
Jumpa pers Yupi Good Talent 2025. (Abdul Rahman/JawaPos.com)
JawaPos.com - Ajang pencarian bakat untuk anak-anak, Yupi Good Talent (YGT), kembali digelar di tahun ini dan diikuti banyak peserta dari berbagai daerah di Indonesia.
Yupi Good Talent 2025 yang memasuki tahun keenam penyelenggaraannya digelar dengan mengusung tema "From Fun to Fame". Antusiasme untuk mengikuti ajang ini sangat tinggi. Terbukti, ada 10.300 peserta yang mendaftar untuk sejumlah kategori yaitu menyanyi, menari, bermain alat musik, dan lain-lain.
Semua peserta yang mendaftar dilakukan proses audisi untuk dilakukan penyaringan secara bertahap. Sampai akhirnya menyisakan 24 peserta terbaik yang berhak untuk masuk ke babak Grand Final.
"24 peserta ini sebenarnya sudah bisa dibilang juara ya. Cuma mereka memperebutkan juara 1, juara 2, dan juara 3 untuk masing-masing kategori," kata Addyono H. Koloway selaku Marketing Communication Manager PT Yupi Indo Jelly Gum, dalam jumpa pers di bilangan Tebet Jakarta Selatan, belum lama ini.
Ajang pencarian bakat ini sengaja digelar untuk mendorong bakat dan kreativitas di kalangan anak-anak supaya dapat dilatih sejak kecil. Sehingga pada akhirnya nanti, mereka memiliki kemampuan yang sangat baik di dunia kesenian.
“Kami percaya bahwa setiap anak memiliki potensi luar biasa yang layak untuk ditampikan dan dikembangkan,” tutur Addyono H. Koloway.
Psikolog Anak, Yasinta Indrianti, mengatakan bahwa perlu bagi para orang tua mengetahui potensi dan bakat anak-anaknya yang bisa jadi mulai terlihat dengan cukup jelas atau mungkin juga masih tersembunyi dan perlu digali.
Dia menjelaskan, pengenalan minat dan bakat anak merupakan faktor yang sangat penting. Karena dengan itu, mereka dapat mengasah ha sehingga kemampuan,dan anak akan dapat memupuk rasa percaya diri untuk tampil di hadapan banyak orang.
“Lingkungan keluarga maupun sekolah memiliki peran utama dalam mendukung minat dan bakat. Anak yang memiliki ruang untuk berekspresi biasanya lebih bahagia, lebih tangguh, dan lebih siap menghadapi tantangan hidup,” paparnya.
Dia menegaskan bahwa ketika anak mulai mengasah bakat dan kemampuannya, masalah rasa kepercayaan diri bukan sebenarnya bukan lagi masalah.
"Ketika anak memiliki kemampuan, otomatis dia akan memiliki rasa percaya diri. Rasa percaya diri bukan lagi masalah," katanya.
Hal senada juga diungkapkan Widi Mulia. Dia mengatakan bahwa dirinya selama berkarier jadi penyanyi tidak pernah mengasah kemampuan untuk menciptakan lagu.
Namun setelah memiliki anak,Widi Mulia berlatih mengasah kemampuannya dalam menciptakan lagu anak. Dan ternyata, lagu ciptaannya itu berhasil memenangkan ajang pemberian penghargaan.
"Aku menciptakan lagu anak dan dinyanyikan trio oleh anak-naakku sendiri. Selama 2 tahun berturut-turut, berhasil memenangkan AMI Awards," tutur Widi Mulia.
Yasinta Indrianti menimpali, apa yang dialami Widi Mulia menjadi bukti nyata bahwa mengasah bakat tidak mengenal batasan usia. Bisa dilakukan dari sejak masih usia anak-anak hingga mereka yang sudah lanjut usia sekalipun.

14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Korban Dicekoki Miras Hingga Tak Sadar, Pelaku Pemerkosaan Cipondoh Masih Dicari
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
