Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 29 Agustus 2026 | 21.44 WIB

Film Paket Santet Raih 45 Ribu Penonton di Hari Pertama Penayangan

Nobar film Paket Santet bersama Fiki Naki dan Fatih Unru di Metropolitan Mall Bekasi. (Instagram: paketsantet) - Image

Nobar film Paket Santet bersama Fiki Naki dan Fatih Unru di Metropolitan Mall Bekasi. (Instagram: paketsantet)

JawaPos.com - Film horor Paket Santet langsung mencuri perhatian para penonton bioskop di Indonesia. Baru tayang serentak pada Kamis, 27 Agustus 2026, film produksi BASE Entertainment tersebut berhasil mengumpulkan lebih dari 45 ribu penonton pada hari pertama penayangannya.

Capaian tersebut menempatkan Paket Santet sebagai film Indonesia dengan jumlah penonton terbanyak pada hari pertama di antara film-film lokal yang dirilis dalam periode penayangan yang sama. Film garapan sutradara Dinna Jasanti itu melampaui sejumlah judul lain yang turut hadir di bioskop, termasuk Operasi Pesta Copet dan Rumah Singgah.

Pencapaian ini menjadi sinyal positif bagi perjalanan Paket Santet di bioskop. Antusiasme penonton sejak hari pertama menunjukkan bahwa premis horor yang ditawarkan film tersebut mampu membangun rasa penasaran publik.

Berbeda dari cerita santet yang umumnya dikemas melalui unsur mistis tradisional, Paket Santet menghadirkan teror dari sesuatu yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari, yakni sebuah paket kiriman.

Premis sederhana itu kemudian berkembang menjadi rangkaian kejadian mengerikan yang menyeret tujuh mahasiswa ke dalam misteri yang semakin sulit mereka hindari.

Tujuh mahasiswa tersebut adalah Deva yang diperankan Fatih Unru, Bela oleh Yasamin Jasem, Celia oleh Gabriella Ekaputri, Ale oleh Fadly Faisal, Firza oleh Fiki Naki, Glen oleh Farandika, serta Kiki yang diperankan Azela Putri.

Masalah dimulai ketika mereka satu per satu menerima paket misterius tanpa identitas pengirim. Upaya mencari tahu siapa sosok di balik paket tersebut justru membawa mereka pada rahasia masa lalu yang selama ini terkubur.

Teror yang mereka alami ternyata bukan muncul tanpa alasan. Ada seseorang yang secara sengaja memilih ketujuh mahasiswa itu sebagai target.

Motifnya berkaitan dengan luka lama akibat perundungan. Bagi mereka yang pernah melakukan perundungan, persoalan itu mungkin telah dianggap selesai. Namun, bagi korban, pengalaman tersebut bisa meninggalkan trauma yang tidak mudah hilang.

Editor: Abdul Rahman
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore