Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 22 Maret 2025 | 22.57 WIB

Proses Syuting Film Pabrik Gula Menyesuaikan Sistem Kerja Buruh dan Hasil Panen

Film Pabrik Gula akan mewarnai industri perfilman Tanah Air dengan genre horor religi. (Istimewa) - Image

Film Pabrik Gula akan mewarnai industri perfilman Tanah Air dengan genre horor religi. (Istimewa)

JawaPos.com–Film Pabrik Gula akan mewarnai industri perfilman Tanah Air dengan genre horor religi pekan depan. Dalam acara spesial screening dan gala premier, jajaran tim produksi dan para pemain berhasil mendapat apresiasi besar dari penonton.

Aplause tersebut seolah menjadi bayaran atas usaha mereka menghidupkan film Pabrik Gula. Sutradara Awi Suryadi menceritakan, banyak tantangan yang dihadapi timnya selama memproduksi film tersebut.

Misal, dari proses pencarian lokasi pabrik yang memakan waktu lama hingga ke luar kota. Mereka menggunakan dua pabrik gula asli yang berlokasi di Cirebon, Jawa Barat dan Klaten, Jawa Tengah.

”Kami memerlukan lokasi yang masih aktif karena ada adegan panen tebu, menimbang tebu, tapi schedule mereka nggak bisa diganggu,” kata Awi di Epicentrum XXI, Jakarta Selatan.

Aktifnya kegiatan pabrik membuat tim produksi memiliki waktu terbatas untuk syuting agar tidak mengacaukan sistem kerja para buruh di sana. Di sisi lain, jadwal panen yang berbeda dengan waktu syuting juga membuat Awi harus memborong hasil panen pabrik tersebut.

”Akhirnya kami beli tuh ke petani, empat hektare tebu ditahan jangan dipanen supaya kami bisa syuting. Challenge seperti itu sih, logistiknya agak ribet lah dengan pabrik,” ungkap Awi.

Di momen itu, MD Entertainment juga menggelar ngabuburit bareng para pemain film Pabrik Gula. Mengambil tajuk Pesta Rakyat Pabrik Gula, di dalam rangakaian acara promosi film tersebut pengunjung dihibur dengan beragam penampilan seni dan budaya khas pabrik gula.

Dua di antaranya, tarian tradisional kuda lumping dan prosesi Manten Tebu yang merupakan ritual tradisional di pabrik-pabrik gula sebelum memasuki proses penggilingan tebu. Bukan hanya itu, para pengunjung juga disajikan berbagai macam kuliner atau jajanan tradisional.

Pesta Rakyat Pabrik Gula mengambil konsep langsung dari tradisi seremonial yang biasa dilakukan masyarakat Indonesia, khususnya Jawa. Di mana biasanya saat memasuki musim panen tebu, pabrik-pabrik gula di Jawa akan menggelar selametan sebagai bentuk rasa syukur.

Juga sebagai doa demi kelancaran panen. Umumnya berisi arak-arakan manten tebu oleh warga sekitar, pemberian sesaji, hingga gelaran pasar malam sebagai hiburan penutup hari.

”Saya senang melihat antusiasme penonton. Tema ini sesuai dengan filmnya, ada lagunya juga. Saya memang mau bawa suasana pabrik gula di Lebaran,” kata Produser sekaligus CEO MD Entertainment Manoj Punjabi.

Besarnya antusias serta apresiasi publik terhadap film Pabrik Gula membuat dia yakin bisa memperoleh jutaan penonton hingga menembus angka box office. ”Film ini sangat bagus, ceritanya kuat. Lebaran jadi strategi yang tepat. Saya buat di IMAX, 4DX, atmos soundnya terbaik,” ucap Manoj.

Film Pabrik Gula dibintangi Arbani Yasiz, Ersya Aurelia, Erika Carlina, Wavi Zihan, Bucky B. Mansyur, Dewi Pakis, Budi Ros, dan lainnya. Berkisah tentang teror mencekam yang dialami para buruh pabrik gula musiman.

Ancaman tersebut tidak hanya membuat para buruh celaka. Namun, juga menghilangkan nyawa. Hal itu disebabkan adanya kesahalan yang dilakukan dua buruh pabrik di antara mereka.

Kesalahan besar itu membuat kerajaan demit yang ada di lokasi pabrik gula murka dan menuntut tumbal. Film yang diadaptasi dari thread horor viral milik Simple Man di X itu dijadwalkan tayang pada 31 Maret.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore