JawaPos.com-- Masih ingat dengan pesulap Marcel Radhival yang menghantam keras praktik perdukungan dilakukan Samsudin Jadab sampai terbuka fakta ternyata hanya akal-akalan untuk menipu kliennya?
Marcel Radhival bercerita bahwa hidupnya dulu jauh dari bergelimang harta. Marcel dulunya hanya penjual gorengan. Dia pun memperlihatkan sejumlah foto saat masih berjuang dulu sekitar tahun 2009. Foto lamanya jauh berbeda dari sosok Marcel Radhival sekarang.
"Kunci hidup adalah terima kondisi yang ditakdirkan, sabar, jauhi berkeluh kesah ke manusia, dan terus belajar cara hidup dan berpikirnya orang kaya (orang yang beneran kaya ya bukan terlihat kaya)," ujar Marcel Radhival dalam unggahannya Instagram.
Dia pun bercerita bahwa sejak umur 26 tahun sudah menjadi tulang punggung keluarga. Dan sejak usia 15 tahun, Marcel Radhival mulai bekerja untuk tujuan mendapat penghasilan.
Marcel Radhival tidak malu mengungkapkan sejumlah pekerjaan yang pernah dijalaninya dulu sejak awal bekerja.
"Dari mulai jualan sosis goreng, lanjut jadi karyawan jaga anak kecil di Senayan City, agen asuransi, karyawan edutainment park di Blok M, Jakarta," cerita Marcel Radhival.
Setelah itu, Marcel Radhival memutuskan terjun ke dunia sulap. Diawali dari menjadi pesulap untuk ulang tahun anak kecil. Namun, penghasilan dari sulap tidak mampu menutupi biaya hidupnya. Marcel Radhival pernah menjadi ojek online selama 3 tahun lamanya.
Kariernya semakin bagus setelah menjadi host di sejumlah aplikasi online, jadi pesulap yang muncul di televisi hingga sekarang. Selain itu, Marcel Radhival juga memutuskan menjadi YouTuber yang digelutinya hingga hari ini.
Karier Marcel Radhival terus menanjak dipercaya sebagai pembicara di sejumlah acara atau event penting. Dia juga dipercaya sebagai pesulap mengisi acara perusahaan.
Tak sampai disitu saja, Marcel Radhival juga menjadi Komisaris Utama di sebuah perusahaan. "Entah tugas apa lagi yang Allah titipkan di kemudian hari. Lahawla Walaquwwata Illabillah," ujarnya.
Pemilik akun Instagram marcelradhival1 sengaja bercerita hal tersebut ke publik agar menjadi inspirasi atau pelajaran bahwa semua orang berhak sukses kendati terlahir dari keluarga kurang mampu.
"Semoga bisa jadi inspirasi untuk kamu yang terlahir di keluarga yang minus secara ekonomi. Simpan gengsimu, kerjakan aja apa pun yang dibisa selama itu halal. Yang orang ingat adalah hasil akhir bukan prosesnya," katanya.
"Tapi yang perlu kamu nikmati adalah prosesnya bukan hasil akhirnya. Ketika itu kamu lakukan, maka akan tumbuh kata 'ber' di gengsi yang kamu simpan dulu sehingga tanpa disadari hidupmu jadi bergengsi," imbuh Marcel Radhival.