
Ratu Meta. (Istimewa)
JawaPos.com - Penyanyi dangdut Ratu Meta sangat sedih dan terpukul lantaran mantan suaminya, Yogi Rinaldi, keberatan dengan putusan Pengadilan Agama Jakarta Timur soal nafkah anak yang diterapkan sebesar Rp 5 juta perbulan.
Ratu Meta sedih karena angka Rp 5 juta untuk 2 orang anak dinilainya sudah sangat kecil. Akan tetapi, Yogi justru keberatan sehingga dia pun mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi Agama Jakarta.
"Capek saya menunggu perceraian selesai, apalagi dia melakukan banding. Sampai saat ini saya bertahan lihat anak-anak aja. Saya sudah lelah," ujar Ratu Meta saat ditemui di Senayan City, Jakarta, Senin (27/10).
Ratu Meta tahu persis terkait kondisi keuangan Yogi Rinaldi yang pengeluarannya mencapai ratusan juta setiap bulannya. Tapi untuk anak, dia justru tidak bersedia untuk memberikan nafkah yang sudah diputus oleh majelis hakim.
"Pengeluarannya besar perbulannya bisa ratusan juta rupiah. Saya ngomong seperti ini ada bukti print out di satu buku tabungan bank, belum buku tabungan yang lain punya dia," tutur Ratu Meta.
Dia sangat sedih karena mantan suaminya dinilai tidak memiliki cinta dan kasih sayang ke anak-anaknya. Padahal mereka masih kecil membutuhkan kontribusi nyata dari kedua orang tuanya.
"Masak dua anak Rp 5 juta saja berat banget. Buat asuransi pendidikan dan kesehatan saya bayar lebih dari Rp 5 juta," kata Ratu Meta.
"Kok ada ayah setega sama anaknya sendiri. Yang ngasuh saja bayarannya dua orang lebih dari segitu. Sudah berbulan-bulan baru ngasih Rp 3 juta. Itu anak-anak bukan anak tikus, bukan juga anak kucing. Perawatan kucing saja mahal, apalagi ini anak manusia," imbuhnya.
Sementara itu, Machi Achmad selaku kuasa hukum Ratu Meta membenarkan bahwa Yogi Rinaldi keberatan soal nafkah anak sebesar Rp 5 juta terkait putusan majelis hakim Pengadilan Agama Jakarta Timur pada 1 Oktober 2025. Alhasil, Yogi kemudian melakukan upaya hukum banding.
"Dia juga keberatan terkait nafkah iddah senilai Rp 9 juta kepada klien kami, padahal itu tidak besar. Klien kami butuh pakaian, nafkah dan klien kami juga butuh tempat tinggal, sebab sampai sekarang dia masih ngontrak," kata Machi Ahmad.
Menurut dia, pihaknya telah menerima memori banding pada 20 Oktober 2025 lalu. "Kami telah menyiapkan kontra memori banding," kata Machi Achmad.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
