Aktor Fedi Nuril. (Shafa Nadia/Jawa Pos)
JawaPos.com–Fedi Nuril menjadi salah satu figur publik yang berani menyuarakan opini pribadi terhadap isu-isu politik di platform X. Dia juga tak segan mengkritik kebijakan dan kinerja pemerintah yang bisa menimbulkan beragam reaksi hingga kontroversi.
Seruan untuk memboikot film-film yang dibintanginya pun sempat tersiar. Namun, aktor berusia 42 tahun itu mengaku tidak merasakan dampak nyata. Sejauh ini, segala hasutan dari masyarakat maupun buzzer yang kontra dengan pendapatnya, sama sekali tidak memengaruhi karir Fedi di industri perfilman.
“Alhamdulillah nggak terasa karena film Bila Esok Ibu Tiada hampir 4 juta penonton,” kata Fedi saat ditemui di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan.
Dia juga menegaskan, tidak pernah mendapat peringatan khusus dari para produser untuk mengontrol ketikannya selama terikat kontrak kerja.
“Nggak sih, Alhamdulillah nggak ada masalah. Mereka sudah tahu jawaban saya kalau nyuruh tone down, saya bilang Bapak bagian dari penguasa, ya? Mau membungkam saya. Dan kalau saya dijauhi produser, ya menurut saya aneh,” tutur bapak tiga anak tersebut.
Fedi berpendapat bahwa semestinya masyarakat bisa sepatutnya menerima dan menghargai perbedaan pendapat. Juga mengakui bahwa karya-karya yang dibintanginya memang berkualitas. Sehingga tidak perlu menghasut orang lain untuk memboicot filmnya.
Apalagi, kedua hal tersebut sejatinya merupakan dua konteks yang berbeda.
“Kalau bagus ya terima aja orang mau nonton apa. Apalagi, itu political statement. Saya bukan kriminal, bukan koruptor. Jadi, kalau karyanya bagus, Insya Allah ada yang nonton. Alhamdulillah banyak, jadi nggak ngaruh,” ujar Fedi.
Pemain film Ayat-Ayat Cinta itu tak memungkiri bahwa isi pesan media sosial pribadinya penuh dengan kiriman dari para buzzer. Bukan cuma berisikan kata-kata umpatan, namun juga sampai ada yang berani melontarkan ancaman. Dia pun punya cara khusus mengatasi perkara tersebut dengan kepala dingin.
“Di DM ya cuma maki-makian doang. Ancaman ada, tapi biasanya langsung saya posting balik. Saya share yang ancem-ancem,” ujar Fedi.
Semua hujatan maupun ancaman yang diterimanya hanya sebatas perang kata di media sosial saja. Ketika berada di ruang publik, Fedi justru malah mendapat respons baik dari banyak orang.
“Alhamdulillah kalau di luar gini, di tempat umum malah banyak yang bilang terima kasih sudah bersuara. Cuma di medsos aja sih serangan-serangan itu, di dunia nyata nggak ada,” tandas Fedi Nuril.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
