
Elon Musk (Reuters)
JawaPos.com–Fermi Paradoks diambil dari nama seorang fisikawan yang mendapat Hadiah Nobel dalam bidang fisika 1938, Enrico Fermi. Berisi pertanyaan di mana letak keberadaan alien dalam alam semesta yang sangat luas.
”Di mana semua orang?” atau “Ini merupakan alam semesta yang sangat besar, jadi mengapa kita tidak bisa melihat kehidupan manapun selain di bumi?”. Pertanyaan itu dilontarkan Fermi pada 1950 kepada rekan-rekan fisikawan lain saat makan siang membahas isu penampakan UFO.
Melansir dari Cosmos Magazine, Fermi Paradoks secara garis besar berlandas pada argumen Galaksi Bima Sakti berisi ratusan miliar bintang dan miliaran di antaranya mirip dengan matahari. Selain itu, kemungkinan besar beberapa bintang itu akan memiliki planet yang mirip dengan bumi. Jika berasumsi melalui prinsip Copernicus bahwa bumi tidak terlalu istimewa, kehidupan berakal seharusnya juga ada di sebagian kecil dari planet mirip bumi.
Argumen lain, beberapa dari bentuk kehidupan cerdas ini mungkin mengembangkan teknologi canggih dan bahkan perjalanan antar bintang. Perjalanan antar bintang akan memakan waktu lama, tetapi karena ada banyak bintang mirip matahari yang miliaran tahun lebih tua, ada banyak waktu terjadinya perjalanan semacam itu. Mengingat semua ini, mengapa belum pernah bertemu atau melihat jejak alien? Di mana semua orang?
Argumen yang pada akhirnya sampai pada pertanyaan, di mana semua orang? menjadi paradoks yang sulit terpecahkan.
Ada beberapa jawaban yang muncul pada saat itu. Di antaranya bahwa manusia sendirian karena bumi itu unik. Jawaban lain mengatakan perjalanan antar bintang skala besar mustahil dilakukan.
Ada juga yang menganggap kehidupan cerdas (di luar bumi) pasti akan menghancurkan dirinya sendiri dengan senjata nuklir atau kecerdasan buatan yang tidak terkendali.
Elon Musk melalui akun Twitter pribadinya @elonmusk, memberi argumen jawaban tersendiri untuk Fermi Paradoks.
”The scariest answer to the Fermi Paradox is that there are no aliens at all. They we are the only tiny candle of consciousness in an abyss of darkness (Jawaban paling menakutkan untuk Fermi Paradoks adalah tidak ada alien sama sekali. Mereka adalah kita merupakan satu-satunya lilin kecil kesadaran dalam jurang kegelapan),” tulis Elon Musk, Minggu (23/7).
Pemilik perusahaan transportasi luar angkasa SpaceX itu, pada suatu kesempatan menjelaskan bahwa dirinya adalah alien. Namun sayangnya tidak ada yang percaya.
Sebagaimana yang dia tulis di Twitter 9 April sebagai balasan cuitan centang biru @BillyM2k yang sedang membahas tentang alien.
”I keep telling people I’m an alien, but no one believes me (Saya terus memberi tahu orang-orang bahwa saya adalah alien, tetapi tidak ada yang mempercayai saya),” jelas Elon Musk diikuti emoticon menangis.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
