alexametrics

Artis-Artis Tinggalkan Ibu Kota dan Menetap di Bali

Kerja Santai seperti Liburan Setiap Hari
20 September 2020, 12:10:17 WIB

Bagi para selebriti ini, Jakarta bukan lagi kota yang nyaman untuk ditinggali. Mereka akhirnya pindah. Memboyong keluarga. Meninggalkan segala sisi glamor ibu kota. Menuju lokasi baru yang memberi ketenangan batin. Bali.

SAAT Jawa Pos menemuinya Senin dua pekan lalu (7/9) di kawasan Canggu, Badung, Tamara Bleszynski tampil sederhana. Mengenakan kemeja dan rok denim putih plus sandal jepit. Tanpa riasan. Masker menutupi hidung dan mulut. Sesekali, pemain sinetron era ’90-an dan 2000-an itu melayani pembeli di warungnya, Teh Manis.

Tamara menetap di Bali sejak 2012. ’’Saya kan memang punya rumah di sini. Pas itu sih mau cari suasana baru aja karena sudah terlalu lama di Jakarta,’’ ujar Tamara sambil menyajikan segelas teh manis dan sepotong kue cucur. Sudah sekitar setahun perempuan berdarah Polandia-Sunda itu membuka usaha kuliner. Di belakang warung, ada kediaman Tamara yang dihuni bersama putranya, Kenzou.

Bisnis kuliner Tamara berkembang pesat. Mantan bintang iklan produk sabun tersebut menjual kuliner rumahan khas Indonesia. ’’Kebetulan di sini banyak yang suka dan kangen masakan rumahan, baik orang Indonesia maupun orang luar,’’ tambah Tamara.

Sejak menetap di Bali, Tamara mengurangi job syuting di Jakarta. Terakhir, dia syuting film Bodyguard Ugal-ugalan pada 2017. Setelah itu, dia lebih berfokus pada bisnis kuliner, bidang yang sebenarnya sudah lama menarik minatnya. Tamara pernah ikut sekolah kuliner di Jakarta dan menjadi chef di sebuah restoran menjelang akhir 2000-an ketika masih aktif bermain sinetron.

Suasana Bali yang tenang dan banyaknya pantai menjadi alasan utama Tamara pindah ke sana. Dia mendambakan hidup di tempat yang sederhana, dekat dengan alam, dan jauh dari ingar-bingar. Apalagi, lokasi kediaman Tamara di Canggu bisa dibilang secluded alias jauh dari area perkotaan, pariwisata, dan jalan raya. Dekat dengan area persawahan dan pantai-pantai di barat daya Bali.

Selain bisa mengembangkan bisnis sesuai dengan passion, Tamara punya waktu untuk melakukan hal lain. Dia kini aktif sebagai relawan dan ambasador di sebuah organisasi nirlaba Solemen. Bersama Solemen, Tamara sering turun aktif membantu mereka yang membutuhkan di Bali. ’’Dari dulu pengin banget terjun ke bidang sosial, cuma kan sibuk syuting,’’ tambahnya.

Hari-hari Tamara di Bali berbeda jauh dengan hari-harinya di Jakarta lebih dari satu dekade lalu saat disibukkan dengan syuting kejar tayang sinetron. Kini, tiap bangun pagi, Tamara bisa lebih dekat dengan Kenzou, melakukan hobi yoganya, dan bersantai menikmati pemandangan alam dari jendela kamar. Dia mengaku lebih santai dan tampil apa adanya saat berada di Bali. ’’Ke mana-mana bisa naik motor, pakai sandal jepit juga bisa cuek. Tiap hari rasanya kayak liburan saking santainya,’’ kata Tamara dengan semangat.

DEKAT ANAK: Dominique Diyose bisa lebih dekat dengan keluarga setelah pindah ke Ubud, Bali, pada 2018. (DOK. PRIBADI)

Hal serupa dirasakan Dominique Diyose. Model yang juga aktris itu menetap di Bali sejak 2018 karena mengikuti sang suami, Ivan Handoyo, yang memang lebih banyak bekerja di sana. Domi –sapaan akrabnya– sudah rela dan siap meninggalkan Jakarta, kota tempat dirinya tumbuh dan berkembang hingga menjadi supermodel.

Domi tak pernah menyesali keputusannya tinggal permanen di Bali. ’’Jakarta sepertinya makin sempit dan kami merasa sudah cukuplah tinggal di sana,’’ ujar perempuan yang mengawali karir modeling di usia 13 tahun itu. Karena dirinya dan suami sama-sama pencinta alam, Domi sekeluarga memilih tinggal di dekat area persawahan Ubud.

Sama seperti Tamara, Domi mengurangi aktivitas job di ibu kota. Sekolah model besutannya, Supermodels Project, sudah bisa dipantau dari Bali tanpa harus sering-sering ke Jakarta. Kini Domi punya kesibukan baru di Bali yang tak jauh-jauh dari dunia kecantikan dan mode. Aktris film Moon Cake Story itu mempersiapkan bisnis skincare dengan konsep eco-friendly.

Domi juga punya waktu untuk mengembangkan passion lainnya. Bersama teman-temannya di Bali, dia membuat sebuah komunitas fashion bernama Bali Swap. Mereka berupaya mengampanyekan dan menghasilkan produk fashion yang ramah lingkungan dan minim buangan. Karena aktivitas yang fleksibel, waktu Domi bersama suami dan buah hatinya pun lebih banyak. ’’Saya bisa menemani mereka, berkebun, atau jalan-jalan di pantai,’’ katanya.

Setelah tinggal beberapa tahun di Bali, Tamara dan Domi sama sekali tidak takut namanya pudar dari belantika dunia hiburan. Tamara tidak ingin terlampau ambisius mempertahankan status sebagai bintang televisi papan atas. Sementara itu, Domi merasa bahwa dunia modeling perlu regenerasi. Dia ingin memberi tempat bagi para model baru untuk maju dan berkembang.

Jika kangen dengan dunia yang lama, Tamara dan Domi tak perlu terlalu sering ke Jakarta. Toh mereka masih bisa melakukannya di Bali. Tamara pernah menerima pemotretan sebuah produk di Bali, sedangkan Domi juga sesekali menjadi model untuk acara fashion. Mereka sudah puas dengan kehidupan sekarang yang lebih inklusif dan tenang.

 

Saksikan video menarik berikut ini:

 

Editor : Ilham Safutra

Reporter : len/c19/oni


Alur Cerita Berita



Close Ads