
The Changcuters jadi 'terdakwa' di DCDC Pengadilan Musik. (istimewa)
JawaPos.com - Perjalanan lebih dari dua dekade The Changcuters di industri musik Indonesia menjadi sorotan dalam DCDC Pengadilan Musik Edisi ke-65. Mengusung konsep persidangan parodi yang sarat apresiasi, band rock and roll asal Bandung tersebut "diadili" atas konsistensi mereka dalam berkarya, termasuk pencapaian terbaru menggelar tur konser di Inggris.
Acara yang digelar di Yess Café, Bandung, pada Rabu (29/7), menghadirkan suasana sidang yang menghibur. The Changcuters duduk sebagai terdakwa, sementara Pidi Baiq dan Budi Dalton bertindak sebagai jaksa penuntut umum.
Di sisi lain, Yash Budaya, vokalis Alone At Last, bersama komika Kamaludin Arisatu atau Kamal Ocon menjadi tim pembela. Persidangan dipimpin komedian senior Denny Chandra sebagai hakim ketua, dengan Yoga PHB sebagai panitera, dan disaksikan langsung ratusan penggemar yang tergabung dalam Coklat Friends.
Perwakilan DCDC, Agus Danny Hartono, menjelaskan bahwa The Changcuters dipilih sebagai "terdakwa" karena berhasil menjaga identitas musik mereka selama lebih dari 20 tahun. Mulai dari karakter garage rock, kostum panggung yang khas, hingga aksi panggung penuh energi, semuanya tetap dipertahankan meski band terus berkembang mengikuti zaman.
Menurut Danny, tahun 2026 menjadi momen penting bagi perjalanan The Changcuters. Selain merayakan dua dekade berkarya, grup musik yang dibentuk pada 19 September 2004 juga sukses menggelar tur di tiga kota di Inggris yaitu di Newcastle, Edinburgh, dan London.
"Mereka tampil di tiga kota di Inggris, sekaligus merilis album WOW MA. Dua momentum tersebut menunjukkan bahwa perjalanan The Changcuters masih terus berjalan dan selalu punya cerita baru untuk dibagikan kepada penikmat musik," ujar Danny.
Salah satu topik yang paling menarik dalam persidangan adalah lagu Hijrah ke London yang dirilis pada album Mencoba Sukses tahun 2006. Lirik yang selama bertahun-tahun dianggap sekadar candaan akhirnya benar-benar terwujud ketika The Changcuters tampil di London pada April 2026 dalam rangka tur perayaan 20 tahun perjalanan mereka.
Persidangan juga mengulas awal terbentuknya The Changcuters. Band ini berawal dari lingkungan kampus di Bandung pada 2004 yang digagas oleh Tria, Qibil, dan Dipa. Setahun kemudian Alda dan Erick bergabung, membentuk formasi yang tetap bertahan hingga kini dan menghasilkan sederet lagu yang melekat di generasi 2000-an.
Di hadapan para "hakim", Tria turut mengungkap cerita di balik nama The Changcuters yang selama ini kerap membuat penasaran para penggemar. Ia menegaskan nama tersebut bukan berasal dari arti harfiahnya, melainkan lahir dari sebuah momen berkesan yang dialami kelima personel.

Suami Endah Fitrianingsih Sakit Hati ke Malik Bawazier Atas Kasus Perzinaan
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Port FC di Piala Presiden 2026: Green Force Bisa Sapu Bersih Laga!
Prediksi Skor Arema FC vs DPMM FC di Piala Presiden 2026! Momentum Singo Edan Lolos ke Semifinal
Prediksi Skor Persib Bandung vs Tampines Rovers di Piala Presiden 2026! Maung Bandung Bisa Sapu Bersih Laga
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Port FC di Piala Presiden 2026, Bruno Moreira Siap Hadapi Teror Bonek!
Iran Ubah Strategi Perang, Teheran Kini Sengaja Paksa AS Masuk ke Konflik Lebih Besar
Prediksi Skor Persija Jakarta vs PSMS Medan di Piala Presiden 2026: Macan Kemayoran Jaga Asa ke Semifinal!
Prediksi Skor Persija Jakarta vs PSMS Medan di Piala Presiden 2026, Kesempatan Terakhir Macan Kemayoran ke Semifinal
Jadwal Aston Villa vs Indonesia All Stars: Jam Kick-off, Siaran Langsung, dan Daftar Skuad
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
