Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 27 Agustus 2025 | 02.55 WIB

Launching Yayasan, Samosir Music International Punya Konsep Lokal ke Global

Momen saat Saut Situmorang bernyanyi membawakan lagu The Goodnes Of God dalam acara launching Yayasan Lestari Budaya Sumatera di bilangan Manggarai, Jakarta Selatan. (istimewa) - Image

Momen saat Saut Situmorang bernyanyi membawakan lagu The Goodnes Of God dalam acara launching Yayasan Lestari Budaya Sumatera di bilangan Manggarai, Jakarta Selatan. (istimewa)

JawaPos.com - Setelah bertahun-tahun bekerja untuk melestarikan sekaligus mengembangkan kebudayaan Sumatera dalam sejumlah acara, akhirnya di-launching Yayasan Lestari Budaya Sumatera yang akan mewadahi aktivitas kesenian lokal di masa yang akan datang.

Launching yayasan ini digelar di bilangan Manggarai, Jakarta Selatan, pada akhir pekan lalu, dan dihadiri sejumlah musisi asal Sumatera dan juga sejumlah pegiat seni-budaya. Saut Situmorang yang selama ini menyampaikan pesan positif tentang antikorupsi lewat lagu dan film juga turut hadir.

"Yayasan ini akhirnya kita dirikan setelah kita melakukan banyak hal untuk Samosir dan Danau Toba pada umumnya. Kita perlu melibatkan banyak orang untuk kerja sama gotong royong mengembangkan seni dan budaya di Samosir," kata Henry Manik selaku Ketua Yayasan Lestari Budaya Sumatera.

Selama bertahun-tahun kegiatan seni dan budaya untuk tujuan melestarikan sekaligus mengembangkan budaya Sumatera telah dilakukan. Salah satu event besar yang dilakukan dan akan terus dikembangkan ke depannya adalah Samosir Music International.

Menariknya, Samosir Music International punya konsep yang unik dan menarik dalam setiap perhelatannya yang digelar pertama kalinya pada 2004 silam. Event musik ini digelar dengan melibatkan talenta-talenta unggul dari Sumatera dan kemudian dikolaborasikan dengan musisi dunia.

Sejumlah musisi dari berbagai negara sudah pernah diundang untuk tampil di ajang Samosir Music International. Beberapa di antaranya yaitu Herman Delago (Austria), Subterranean Street Society, Sangeet Kala Sangam (India), Mafidz (Malaysia), dan lain-lain.

"Kita sempat bawa orkester dari Austria sebanyak 5 orang. Nadine Beiler dari Austria, pemenang Starmania, kita juga sempat datangkan. Terus Salammusik dari Malaysia, kita juga sempat bawa. Prinsipnya, kita coba undang musisi dari banyak negara," paparnya.

Menariknya, Samosir Music International memiliki konsep yang menarik. Siapapun musisi yang dihadirkan harus membawakan lagu Batak.

"Kita mencari artis-artis luar negeri saat mereka manggung di beberapa festival. Kita dekati, kita kasih konsep. Mereka harus bisa bawain lagu Batak. Cuma untuk style mereka dalam bermusik kita nggak ganggu gugat," ungkapnya.

Dalam acara launching tersebut, sejumlah musisi tampil di atas panggung. Salah satunya adalah Saut Situmorang membawakan lagu berjudul The Goodnes Of God. 

"Acara ini juga menjadi bagian pemanasan menuju Samosir Music International 2026," ungkapnya.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore