
Ashanty resmi tutup bisnis kue Lumiere setelah 6 tahun beroperasi akibat adanya permasalahan internal. (instagram: ashanty_ash)
JawaPos.com - Perjuangan dan semangat Ashanty untuk mempertahankan apa yang menjadi haknya atas tanah ribuan meter warisan mendiang ayahnya yang diserobot orang tidak kunjung padam. Dia justru semakin bersemangat untuk terus mengurusi tanah tersebut supaya hanya kembali ke tangannya.
Perjuangan Ashanty ini memang sungguh tidak mudah. Pasalnya, tanah yang terletak di daerah Sawangan, Depok, itu sudah dijual ke developer. Tanah warisan ayah Ashanty ternyata memiliki sertifikat ganda.
"Waktu itu papaku beli tanah di sini kayak ada lima tempat yang berbeda. Yang dua suratnya jadi satu, yang tiga yang masih ada, yang satu dulu sudah hilang, nggak ketahuan suratnya dimana," kata Ashanty di bilangan Sawangan, Depok, Kamis (18/9).
Ashanty mengaku siap untuk mencarikan solusi yang terbaik atas tanah peninggalan ayahnya itu dengan mengedepankan komunikasi yang baik dan berusaha mencari jalan penyelesaian yang menguntungkan bagi semua pihak.
"Kita sempat 2 tahun, 3 tahun berusaha cari solusi, gimana nih caranya? Dia tetap dia bilang, 'Iya, iya.' Tiba-tiba sudah dijual saja kemarin setelah bertahun-tahun tahan-tahanan. Mungkin dia tahu aku sibuk," kata Ashanty.
Menurut Ashanty, pilihan terberatnya, dia pun siap untuk membagi dua atas hasil penjualan tanah peninggalan ayahnya dengan pemilik sertifikat yang lain. Namun sayangnya, pemilik sertifikat yang menjual tanah ayah Ashanty ke developer belum membayar, baru diberikan DP.
"Katanya baru dibayar DP dan kecil banget. Dia juga stres katanya. Nah, sekarang si developer ini yang aku kecewanya, main bangun-bangun saja. Dia kayak nggak peduli," tutur Ashanty.
Dia menegaskan akan mengejar apa yang menjadi haknya atas tanah peninggalan almarhum ayahnya. Ashanty bahkan siap berperkara dengan developer pembeli tanah milik ayahnya demi memperjuangkan hak.
"Dan aku bilang, 'aku nggak akan diam, aku akan berjuang terus karena kamu mau bangun perumahan kayak apa juga akan aku kejar terus. Dan orang nggak akan ada yang mau beli rumahnya orang, rumah dari tanah sengketa'. Aku bilang begitu sama developer," paparnya.
Sejauh ini, menurut Ashanty, pihak developer belum memberikan respons yang positif. Namun, dia memastikan akan terus berusaha mengejar hak atas tanah ribuan meter peninggalan ayahnya itu.

Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kronologi Tewasnya Satpam Jatiluhur Purwakarta: Rekam Vandalisme hingga Tewas Terborgol
Donald Trump Terjebak! Perang Iran Seret Presiden AS ke Krisis Politik dan Militer
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Profil Mitchell Baker: Striker Naturalisasi Timnas Indonesia Berdarah Yogyakarta, Debut Gemilang di Piala AFF 2026
Profil Aripat, Suami Nathalie Holscher: Dari Sales hingga Menjadi Pengusaha
Profil Santyka Fauziah, Kekasih Sule yang Didoakan Nathalie Holscher Segera Menikah
Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Sempat ‘Hilang’ dari Bangku Cadangan saat Timnas Indonesia Gulung Kamboja, John Herdman Ungkap Alasannya
