
Photo
JawaPos.com - Karakter yang dimainkan aktor Adipati Dolken sama sekali berbeda dibandingkan dengan film-film dia sebelumnya. Dia memerankan karakter sebagai iblis dan perannya bisa dibilang cukup kompleks. Sebab dia bisa bersuara seorang laki-laki, perempuan, dan bahkan bisa bersuara seperti anak-anak.
Rako Prijanto selaku sutradara mengatakan, sosok iblis yang hendak diperlihatkannya dalam film Para Betina Pengikut Iblis tidak terpatok oleh jenis kelamin tertentu.
"Iblis di sini tidak ada jenis kelaminnya. Dia bisa mengeluarkan suara bermacam-macam," ujar Rako di bilangan Duren Tiga, Jakarta Selatan, Jumat (10/1).
Cara Adipati Dolken tertawa dalam film ini juga cukup khas. Adipati mengaku hal itu dikreasikannya sendiri sesuai dengan imajinasinya. Sebenarnya ada beberapa jenis tertawa yang dibuatnya namun pada akhirnya dikerucutkan pada satu jenis saja.
"Gua kreasi sendiri dulu, tapi gua kan butuh validasi. Orang pertama yang gua minta tanggapannya ya istri gua. Kalau istri gua suka, mudah-mudahan penonton juga suka," katanya.
Bukan hanya soal cara tertawa. Adipati Dolken juga mengkreasikan sendiri terkait gestur tubuh dan suara yang dimunculkannya di film Para Pengikut Iblis. Adipati bisa berimajinasi secara bebas sebab merasa tidak ada gambaran khusus tentang sosok iblis.
"Karena gua nggak tahu iblis seperti apa, sifat-sifat buruk manusia saja yang gua pakai. Sebenarnya berangkat dari situ," paparnya.
Proses make-up untuk mengubah Adipati Dolken menjadi iblis cukup lama prosesnya, membutuhkan waktu sekitar 4 jam di hari pertama syuting. Namun pada hari kedua dan selanjutnya, durasi pakai make up dapat dipangkas setelah mulai ditemukan suatu pola."Di akhir-akhir syuting proses make up cuma 1,5 jam jadi," katanya.
Selain itu, Adipati Dolken juga menggunakan soflens. Ini pengalaman pertama bagi Adipati menggunakan soflens sepanjang hidup demi tuntutan perannya di film.
"Terus terang pakai softlens sebenarnya lumayan takut. Satu hal yang paling gua takut sentuh adalah mata. Tapi akhirnya gua memberanikan diri pakai softlens karena itu penting buat karakter," tandas Adipati Dolken.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
