
Teater Egyptian Hollywood pertama kali dibuka pada Oktober 1922. (Sumber: AFP)
JawaPos.com - Teater Egyptian, yang menjadi tuan rumah pemutaran perdana karpet merah pertama di Hollywood dan telah berdiri sejak hampir satu abad yang lalu, dibuka kembali minggu ini di bawah kepemilikan baru oleh Netflix.
Tenggelam dalam industri film dan streaming, bioskop film terkenal di Los Angeles mungkin tampak seperti investasi yang mustahil bagi raksasa streaming yang telah menghasilkan banyak uang dengan meyakinkan pemirsa untuk menonton film di TV, laptop, dan bahkan ponsel mereka.
Namun bagi co-CEO Netflix, Ted Sarandos, kesempatan untuk menyelamatkan institusi Tinseltown yang sedang hancur dan menunjukkan kemajuan pesat dari perusahaannya bukanlah suatu hal yang sulit.
"Hollywood adalah soal simbol," katanya dilansir AFP.
"Hollywood Sign dan teater ini mungkin adalah dua simbol Hollywood yang paling ikonik. Sayangnya, yang satu ini telah runtuh," lanjutnya.
Teater ini pertama kali dibuka pada Oktober 1922, dengan pemutaran perdana film 'Robin Hood' karya Douglas Fairbanks.
Pada saat itu, panitia memasang lampu yang menyilaukan untuk memikat penonton, dan menggelar karpet merah di halaman teater untuk tamu VIP termasuk Charlie Chaplin.
Selama beberapa dekade berikutnya, Teater Egyptian mengalami masa-masa sulit, dan mengalami kerusakan besar akibat gempa bumi Los Angeles pada 1994.
Perusahaan ini diambil alih oleh lembaga nirlaba American Cinematheque, yang memperbaiki gedung tersebut, namun mengalami kesulitan mendanai pemeliharaannya hingga Netflix hadir untuk mengakuisisi.
Perusahaan raksasa streaming itu setuju untuk membiayai renovasi teater tersebut. Perusahaan belum mengungkapkan biayanya, namun perkiraannya sekitar USD 70 juta atau setara dengan Rp 1 triliun.
"Kami, sebagai organisasi nirlaba, sedang berjuang,” kata Rick Nicita, ketua American Cinematheque.
"Mereka datang dan membentuk kemitraan yang hebat dengan kami. Mereka memahami apa yang kami coba lakukan," tambahnya.
Berdasarkan kesepakatan tersebut, Netflix akan mengadakan pemutarannya sendiri selama seminggu, dimulai dengan 'The Killer' karya David Fincher pada Kamis (9/11), sedangkan American Cinematheque akan menampilkan film klasik seperti 'Lawrence of Arabia' pada akhir pekan, dilansir dari Japan Today.
"Kami menyewa bioskop sepanjang waktu, di New York dan LA, untuk melakukan pemutaran film dan acara kami," kata Sarandos.
"Jadi gagasan bahwa kita bisa melakukan upaya itu untuk menghasilkan pelestarian sesuatu yang hebat? Rasanya seperti saling menguntungkan," lanjutnya.

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
