JawaPos Radar

Sukses Asian Games 2018 dan Penampilan Suju Jadi Sorotan Media Asing

03/09/2018, 10:41 WIB | Editor: Mohamad Nur Asikin
Sukses Asian Games 2018 dan Penampilan Suju Jadi Sorotan Media Asing
Suasana penutupan Asian Games 2018 dengan pesta kembang api dan berbagai bintang tamu luar dan dalam negeri saat di Gelora Bung Karno Jakarta, kemarin, Minggu (2/8/2018). (Dipta Wahyu/Jawa Pos)
Share this

JawaPos.com - Sukses Asian Games 2018 yang diselenggarakan di Jakarta dan Palembang jadi sorotan media asing. Dihimpun Jawapos.com, raihan medali serta momen-momen emosional selama sejak upacara pembukaan dan penutupan menjadi sorotan.

Diberitakan Reuters, media asal Inggris, kesuksesan penyelenggaraan Asian Games 2018 diakui oleh Presiden Dewan Olimpiade Asia (OCA) Syeh Ahmad Al-Fadad sebagai sejarah. Upacara penutupan yang juga dihadiri oleh Presiden Komite Olimpiade Internasional (IOC) Thomas Bach itu sekaligus menyerahkan tongkat estafet Asian Games 2022 kepada Tiongkok.

Bahkan, Al-Fadad mengatakan derasnya hujan yang turun di Jakarta menandakan betapa langit pun menangis saat Indonesia harus berpisah dengan Asian Games 2018.

Sukses Asian Games 2018 dan Penampilan Suju Jadi Sorotan Media Asing
Suasana penutupan Asian Games 2018 dengan pesta kembang api dan berbagai bintang tamu luar dan dalam negeri saat di Gelora Bung Karno Jakarta, kemarin, Minggu (2/8/2018). (Dipta Wahyu/Jawa Pos)

“Langit menangis karena kami sangat sedih hari ini karena kami harus meninggalkan negara Anda yang indah,” seperti diberitakan Reuters, Minggu (2/9).

Selanjutnya, Al-Fadad mengatakan kota-kota Asia telah menyelenggarakan banyak acara internasional besar. Dan ia mengaku bangga karena Jakarta punya kemampuan untuk menyelenggarakan acara besar semacam itu.

“Asian Games ke-18 di Jakarta dan Palembang, energi Asia, telah menjadi sukses sejarah,” ujarnya.

Begitupun dengan media olahraga insidethegames.biz, upacara penutupan menampilkan mega bintang Asia termasuk boyband asal Korea Super Junior dan iKON. Serta penyanyi India Siddharth Slathia dan bintang Indonesia Dira Sugandi.

Seperti tradisi sebelumnya, ada juga Parade Bangsa dan upacara serah terima, ketika bendera Asian Games secara resmi diberikan kepada tuan rumah berikutnya, Hangzhou di Tiongkok.

Meski hujan deras mengguyur stadion dan reda secara bertahap, upacara malam itupun dimulai dengan pertunjukan kembang api yang mengesankan, diikuti dengan pembawaan lagu Indonesia Raya.

Semua bendera negara-negara pesaing dibawa satu per satu, sebelum semua atlet berbaris ke stadion sebagai simbol persatuan Asia. Mereka kemudian diikuti oleh ratusan relawan Game sebagai ucapan terima kasih atas usaha mereka dalam membantu menjalankan acara tersebut.

Pada titik ini, hujan yang paling lebat telah pergi dan pergi dan petir telah berhenti.

Lebih lanjut insidethegames memberikan bahwa Presiden Indonesia Joko Widodo memulai serangkaian pidato, meskipun ia tidak hadir di stadion.

“Presiden muncul melalui sambungan video dari pulau Lombok, di mana, gempa berkekuatan 6,9 menewaskan hampir 100 orang sebelum Olimpiade dimulai,” seperti ditulis di insidethegames.biz pada Minggu (3/9).

Upacara itu diakhiri oleh penampilan Super Junior, yang merupakan klimaks acara hingga membuat penonton satu stadion berteriak histeris.

Sebelumnya pada hari itu, Jepang meraih medali emas terakhir dari kompetisi dengan memenangkan triathlon tim campuran, tetapi Tiongkok yang menduduki puncak klasemen perolehan medali secara keseluruhan.

“Mereka (Tiongkok) selesai dengan 132 emas, 92 perak dan 65 perunggu. Sementara tuan rumah Indonesia dalam gelaran Asian Games sejauh ini paling sukses menorehkan prestasi dengan memenangkan 31 medali emas dimana sebelumnya hanya 11 medali," tulis Reuters.

(uji/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up