tanpa sekat untuk membangun kembali JKT48 dari awal.

Tanpa tim, seperti JKT48 saat awal muncul di Indonesia. Apa pesan yang ingin disampaikan dari pilihan itu?
Sebenarnya tujuan utama kami bukan untuk menyamakan kondisi saat ini dengan saat JKT48 kali pertama muncul di Indonesia.
Bila dulu generasi satu bisa tampil dan bekerja keras membangun JKT48 dari awal tanpa tekanan, generasi saat ini mendapat tekanan dua kali lipat lebih banyak.

Mereka harus mengemban sejarah dan perasaan para generasi pendahulu, sekaligus membangun JKT48 kembali dari situasi sulit untuk masa depan. Karena itulah kami berharap semuanya bekerja sama dengan lebih erat, tanpa adanya sekat tim.

Sebelum ini, mekanisme tim dan adanya akademi juga menjadi sarana untuk mengevaluasi member. Termasuk juga, reward and punishment. Jika tanpa tim, itu akan berjalan seperti apa?
Tanpa sistem tim dan akademi pun, evaluasi member akan tetap berjalan. Tujuan utama sebuah evaluasi adalah untuk membangun pribadi para member menjadi lebih baik sehingga mungkin tidak semua reward dan punishment harus terlihat secara langsung.

Menurutmu, apa tantangan terbesar JKT48 untuk berjalan di era baru dan kondisi di pandemi yang masih mengkhawatirkan?
Terus terang tantangan terbesarnya adalah kami masih tidak bisa melakukan aktivitas reguler seperti handshake event atau keliling daerah seperti biasa, bahkan pertujukan teater pun masih jauh dari kapasitas normal. Saat ini kami masih berusaha untuk bertahan dengan konten-konten digital sebagai tumpuan, meskipun harus diakui masih cukup jauh bila dibandingkan dengan pemasukan dari aktivitas normal. Semoga setelah vaksin Covid-19 didistribusikan, kondisi pandemi bisa membaik dan semuanya bisa kembali normal.

Apakah JKT48 yang lahir dari 48 Group tetap akan membawa DNA itu pascarestrukturisasi? Atau lebih mengutamakan dan mengikuti selera pasar.
Untuk keberlangsungan grup, kami rasa keduanya harus dilakukan. Membawa DNA 48 Group sekaligus memberikan karya yang dapat diterima oleh pasar. Untuk DNA 48 Group, kami akan meningkatkan kualitas performance teater. Untuk karya bagi khalayak umum, kami sudah menyiapkan single baru dengan warna yang berbeda.

Setelah senshuraku (pertunjukan hari terakhir), teater akan kembali ke pertunjukan dengan setlist lama. Apakah itu karena yang paling aman saat ini karena pernah dibawakan daripada menandai era baru dengan setlist baru?
Tidak, justru kami ingin menantang diri sendiri dengan membawakan setlist lama dengan rasa yang sama sekali baru. Apalagi untuk setlist pertama nanti, “Aturan Anti Cinta”, kami harap penonton sekalian nanti bisa menikmatinya dengan perasaan yang berbeda. Catat tanggalnya, 20 Maret 2021.

Kenapa era baru ini ditandai dengan single baru?
Sebagai idol yang harus terus berevolusi, kami ingin menunjukkan perubahan warna JKT48 melalui single baru ini.

Apakah manajemen puas dengan pencapaian Rapsodi yang menemui banyak hambatan karena pandemi? Apakah ada rencana lain untuk Rapsodi, atau memang sudah waktunya move on?
Terus terang kami masih tidak puas. Ada banyak sekali rencana untuk Rapsodi yang harus dibatalkan karena kondisi pandemi. Akan tetapi Rapsodi adalah single orisinal pertama yang sangat berharga untuk JKT48 sehingga tidak mungkin dilupakan begitu saja. Sambil terus maju, kami akan terus membawa Rapsodi. Semoga lagu ini bisa menjadi sebuah karya yang evergreen.

Apa pendapatmu tentang Ramune no Nomikata (Cara Meminum Ramune) yang menjadi setlist paling singkat di JKT48. Kenapa tidak dibawakan lagi saja?
Saat ini Ramune no Nomikata adalah milik team KIII. Sehingga warna tim masih sangat melekat di setlist tersebut. Dengan JKT48 yang baru, kami ingin memulai semuanya dari awal tanpa sekat dan warna tim tertentu.

Baca Juga: Melody: Kami Akan Fokus Membangun Lagi JKT48 dari Awal

Apakah ada cerita di balik pemilihan single Darashinai Aishikata (Cara Ceroboh untuk Mencinta)?
Untuk jawaban pertanyaan ini, mungkin lebih baik akan kami jelaskan saat press conference perilisan single baru. Harap nantikan di tanggal 16 Maret 🙂

Member yang akan membawakan, bakal menjadi wajah JKT48 era baru. Bagaimana manajemen menyiapkan itu dan apa harapanmu?
Dari dulu JKT48 mengajarkan bahwa keberhasilan terdiri dari 99 persen kerja keras. Karena itu, para member yang akan membawakannya akan berlatih dengan keras supaya bisa memberikan hasil yang terbaik.

Harapan saya, para member bisa membawa JKT48 kembali sukses, tetap menjadi idola yang bisa dicintai, dan memberikan energi serta semangat bagi banyak orang di Indonesia.

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Dhimas Ginanjar

Saksikan video menarik berikut ini:


Close Ads