
Photo
JawaPos.com - Karla Kasih Arlina, 13, dan Isabel Cinta Alika, 10, adalah cucu dari mendiang seniman legendaris Kris Biantoro. Keduanya kini terjun ke dunia tarik suara dengan membawa misi sosial yakni membantu sesama terutama anak-anak.
Cinta dan Kasih tidak mau terjun ke dunia tarik suara hanya mengandalkan penampilan suara merdu dan aksi panggung memukau. Keduanya ingin berkarya sekaligus memiliki dampak positif pada anak-anak sesuai perkembangan usia mereka sekarang.
Terbukti dengan merilis single 'Pagi', keduanya berkolaborasi dengan Yayasan Kasih Anak Kanker dan Rumah Inklusif Kebumen. Sebagian dari penghasilan lagu tersebut diperuntukkan guna membantu dua yayasan tersebut.
"Untuk single kali ini kami kerja sama dengan dua yayasan sosial. Yang pertama adalah Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia, dan yang kedua Rumah Inklusif Kebumen. Itu semacam rumah singgah bagi anak-anak disabilitas," kata Kasih dalam jumpa pers virtual, Sabtu (15/8).
Arto Biantoro, ayah dari Cinta dan Kasih, mengatakan bahwa dirinya dan kedua anaknya memang sangat peduli dengan gerakan sosial. Setiap kali meluncurkan single atau karya, harus ada dampak positif yang bisa dibagikan untuk membantu anak-anak.
"Kita tidak mau Cinta dan Kasih hanya bagus menyanyi saja. Kita ingin ada dampaknya bagi anak-anak. Makanya setiap lagu yang kita buat, akan selalu berkolaborasi dengan yayasan yang memiliki hubungan dengan dunia anak," ungkap Arto Biantoro.
Lagu 'Pagi' adalah lagu yang cocok dinikmati anak-anak. Diciptakan oleh Damar Koesnoen dan Devi P. Soenjoto. Sementara penata musik dipercayakan kepada Noni Dju.
Melihat potensi yang dimiliki kedua buah hatinya, Arto Biantoro yakin keduanya mewarisi bakat menyanyi dari eyang mereka, mendiang Kris Biantoro. Sebab bakat menyanyi Cinta dan Kasih disebutnya sudah terlihat sejak kecil.
"Keseriusan mereka untuk bernyanyi semakin terlihat seiring dengan bertambahnya usia," ucapnya.
Cinta dan Kasih mengungkapkan bahwa keduanya suka mendengarkan Kris Biantoro menyanyi. Keduanya mengaku senang mendengarkan tembang-tembang Jawa yang kerap dinyanyikan oleh eyangnya tersebut.
"Eyang senang menyanyi lagu-lagu Jawa. Kami suka dengerin Eyang nyanyi lagu Kupu Kuning dan Dondong Opo," ungkap Cinta.
"Suara Eyang bagus banget. Tapi mukanya pas nyanyi lucu. Eyang benar-benar menghibur," kenang Kasih.
Single 'Pagi' berkisah tentang dua anak yang bangun pagi hari untuk menikmati matahari sambil bermain bersama layaknya anak-anak pada umumnya. Dalam lagu tersebut, Cinta dan Kasih membagi suara. "Mereka berdua gaya nyanyinya berbeda jadi dipecah. Ada suara 1 dan suara 2," ungkap Arto Biantoro.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=4mPYDt-9qUE

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
