Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 7 Oktober 2023 | 01.23 WIB

Gandeng Lima Kurator Muda di Festival Musikal Indonesia 2023 Bertema Urban Legend  

dari kiri: Kurator FMI 2023 Nala Amrytha, Produser FMI dan Direktur Utama EKI Dance Company Aiko Senosoenoto, Kasubdit Seni Pertununjukan Direktorat Kesenian Dirjen Kebubdayaan Edi Irawan dan Head of Marketing Communication Ciputra Artpreneur Ben Mukti s

JawaPos.com – ’’Lebaran’’ para penggiat musikal Nusantara, khususnya di Jakarta, bakal datang di akhir bulan ini. Festival Musikal Indonesia atau FMI 2023 dikonfirmasi berlangsung pada 28–29 Oktober mendatang. Hal itu menjadi salah satu bagian pengumuman di konferensi pers di Ciputra Artpreneur kemarin (5/10).

Berbeda dengan pelaksanaan perdananya pada 2022, kali ini FMI 2023 mendapat dukungan Kemendikbudristek. Kasubdit Seni Pertunjukan Direktorat Kesenian Dirjen Kebudayaan Edi Irawan menyatakan, kerja sama pihak pemerintah berawal dari pengamatan pelaksanaan acara tahun lalu. Dia senang lantaran animo pengunjung tinggi. Khususnya dari kalangan muda.

’’Kami di direktorat concern dengan penguatan ekosistem seni pertunjukan, dari elemen produksi maupun apresiasi. Sudah amanat dari Dirjen Kemendikbudristek untuk support festival ini,’’ ungkap Edi.

Dia menyatakan, seni pertunjukan tanah air masuk salah satu rencana strategis Kemendikbudristek dalam menjalankan soft diplomacy lewat pertukaran seni dan budaya.

Di tahun ini pula, Ciputra Artpreneur terlibat menjadi produser acara, setelah tahun lalu menjadi venue partner. Head of Marketing Communication Ben Mukti W. menilai, FMI punya kesamaan visi dengan Ciputra Artpreneur.

’’Kami mendukung penuh, makanya ikut dalam produksi juga. Harapan kami banyak. Termasuk menjaga festival ini bisa sustainable dan berlangsung hingga waktu yang lama,’’ tegas Ben.

Produser FMI serta Direktur Utama EKI Dance Company Aiko Seno Soenoto pun merespons antusiasme generasi muda dengan menggandeng lima kurator muda. Yakni, Bhatara Saverigadi Dewandoro, Chriskevin Adefrid, Josh Marcy, Nala Amrytha, dan Nuya Susantono.

Aiko menjelaskan, lima nama itu dinilai aktif dan konsisten dalam berkarya dalam komunitasnya. ’’Dan saya rasa, ini gebrakan yang cukup berani di dunia seni. Sebab, kurator biasanya seniman yang sudah tua,’’ ujarnya.

Aiko menyatakan, ’’risiko’’ itu layak dan patut untuk diambil di FMI 2023. Terlebih, setelah timnya memutuskan, acara di tahun ini memang fokus pada generasi muda. Dia pun mencermati, makin banyak anak muda yang aktif di pertunjukan musikal.

Selain seni pertunjukan tradisi, panggung musikal memuat banyak karya yang lebih modern dengan tema inovatif. ’’Kalau (seniman) tua-tua yang kurasi, enggak akan ngerti. Kami sudah enggak keep up dengan apa yang terjadi di musikal,’’ tegasnya.

Di pelaksanaan keduanya, FMI bakal mengusung tema Urban Legend. Nala, salah seorang tim kurator, menyatakan, kisah legenda adalah salah satu ciri khas Indonesia. ’’Pengalaman saat sekolah, atau waktu ke mana, obrolan pertamanya pasti tentang urban legend. ’Lo tau nggak, dulu di sini tuh tempat ini, ini, ini’,’’ paparnya.

Di FMI 2023, tim kurator mengonfirmasi, ada 13 komunitas yang akan tampil di gala –alias pertunjukan format panjang– serta showcase yang durasinya 10–20 menit saja. Di antara komunitas itu, ada Surabaya Opera Academy dan Surabaya Musical Theater Camp  yang hadir atas inisiatif sendiri. Proses kurasi berlangsung mulai Juni lalu dengan melihat kelompok-kelompok yang aktif.

Untuk pelaksanaan tersebut, FMI 2023 tetap menggunakan sistem ticketing. Namun, tidak seluruhnya gratis seperti tahun lalu. Untuk akses penampilan gala, penonton wajib membeli tiket senilai Rp 150 ribu–Rp 250 ribu. Bhatara menjelaskan, keputusan itu berdasar pengalaman pelaksanaan tahun lalu. Tiket gratis dijual via war daring, tetapi di hari H, banyak yang tidak datang.

’’Kami ingin penonton punya komitmen untuk hadir dan nonton. Sekaligus mengedukasi, produksi musikal bagaimanapun butuh biaya dan apresiasi,’’ tegasnya. Di tahun ini, mereka menyiapkan total 1.500 tiket dari kapasitas venue sekitar 1.800 orang. 

Editor: Candra Kurnia Harinanto
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore