Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 25 Juni 2024 | 22.31 WIB

Orang Tuanya Banggakan Gelar Haji, Begini Respons Atta Halilintar

Atta Halilintar memboyong istri dan dua anaknya melaksanakan ibadah umrah di 10 hari terakhir bulan Ramadhan - Image

Atta Halilintar memboyong istri dan dua anaknya melaksanakan ibadah umrah di 10 hari terakhir bulan Ramadhan

JawaPos.com–Orang tua Atta Halilintar banggakan gelar haji anaknya. Anofial Asmid, ayah Atta, sampai melayangkan protes pada MC di acara lamaran Thariq Halilintar dan Aaliyah Massaid lantaran tidak menyebutkan haji pada Atta Halilintar yang baru saja pulang melaksanakan ibadah haji bersama sang istri, Aurel Hermansyah.

Tak hanya itu, Geni Faruk, ibunda Atta Halilintar juga membanggakan Thariq Halilintar yang disebutnya sudah berhaji karena dibawanya ke Tanah Suci saat masih bayi. Geni Faruk terlihat sangat membanggakan Thariq yang disebutnya juga sudah berhaji.

Disinggung hal tersebut, Atta Halilintar tidak mau menyalahkan orang tuanya. Dia berusaha memberikan konteks atau latar belakang kenapa orang tuanya sangat membanggakan gelar haji.

Menurut Atta Halilintar, untuk dapat melaksanakan ibadah haji pada zaman dulu perjuangannya sungguh sangat sulit. Karena hal tersebut, muncul rasa bangga berhasil melaksanakan ibadah haji.

”Mungkin karena perjuangannya berat ya bukan hanya dari materi, tapi juga tenaga. Haji dulu kan nggak kayak sekarang ya. Mungkin bangga bisa bawa (Thariq haji),” kata Atta Halilintar kepada wartawan, Selasa (25/6).

Seiring viralnya pernyataan dari orang tua Atta Halilintar di media sosial, penjelasan ustad Adi Hidayat soal gelar haji kembali menjadi sorotan publik.  Penceramah yang kini berusia 39 tahun mengingatkan bahwa haji bukan merupakan gelar. Celaka bagi orang yang telah berhaji namun malah menganggap haji sebagai gelar.

”Hei, orang yang sudah haji. Ingat, itu bukan gelar,” kata Ustad Adi Hidayat tegas.

Karena bukan gelar, haji boleh saja diucapkan orang lain kepada orang yang sudah berhaji namun juga boleh tidak mengucapkannya. Namun ketika haji itu diucapkan orang lain kepada orang yang sudah melaksanakan ibadah haji, maknanya bukan untuk membanggakan diri karena sudah melaksanakan ibadah haji. Justru pada saat itu Allah sedang memberikan peringatan pada orang yang telah berhaji lewat mulut orang.

”Kalau Anda sudah haji kemudian dipanggil Pak Haji, Bu Haji, itu kalimat yang Allah titipkan lewat lisan orang lain untuk mengingatkan kita. Kamu sudah diampuni dosanya, banyak pahala, jangan lagi berbuat maksiat untuk menukar surga,” kata Adi Hidayat.

Dia beberapa kali mengingatkan bahwa haji bukan gelar. Sebab, dalam Islam, kata Adi Hidayat, sebuah ibadah yang dilakukan muslim dan muslimah, tidak kemudian melahirkan suatu gelar.

”Silakan cek, kalau ada gelar di ibadah tentu di Islam akan banyak gelar tanpa wisuda. Adi Hidayat, SHI (sholat haji infak). Kalau dipanggil haji artinya, Pak Anda sudah haji ya, jangan maksiat lagi,” kata Adi Hidayat.

Adi Hidayat menyindir keras orang yang baru saja selesai melaksanakan ibadah haji namun menyombongkan diri atau pamer melalui unggahan di media sosial. Dia tegas menyatakan bahwa tindakan itu keliru.

”Jangan langsung ubah status, Alhamdulillah selama ini mimpi saya tercapai jadi haji. Dipanggil Mas Dimas lewat saja, Pak Haji Dimas, eh Assalamu alaikum. Hati-hati,” tandas ustad Adi.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore