
Agenda Europe on Screen di Indonesia. Istimewa
JawaPos.com–Usai dua tahun diadakan secara virtual, edisi ke-22 festival film tahunan Uni Eropa (UE) Europe on Screen (EoS) akan digelar dengan format hybrid pada 2022. Pemutaran film secara luring (offline) diadakan 16–26 Juni.
Surabaya menjadi salah satu kota digelarnya acara itu. Beberapa kota lain adalah Jakarta, Bandung, Denpasar, Medan, dan Jogjakarta. Europe on Screen (EoS) adalah Festival Film Uni Eropa di Indonesia yang bertujuan memperkenalkan dan mempromosikan film-film produksi berbagai negara Eropa di Indonesia.
Festival Film Uni Eropa diadakan pertama kali di Indonesia pada 1990 dan kedua pada 1999. Mulai 2003, Festival Film Uni Eropa di Indonesia diadakan setiap tahun dengan nama Europe on Screen (EoS).
Sama seperti edisi sebelumnya, EoS 2022 akan menayangkan film-film Eropa yang bernilai hiburan tinggi. Penonton juga dapat mengakses film-film pilihan yang ditayangkan di Europe on Screen 2022 secara daring (online) melalui situs festivalscope.com, 20–30 Juni.
Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia Vincent Piket mengatakan, tahun ini, festival film Europe on Screen (EoS) akan menghadirkan 69 film terkini dari 20 negara anggota UE serta 5 negara Eropa lainnya.
”Ada beragam pilihan film impresif yang ditayangkan, dari thriller ke komedi, film romantis hingga musikal. Ada drama juga horor. Beberapa film pemenang penghargaan yang menangkap isu-isu terkini seperti pandemi, migrasi, perang. Kami juga akan menyelenggarakan acara-acara tambahan yang menarik seperti diskusi, webinar, dan pameran,” papar Vincent pada Sabtu (25/6).
Festival dibuka dengan Do Not Hesitate (2021). Film dari Belanda itu mengawali pada 16 Juni dan ditutup dengan film The Big Hit (2020) dari Perancis pada 26 Juni.
”Do Not Hesitate terpilih sebagai film pembuka, bukan hanya karena film ini merupakan nominasi dari Belanda untuk Piala Oscar ke-94 kategori International Feature Film, tapi juga karena film ini bercerita dari sisi kemanusiaan antar tentara dalam area konflik, sebagai refleksi tepat dari situasi dunia yang saat ini tengah kita alami,” ujar Vincent Piket.
Co-Direktur Festival Meninaputri Wismurti memastikan, Europe on Screen selalu memutar film yang menarik dan beresonansi dengan para penonton di Indonesia. ”Film penutup kami adalah The Big Hit yang bergenre komedi yang akan menginspirasi optimisme bagi siapa pun yang mau bermimpi dan berusaha,” terang Meninaputri Wismurti.
EoS lanjut dia, memberikan dukungan kepada industri perfilman Indonesia melalui kompetisi Short Film Pitching Project (SFPP). Kompetisi tahunan itu mengundang submisi dari para pembuat film Indonesia yang memiliki ide brilian untuk film pendek.
”Pemenangnya mendapatkan pendanaan parsial untuk memproduksi idenya menjadi film serta dipertontonkan pada acara EoS tahun selanjutnya,” papar Meninaputri Wismurti.
Kompetisi itu telah dimulai pada 2018 dan telah melahirkan film-film pendek berkualitas yang telah diputar di berbagai festival film pendek di seluruh dunia. Penayangan perdana kompilasi film pendek pemenang SFPP EoS 2021 diadakan pada 19 Juni di GoetheHaus. Film-film pendek itu Bibir Merah Siapa yang Punya – Pawadi Jihad & Haris Supiandi (Pontianak), Men and Their Birds – Andrew Kose & Evi Cecilia (Jakarta), What Ceti Does (Riwayat Ceti) – Azalia Muchransyah & Adhi Anugroho (Bogor). Ketiga film pemenang SFPP EoS 2021 itu juga ditayangkan online pada 20–30 Juni di festivalscope.com.

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
