Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 4 Januari 2024 | 20.04 WIB

Asmara Abigail Selalu Mengalami Booster Syndrome Pada Proses Produksi Film

Asmara Abigail. (Instagram: asmaraabigail) - Image

Asmara Abigail. (Instagram: asmaraabigail)

JawaPos.com - Asmara Abigail sudah mengenal dunia perfilman sejak kecil berkat diperkenalkan oleh kakek dan orang tuanya yang memang suka sekali menonton film di bioskop. Setiap kali akan menonton, perempuan yang kini berusia 31 tahun itu selalu diajak.

Momen menonton sejumlah film pada waktu kecil ternyata sangat membekas pada diri Asmara Abigail membuatnya jadi tertarik untuk menjadi seorang aktris yang kini berhasil tercapai.

Dalam bayangan pemain film Pengabdi Setan pada waktu kecil, menjadi seorang aktris akan sangat menyenangkan. Setelah dunia seni peran benar-benar dijalaninya, bayangan dalam benak Asmara Abigail dulu memang tidak jauh meleset.

Baca Juga: Prosesi Pemakaman Jenazah Rizal Ramli Tak Dilakukan Secara Kenegaraan

Menjadi seorang aktris mrmang sangat menyenangkan karena Asmara Abigail merasa memiliki hidup yang hanya satu kali di dunia ini, dapat merasakan banyak pengalaman hidup dari karakter-karakter yang dia perankan.

"Enak banget kita mengalami berbagai pengalaman hidup dalam kehidupan yang kita miliki hanya satu kali ini. Kita bisa punya pengalaman hidup lewat karakter-karakter yang kita perankan, itu yang buat aku penasaran,” kata Asmara Abigail saat ditemui di bilangan Cilandak, Jakarta Selatan, Rabu (3/1).

Menekuni dunia perfilman sejak 2012 silam sampai sekarang, Asmara Abigail terlibat dalam banyak film. Diantaranya pernah terlibat dalam film Pengabdi Setan, Perempuan Tanah Jahanam, Sultan Agung: Tahta, Perjuangan, Cinta, Mangkujiwo, dan sejumlah film lainnya.

Asmara Abigail mengungkapkan, ada tahapan dalam proses produksi film yang kerap membuatnya kurang memiliki rasa kepercayaan diri atau mengalami booster syndrome. Momen itu biasanya dialaminya sejak proses tahapan reading.

“Kalau sudah di depan kamera kita sudah fokus saja untuk kerja. Lebih nggak pedenya justru saat persiapan, saat kita tahu latihannya akan susah, akan mengalami banyak tantangan,” tuturnya.

“Mengalami booster syndrome itu saat persiapan, gua bisa nggak ya melakukan tantangan ini? Bisa nggak ya melakukan ini? Tapi Kalau sudah di depan kamera, sudah fokus saja,” tuturnya.

 
Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore