Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 25 Maret 2024 | 23.53 WIB

Kritik Pedas untuk Film Kiblat, Penulis Naskah GGS: Posternya Paling Goblok yang Pernah Gue Lihat

Poster film Kiblat.



JawaPos.com-- Kritikan pedas pada film Kiblat juga datang dari penulis naskah skenario sinetron fenomenal Ganteng Ganteng Serigala (GGS), Andi Atthira. Poin kritikannya terletak pada poster dari film garapan rumah produksi Leo Pictures tersebut.

"Gue jarang komen buruk film Indonesia. Tapi film itu termasuk yang official posternya paling goblok yang pernah gue lihat," ujar Andi Atthira dalam unggahannya di Instagram, Senin (25/3).

Dia secara terus terang merasa terganggu dengan poster film Kiblat yang memperlihatkan ada orang yang sedang melakukan rukuk, salah satu gerakan di dalam ibadah sholat, kemudian dikaitkan dengan hal-hal berbau horor. Dimana tubuhnya seolah ditekuk ke atas dengan kepada menghadap ke atap dengan wajah yang menyeramkan.
 
 
Andi Atthira sama sekali tidak setuju apabila ibadah yang suci seperti sholat malah dijadikan media untuk menciptakan ketakutan. Dan penerimaan di publik bisa jadi mencitrakan seolah ibadah sholat menjadi hal yang menakutkan.
 
"Apa iya sholat itu semenakutkan ini. Bikin film mbok ya mikir, jangan asal bikin apalagi nyari sensasi agar filmnya laku dengan menjadikan sholat sebagai permainan yang menakutkan,"katanya.

Menurut Andi Atthira, poster film Kiblat hampir sama dengan film Makmum yang tayang beberapa tahun silam. Namun, dia mengakui, poster film Makmum tidak terlalu seram apabila dibandingkan dengan film Kiblat membuat adegan rukuk menjadi sosok hantu yang menakutkan.

"Rumah produksi Leo Pictures harus bertanggungjawab terhadap kebodohan yang mereka ciptakan melalui posternya. Sebaiknya film ini kalian skip dari daftar film yang akan kalian tonton. Lebih bagus lagi kalau diboikot sekalian," imbuhnya.

Poin kritikan Andi Atthira hanya pada poster film Kiblat yang dianggap sudah kelewat batas. Sementara untuk judul film garapan sutradara Bobby Prasetyo, tidak terlalu dipersoalkannya.

"Ini bukan tentang judulnya Kiblat, karena secara etimologi kiblat itu artinya arah yang tidak ada kaitannya dengan ka'bah, kiblat umat Islam saat beribadah. Kebetulan saja, kiblat berasal dari bahasa Arab, qibla yang artinya juga arah. Akan tetapi dalam konteks Islam, istilah ini mengacu kepada arah khusus yang terkait dengan ibadah," katanya.

Andi Atthira juga menyatakan bahwa dirinya tidak terlalu yakin film Kiblat akan diterima di luar negeri seandainya film tersebut akan diputar di sejumlah negara tetangga.

"Barangkali ini akan menjadi film berikutnya yang akan dicekal di Malaysia, Singapore dan Brunei Darussalam jika dijual disana, setelah film Siksa Neraka, yang justru laris di tanah air," tandasnya.
 
Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore