Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 12 Mei 2023 | 00.04 WIB

Antonio Dedola Ungkap Detik-detik Kabur dari Rumah Nikita Mirzani Usai Dipukul, Ditinju, dan Diancam

Antonio Dedola akhirnya mengungkapkan kronologi dirinya keluar dari rumah Nikita Mirzani. - Image

Antonio Dedola akhirnya mengungkapkan kronologi dirinya keluar dari rumah Nikita Mirzani.

JawaPos.com - Mantan suami Nikita Mirzani, Antonio Dedola akhirnya mengungkapkan kronologi dirinya keluar dari rumah artis kontroversi itu. Toni - sapaan akrabnya, mengaku sudah tak tahan, karena kerap menerima tindak kekerasan.

Antonio Dedola mengatakan Nikita Mirzani kerap emosi dan marah-marah hingga berujung melakukan kekerasan. Toni mengaku sering diminta pergi dari rumah, namun tiap kali beres-beres barang malah dikasari. Salah satunya, saat dirinya ingin mengantar Laura atau Loli, putri Nikita yang ingin kuliah di London.

“Nikita bilang kemasi barang dan bilang tinggalkan rumahnya, saat saya mengemas barang, dia menjerit dan meminta saya cepat, membuang semua pakaian saya di lantai,” ujarnya di video The Truth yang diunggah di channel YouTube-nya, Kamis (11/5), seperti dilansir Pojoksatu.id (Jawa Pos Group).

Pertengkaran demi pertengkaran sudah kerap terjadi, namun, Antonio selama ini mencoba sabar. Di antaranya, Nikita meminta Toni memutuskan komunikasi dengan adiknya bernama Ricky.

“Saat itu kita juga bertengkar soal adik saya Ricky. Dia mau saya memutuskan komunikasi tanpa alasan, dia tidak menyukai adik saya. Dia meminta saya memilih dirinya atau Ricky. Walaupun Ricky bukan adik biologis saya, saya mengenalnya seumur hidup saya. Jadi enggak ada alasan saya mengikuti maunya Nikita,” beber Toni.

Pertengkaran lain saat Toni sebagai suami memprotes Nikita joget-joget saat Live TikTok. “Kami juga bertengkar ketika Nikita membuat konten di TikTok, joget-joget yang penontonnya banyak laki-laki. Bayangkan dia meminta saya memutuskan hubungan dengan adik saya tapi saat saya bilang sebagai suami tidak mau istri saya bertindak seperti itu saat live TikTok, aku malah dibilang enggak mendukung dia,” tutur Toni.

Toni malah mengaku dipukul saat menegaskan tak akan memutuskan komunikasi dengan adiknya. “Dia memukulku di bagian wajah. Dia tinju, tendang dan melempar barang ke kepala dan punggungku. Ini bukan pertengkaran layaknya suami istri, ini pertengkaran seperti action anime. Aku tidak membalas, aku hanya ingin mengemas barang-barang dan pergi,” ungkapnya.

Toni mengatakan saat itu masuk ke kamar dan berusaha mengemas barang lainnya. Dia meminta bantuan ART, namun langsung dilarang Nikita. “Aku tanya ART bisa enggak bantu, tapi Nikita bilang jangan bantu, jadi aku mengemas barangku sendiri,” sebutnya.

Nikita juga disebutnya mengancam ingin membakar kopernya. “Aku tahu tidak akan bisa membawa barangku dari rumah, dan meningalkam rumah, jadi aku membatalkan penerbagan dan menetap di rumah. Tapi aku tahu harus keluar dari rumah,” papar Toni.

“Karena ini bukan pertama kali dia memukul aku, tapi aku janji ini yang terakhir kali,” lanjut Toni.

Kemudian keadaan terlihat baik kembali. Nikita meminta maaf lagi. “Aku tahu dia sedang bad mood dan minum. Itu terjadi saat bulan Ramadan, aku datang ke bar dan menjemputnya karena khawatir
dia sangat mabuk. Dia bercerita, mengucapkan kata-kata kasar, yang tidak akan kalian bayangkan. Aku seperti tahanan,” tutur Toni.

Kemudian, setelah Nikita tidur, Toni benar-benar menyiapkan pelariannya. Dia sudah tak tahan lagi. “Aku menunggu saat dia tidur, tidak ada cara lain. Karena kalau dia tahu aku pergi membawa barang-barangku, yang terjadi kekerasan seperti yang terjadi seminggu sebelumnya,” tandas Toni.

“Aku pilih keluar rumah diam-diam. Aku keluar dan naik pesawat dan balik ke rumahku di Jerman. Aku mengirimkan dia pesan, aku butuh waktu untuk memikirkan semuanya. Aku tidak menceraikannya saat itu, aku hanya butuh waktu. Aku mantan polisi yang tujuh tahun jadi petugas di lapangan dan harus melalui situasi ini,” ungkapnya.

Toni menegaskan tahu bagaimana membalas jika dipukul. Sebagai mantan polisi tentu punya keahlian, namun tak mungkin dia memukul seorang perempuan. “Aku tahu bagaimana berantem. Tapi, aku harus melepaskan toxic situation. Dan, aku melarikan diri darinya, bukan anak-anaknya,” tegas Toni.

Toni yang telah jadi mualaf saat menikahi Nikita, kecewa atas ulah mantan istrinya yang menghina ibunya dan mengumbar kebohongan. “Islam mengajarkan bagaimana berharganya seorang ibu. Faktanya kau selalu mem-posting kebohongan di Instagram menyebut aku mencuri barang, makanya aku menceraikanmu. Ini ter-blow up ke media semua karena dirimu sendiri,” pungkas Antonio Dedola.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore