
Polisi geledah HYBE terkait dugaan manipulasi saham pendiri Bang Si Hyuk dalam kasus penipuan keuangan. (Allkpop)
JawaPos.com - Kepolisian Korea Selatan baru-baru ini menggelar operasi penggeledahan intensif di kantor pusat HYBE, perusahaan hiburan besar yang didirikan oleh Bang Si Hyuk.
Melansir laman Allkpop, penggeledahan ini merupakan bagian dari penyelidikan mendalam terkait dugaan penipuan dan manipulasi saham yang melibatkan pendiri HYBE tersebut.
Menurut keterangan dari Divisi Investigasi Kejahatan Keuangan Kepolisian Metropolitan Seoul, mereka telah mengantongi surat perintah penggeledahan yang berlaku selama satu bulan, dimulai dari awal Juli hingga 16 Agustus 2025 waktu Korea Selatan (KST).
Yang menarik, surat perintah ini memiliki klausul yang jarang diberikan, yakni mengizinkan penggeledahan dilakukan sebelum fajar dan juga setelah matahari terbenam.
Hal ini melampaui batasan umum yang diatur dalam Pasal 125 Undang-Undang Acara Pidana, menandakan keseriusan kasus ini.
Lingkup penggeledahan yang dilakukan oleh polisi sangat luas dan mendalam. Tidak hanya fokus pada kantor pimpinan dan sekretariat, tim penyidik juga memeriksa departemen keuangan, akuntansi, hingga bagian hukum HYBE.
Lebih jauh lagi, penggeledahan mencakup beberapa departemen lain yang tidak disebutkan secara spesifik, yang diduga menyimpan dokumen atau barang bukti penting terkait dugaan manipulasi saham.
Kecurigaan terhadap Bang Si Hyuk muncul dari dugaan bahwa pada tahun 2019, sebelum HYBE resmi melakukan penawaran umum saham perdana (IPO), Bang disebut-sebut telah memberikan informasi yang menyesatkan kepada investor awal.
Ia diklaim menyatakan bahwa perusahaan tidak akan menggelar IPO dalam waktu dekat, namun di sisi lain mengatur penjualan saham HYBE kepada entitas khusus yang terkait dengan investasi ekuitas swasta miliknya sendiri.
Dugaan tindakan ini jika terbukti benar berarti terdapat manipulasi pasar yang merugikan para investor.
Pemerintah Korea Selatan sendiri menaruh perhatian besar terhadap kasus ini. Presiden Lee Jaemyung dalam beberapa kesempatan menegaskan pentingnya penegakan hukum yang tegas dalam melawan praktik manipulasi pasar saham.
Ia menyatakan, “Kita harus menunjukkan kepada semua pihak bahwa memanipulasi pasar saham di Korea akan berakibat fatal dan tidak ditoleransi.”
Meski penggeledahan fisik di kantor pusat HYBE di kawasan Yongsan sudah selesai dilakukan, penyelidikan masih terus berlanjut.
Kepolisian bekerja sama erat dengan kejaksaan khusus dari Badan Pengawas Keuangan untuk mengumpulkan bukti dan memproses kasus ini secara tuntas.
Kasus ini menjadi sorotan besar di industri hiburan dan pasar modal Korea, karena melibatkan salah satu figur paling berpengaruh di dunia musik dan bisnis hiburan.

Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
Bocor! 3 Alasan Krusial Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Nomor Dua Jadi Kunci Utama
Ada Pemain Bali United yang Dirumorkan Gabung Persebaya Surabaya Musim Depan, Bonek Sebutkan 3 Nama Termasuk Irfan Jaya
Kunker Luar Negeri Presiden Dikritik, Teddy Singgung Dino Patti Djalal yang hanya 3 Bulan jadi Wamenlu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Wariskan 39 Gol yang Sulit Dilupakan
Harga BBM Pertamina Nonsubsidi Terbaru Per 1 Juni 2026, Dex Series Turun, Pertamax Turbo Naik
Viral Penonton Konser F4 di Jakarta Kena Campak Sebelumnya, Kemenkes Lakukan Pengecekan
