
Pedangdut Iis Dahlia menjawab tudingan putranya, Devano Danendra telah pindah keyakinan.
JawaPos.com - Pedangdut Iis Dahlia meluapkan kesedihannya gegara keluarganya berulang kali dihujat netizen. Banyak persoalan yang menurutnya tak harus jadi sorotan malah jadi bahan julidan warganet. Padahal, keluarga aman dan tentram.
Teranyar, soal video sungkeman Lebaran yang memperlihatkan momen suaminya, Satrio Dewantoro mencium sang putri sambungnya, Salshadilla. Belum lagi, tentang tuduhan putra Iis Dahlia, Devano Danendra, pindah agama dan berbagai masalah lain terdahulu.
Iis menjelaskan apa yang netizen lihat jauh dari fakta bagaimana keluarganya sangat baik-baik saja. Namun, kondisi tentram itu jadi terimbas karena ulah netizen.
“Bapaknya (suaminya) sih santai, kakak (Salshadilla) sih santai aja (digosipin), aku yang sakit (hati). Laki gua sudah tulus, kakak tulus keluarganya tulus. Netizen hal kecil jadi kayak besar, ngejelekin. Apa salah kami sama kalian,” ujar Iis Dahlia seperti dilansir Pojoksatu.id (Jawa Pos Group).
Iis Dahlia menegaskan keluarganya tak pernah menyakiti orang, dan jauh dari kata ribut. “Keluarga kita keluarga baik-baik saja, kita enggak pernah nyakiti orang. Enggak ada ribut-ribut sama saudara,” sambungnya.
“Jadi kita berpikir aku orang yang mengerti kondisi orang-orang. Tapi orang-orang enggak mau mengerti kondisi aku. Sedikit aja jadi kayak berita, kayak gempar. Lu bayangin kalau itu terjadi sama kalian, kalian punya orang tua, anak-anak,” jelasnya.
Iis berusaha menjadi figur yang kuat saat berita tak mengenakkan menghantam keluarganya, namun diakuinya hatinya tak baik-baik saja.
“Aku berusaha kuat, aku berhadapan sama keluarga, saudara, anak-anak. Pengin di hadapan anak-anak jadi ibu yang kuat. Tapi, jauh di lubuk hati gua sakit. Kok enggak berhenti-henti mereka nge-judge,” tutur Iis.
“Kita enggak kenal sama mereka (netizen), mereka juga enggak tahu situasi keluarga kami, jahat banget loh. Netizen jangan ngelihat dari luar, enggak tahu. Jangan melihat dari persfektif agama, ini enggak boleh itu enggak boleh,” pungkas Iis Dahlia.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
