
Peron Stasiun Tuntang, yang dijadikan lokasi syuting serial Gadis Kretek.
JawaPos.com – Serial hits Netflix terbaru yakni Gadis Kretek, menggunakan sejumlah tempat bersejarah di wilayah Jawa Tengah sebagai latar syutingnya, seperti Museum Kretek di Kudus dan Stasiun Tuntang yang berada di perbatasan Semarang dan Salatiga.
Stasiun Tuntang yang berdiri dengan arsitektur klasik, mendukung proses syuting serial Gadis Kretek yang memang berlatar masa era 1960-an.
Berikut ini sejarah singkat tentang Stasiun Tuntang, dirangkum JawaPos.com dari berbagai sumber:
Stasiun Tuntang sejatinya hanyalah stasiun kelas III atau stasiun kecil yang berada di Kecamatan Tuntang, perbatasan antara Salatiga dan Kabupaten Semarang. Kendati begitu, Stasiun Tuntang menjadi saksi sejarah Indonesia, utamanya soal pengoperasian kereta api di masa silam.
Stasiun yang termasuk dalam Daerah Operasi IV Semarang ini, dulunya dibangun oleh Nederlandsch Indische Spoorweg Maatchappij (NIS), sebuah perusahaan kereta api swasta yang berkedudukan di Den Haag, Belanda, pada tahun 1871.
Stasiun Tuntang beserta kereta-keretanya, pertama kali dioperasikan pada 21 Mei 1873 silam. Kemudian, dibangun untuk kedua kalinya pada tahun 1905, dengan penampakan yang bisa dilihat di era sekarang.
Meskipun terbilang kecil, namun stasiun tuntang pernah memberi peran amat besar di era silam, yakni sebagai tempat transit layanan bus milik NIS, serta untuk pengiriman karet, kopi, gula, coklat dari Ambarawa ke lokasi tujuan.
Pada 1921, Stasiun Tuntang diakuisisi oleh perusahaan otobus swasta yakni Eerste Salatigasche Transport Onderneming (ESTO).
Namun, seiring berjalannya waktu dan pesatnya perkembangan moda transportasi, kereta api mulai kehilangan peminatnya. Hal ini kemudian membuat Stasiun Tuntang dinonaktifkan dan dialihfungsikan sebagai museum.
Sebelum benar-benar nonaktif, diketahui Stasiun Tuntang sempat beroperasi sebagai kereta wisara Ambarawa – Tuntang, namun hanya berjalan sebentar lantaran kondisi rel yang mulai rusak.
Setelah melalui berbagai renovasi, Stasiun Tuntang akhirnya dibuka kembali pada 2002, namun sebatas digunakan untuk kereta wisata yang memiliki dua jalur dan dilengkapi dengan sub depo lokomotif.
Stasiun Tuntang yang menjadi bagian dari wisata Museum Ambarawa ini, rencananya akan dijadikan museum lokomotif diesel. Hal itu mengingat bahwa kebanyakan lokomotif diesel elektrik yang diproduksi pada 1970-an silam, kini sudah tak beroperasi lagi dan mulai dipreservasi.

14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Korban Dicekoki Miras Hingga Tak Sadar, Pelaku Pemerkosaan Cipondoh Masih Dicari
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
