Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 24 April 2025 | 03.17 WIB

Fedi Nuril Hadapi Ancaman Boikot dengan Santai

Aktor Fedi Nuril. (Shafa Nadia/Jawa Pos)



JawaPos.com–Fedi Nuril menjadi salah satu figur publik yang berani menyuarakan opini pribadi terhadap isu-isu politik di platform X. Dia juga tak segan mengkritik kebijakan dan kinerja pemerintah yang bisa menimbulkan beragam reaksi hingga kontroversi.

Seruan untuk memboikot film-film yang dibintanginya pun sempat tersiar. Namun, aktor berusia 42 tahun itu mengaku tidak merasakan dampak nyata. Sejauh ini, segala hasutan dari masyarakat maupun buzzer yang kontra dengan pendapatnya, sama sekali tidak memengaruhi karir Fedi di industri perfilman. 

“Alhamdulillah nggak terasa karena film Bila Esok Ibu Tiada hampir 4 juta penonton,” kata Fedi saat ditemui di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan.

Dia juga menegaskan, tidak pernah mendapat peringatan khusus dari para produser untuk mengontrol ketikannya selama terikat kontrak kerja. 

Nggak sih, Alhamdulillah nggak ada masalah. Mereka sudah tahu jawaban saya kalau nyuruh tone down, saya bilang Bapak bagian dari penguasa, ya? Mau membungkam saya. Dan kalau saya dijauhi produser, ya menurut saya aneh,” tutur bapak tiga anak tersebut. 

Fedi berpendapat bahwa semestinya masyarakat bisa sepatutnya menerima dan menghargai perbedaan pendapat. Juga mengakui bahwa karya-karya yang dibintanginya memang berkualitas. Sehingga tidak perlu menghasut orang lain untuk memboicot filmnya.

Apalagi, kedua hal tersebut sejatinya merupakan dua konteks yang berbeda.

“Kalau bagus ya terima aja orang mau nonton apa. Apalagi, itu political statement. Saya bukan kriminal, bukan koruptor. Jadi, kalau karyanya bagus, Insya Allah ada yang nonton. Alhamdulillah banyak, jadi nggak ngaruh,” ujar Fedi. 

Pemain film Ayat-Ayat Cinta itu tak memungkiri bahwa isi pesan media sosial pribadinya penuh dengan kiriman dari para buzzer. Bukan cuma berisikan kata-kata umpatan, namun juga sampai ada yang berani melontarkan ancaman. Dia pun punya cara khusus mengatasi perkara tersebut dengan kepala dingin.

“Di DM ya cuma maki-makian doang. Ancaman ada, tapi biasanya langsung saya posting balik. Saya share yang ancem-ancem,” ujar Fedi.

Semua hujatan maupun ancaman yang diterimanya hanya sebatas perang kata di media sosial saja. Ketika berada di ruang publik, Fedi justru malah mendapat respons baik dari banyak orang.

“Alhamdulillah kalau di luar gini, di tempat umum malah banyak yang bilang terima kasih sudah bersuara. Cuma di medsos aja sih serangan-serangan itu, di dunia nyata nggak ada,” tandas Fedi Nuril

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore