alexametrics

Kronologi Insiden Penganiayaan yang Disebut Didalangi Nikita Mirzani

20 November 2020, 17:22:09 WIB

JawaPos.com – Arnold, seorang debt collector yang masih berusia 28 tahun terpaksa mengambil job sampingan sebagai tukang pukul dan diduga menganiaya mantan manajer Lucinta Luna, Isa Zega, pada 3 November 2020 di Kalibata City, Jakarta Selatan. Akibat perbuatannya tersebut, Arnold kini harus meringkuk di dalam tahanan Polsek Pancoran, Jakarta Selatan.

Dia mau menjadi tukang pukul bayaran karena tidak ada penghasilan akibat pandemi Covid-19. Instruksi pemerintah untuk tidak melakukan penarikan kendaraan meski cicilannya tersendat bahkan macet sekalipun, membuat Arnold benar-benar kehilangan pekerjaan. Padahal sebelum pandemi, dia cukup banyak order menarik kendaraan yang pembayarannya macet. Dia pun rela mengambil job disuruh menganiaya Isa Zega.

Arnold menjalankan aksinya ini memang tidak sendirian. Dia bersama temannya bernama Devi. Mereka memiliki peran masing-masing. Arnold bertugas melakukan aksi pemukulan terhadap Isa Zega sementara Devi bertugas mengabadikan aksi penganiayaan ini karena pihak pengorder mengharuskan adanya bukti berupa video.

“Karena nggak ada pekerjaan makanya dia ambil job ini dari inisial T,” ujar Budianto Tahapary, kerabat Arnold dan Devi kepada JawaPos.com, Jumat (20/11).

Dia pun menceritakan kronologi insiden penganiayaan yang ada kaitannya dengan Nikita Mirzani. Dia dituding sebagai otak di balik penganiayaan tersebut. Kronologi ini disampaikan Budianto berdasarkan keterangan yang disampaikan T, perantara yang menjembatani order pekerjaan ini. Dikatakan Budianto, pada 28 Oktober 2020, Nikita Mirzani bertanya kepada Thomy apakah ada orang yang bisa membantu memukul Mami Isa karena sering menghinanya di media sosial.

Pada 30 Oktober 2020, T membicarakan order ini kepada Hence. Si Hence kemudian mengorder pekerjaan ini kepada kepada Devi dan Arnold yang bertugas sebagai eksekutor. Mereka pun sepakat menerima order ini karena memang tidak ada penghasilan selama masa pandemi.

Pada hari yang sama perempuan berinisial D yang diduga asisten Nikita Mirzani lantas mentransfer uang senilai 25 juta kepada T. Dan T kemudian mentransfer ke Hence sebesar Rp 10 juta. “Dalam perjalanannya nggak ada action nih, Nikita tegur si Thomy. Kalau memang nggak action duitnya mau ditarik,” ungkapnya.

Mendapat tekanan, Hence kemudian menghubungi dua eksekutor meminta untuk segera melakukan eksekusi. Karena jika tidak, uang Rp 10 juta yang sudah diberikan akan ditarik. Devi dan Arnold sempat pusing karena tidak mungkin mengembalikan dana itu sebab sudah mereka gunakan untuk keperluan sehari-hari.

Di sisi lain, jika eksekusi dilakukan segera, konsekuensinya mereka bisa ditangkap karena dilakukan di tengah keramaian di Kalibata City. Namun karena adanya desakan, mereka pun nekat mengeksekusi mantan manajer Lucinta Luna pada pukul 22.30 WIB di Kedai Cafe Apartemen Kalibata City, Selasa, 3 November 2020. Setelah memukul bagian wajah yang mengakibatkan korban mengalami luka berdarah, mereka lari namun tetap dapat ditangkap petugas keamanan di sana.

“Karena terus ditekan, mereka bilang kalau kita pukul di tempat terbuka, tanggung jawab ya kalau terjadi apa-apa. Mereka sempat ribut. Begitu A pukul, Mami Isa (Zega) kan punya asisten, yang punya restoran juga ada, dikejarlah dan ketangkap. Tapi si D nggak ditangkap karena dia nggak memukul cuma mendokumentasikan,” ungkapnya.

Tak lama dari kejadian itu, Devi yang bertugas mengabadikan momen pemukulan ini langsung mengirimkan video sebagai bukti. Mengetahui Isa Zega cuma berdarah, kata Budianto, Nikita Mirzani kurang puas. “NM bilang kok nggak patah? Maunya NM celaka,” katanya.

Namun karena pekerjaan ini sudah terlaksana, Thomy lantas melunasi kekurangan dananya kepada Hence. “Tanggal 3 November 2020 saudara T bayar uang sisanya ke Hence. Ini dari catatan T yang kasih ke saya hari Senin tanggal 9 November 2020,” katanya.

Nikita Mirzani sempat menanggapi tudingan dirinya sebagai otak di balik pengiayaan Isa Zega. Dia menjawab pertanyaan netizen. “Tanggung kalau cuma nyuruh tonjok. Kalau gue yang suruh itu pasti mati orangnya, dan harus mati,” balas Nikita Mirzani.

Editor : Edy Pramana

Reporter : Abdul Rahman



Close Ads