
Konselor pernikahan sekaligus penulis buku Deny Hen (kiri) saat peluncuran dan bedah buku
JawaPos.com - Pernikahan tentu menjadi dambaan setiap orang. Namun untuk mewujudkannya bukan hal yang mudah. Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi kedua pasangan. Baik syarat menurut agama, hukum negara, maupun adat istiadat suatu daerah.
Yang tidak kalah pentingnya yakni terkait dengan calon pasangan. Untuk mencari maupun memilihnya pun setiap pasangan tentu berbeda. Artinya, mereka punya kriteria sendiri-sendiri.
Lantas apa yang menjadi tolok ukur dalam memilih pasangan terbaik?
Nah, berikut Deny Hen akan membeberkan tips memilih pasangan terbaik. Deny Hen sendiri merupakan konselor pernikahan sekaligus penulis buku.
Menurut dia, ada sejumlah aspek yang harus dipastikan apabila hendak memilih pasangan untuk dinikahi. "Saya selalu menggunakan formula ABCDEF. 'A' itu Apperience. Jadi fisiknya cocok enggak," ujar Deny saat peluncuran dan bedah buku 'The Great Marriage' di Jakarta, Sabtu (15/9).
Sementara 'B', lanjut Deny, ialah 'Background' atau latar belakang pasangan. Hal ini termasuk ras, suku, agama dan lainnya.
"Kita enggak memungkiri walaupun kita hidup dalam Bhinneka Tunggal Ika, memilih pasangan (tetap) yang dekat (sama). Apalagi kalau ada beda agama. Di Indonesia sendiri sudah enggak memungkinkan (menikah beda agama), harus menikah di luar sana," tuturnya.
Untuk 'C' dari ABCDEF, yakni 'Character' atau karakter. Mengetahui karakter dari pasangan yang nantinya bersama seumur hidup dinilai penting. Sebab dengan memahami karakter, persoalan seperti pasangan kerap berperilaku kasar atau biasa melakukan kekerasan, bisa diantisipasi sejak awal.
Sementara 'D' merupakan kependekan dari 'Diffusion' atau keyakinan yang dianut pasangan. Keyakinan yang dimaksud bukan melulu soal agama, tapi juga bagaimana cara mendidik anak secara baik dan lainnya.
"Nah nilai-nilai ini perlu disepahamkan. Tiap kali ada perbedaan nilai, ini bisa menjadi potensi konflik dalam keluarga," kata Deny.
Sementara 'E', ialah akronim dari 'Education' atau pendidikan. Diharapkan, tingkat pendidikan antar pasangan tidak terlalu jauh. Calon suami maupun istri, menurut Deny, bakal mengalami kesulitan berkomunikasi apabila memiliki perbedaan latar belakang pendidikan yang mencolok.
"Nah ini (tingkat pendidikan pasangan yang jauh) kan kalau komunikasi sehari-hari yang intim kan jadi masalah," katanya.
Terakhir untuk 'F' adalah 'Financial'. Menurut Deny, Financial memang sebenarnya bukan masalah baik ekonomi kelas atas maupun bawah. Namun, keuangan bisa menjadi potensi konflik.
"Selalu ini kan yang diomongin 'cinta karena uang'. Ini salah satu hal yang harus dipikirkan," jelas pendiri Pembelajar Hidup, Life Coach dan Marriage Coach ini.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
