Gus Miftah bersama tokoh lintas agama dalam acara buka bersama di Jogjakarta. (Istimewa)
JawaPos.com - Bulan Ramadan tahun ini diyakini sangat istimewa dan semakin mengokohkan toleransi antar umat beragama. Pasalnya, di bulan penuh rahmat, berkah, dan ampunan ini, terdapat hari suci dari tiga agama berbeda menyatu.
Misalnya pada Hari Raya Nyepi bagi umat Hindu berbarengan dengan hari pertama Tarawih. Selain itu, pada 9 April 2023, Hari Raya Paskah bagi umat Kristen. Bertemunya tiga hari suci bagi umat beragama ini menyiratkan pesan bahwa Tuhan ingin umat beragama menunjunjung tinggi nilai ketuhanan,nilai kemanusiaan, dan persaudaraan yang diajarkan di semua agama.
Gus Miftah menyampaikan pesan penting ini harus ditangkap oleh semua umat lintas agama untuk semakin memperkokoh kebhinnekaan yang merupakan anugerah yang diberikan Tuhan kepada bangsa Indonesia yang besar. Gus Miftah menyatakan, perbedaan agama justru menjadi modal besar untuk berlomba-lomba dalam kebaikan.
"Perbedaan agama yang ada di Indonesia bukan ajang permusuhan, tapi partner dalam kebaikan," kata Gus Miftah dalam acara buka bersama tokoh lintas agama yang digekar di Jogjakarta, dalam keterangan tertulis diterima JawaPos.com, Kamis (6/4).
Pemilik nama lengkap Miftah Maulana Habiburrahman itu meminta umat beragama dari 6 agama yang ada di Indonesia untuk menjalankan ajaran agamanya masing-masing dengan sebaik mungkin. Dengan demikian, nilai keagamaan itu akan memancarkan aura positif untuk kemudian bersama-sama merawat dan membangun Indonesia.
"Saya mendorong orang untuk datang ke tempat ibadah masing-masing, karena tempat ibadah adalah sarana bagi setiap umat beragama untuk menjadi orang saleh, orang baik," terang Gus Miftah.
"Yang bisa dilakukan, bukan masuk ke kamar orang lain, tapi bagaimana menciptakan ruang tamu bersama. Semua pemuka agama bisa duduk bersama," imbuhnya.
Dalam acara buka puasa bersama yang digagas Gus Miftah ini turut dihadiri para tokoh lintas agama baik dari Islam, Kristen Protestan, Kristen Katolik, Hindu, Budha, dan Konghucu. Mereka adalah KH. Ja'far Sodiq (PCNU Bantul), Pendeta Agus Haryanto (Kristen), Romo Maradiyo (Katolik), Bhikkhu Badra Palo (Budha), I Nyoman Warta (Hindu), Bapak Eka (Konghucu) dan Eko Sudarso Sumarah (aliran kepercayaan).
Selain dihadiri tokoh lintas agama, turut hadir pula dalam acara buka puasa bersama yang digelar Gus Miftah di The Ratan, JI. Prof Dr Wirjono Projodikoro/Ringroad Selatan, Sewon, Bantul, Rabu (5/4), Wakapolda DIY Brigjen R. Slamet Santoso, S.H., S.I.K, mewakili Kapolda DIY.
Selain acara buka puasa bersama, juga diadakan santunan anak yatim piatu. Menariknya bukan hanya yatim dari kalangan muslim yang mendalat santunan, tapi juga dari panti asuhan kristiani.