JawaPos.com - Sutradara Robby Ertanto dipercaya oleh rumah produksi Falcon Pictures untuk menggarap film horor berjudul Guna-Guna Istri Muda, sebuah remake dari film berjudul sama yang tayang di tahun 1977 silam
Sang sutradara menjanjikan, film yang akan memulai proses syuting dalam waktu dekat ini, akan dibuat naik kelas atau jauh lebih baik dari versi aslinya. Dia menyatakan, meski filmnya tentang pelakor, filmnya akan dibuat berkelas dengan perpaduan berbagai komposisi yang pas.
"Walaupun dibuat tahun 1977, tapi isunya sampai kapan pun kayaknya masih akan tetap kekinian. Kita akan bikin kekinian, bagaimana relasi itu akan kuat di drama pelakor. Yang menarik dari sini adalah, semuanya di up level," kata Robby Ertanto dalam jumpa pers di bilangan Duren Tiga Jakarta Selatan, belum lama ini.
Film Guna-Guna Istri Muda melibatkan sejumlah aktor dan aktris yang sudah punya nama di dunia hiburan tanah air. Mereka adalah Lulu Tobing, Anjasmara, Happy Salma, Donny Damara, Carissa Perusset, dan Abidzar.
Selain itu, dalam film yang naskah skenarionya ditulis oleh Alim Sudio dan Titien Wattimena ini, juga melibatkan TJ Ruth, Elang El Gibran, Fergie Brittany, dan Ara Ajisiwi.
Lulu Tobing, pemeran tokoh Vivian dalam film Guna-Guna Istri Muda mengungkapkan dirinya sebenarnya sempat menolak untuk ikut terlibat. Dia sempat menolak karena genre filmnya termasuk yang selama ini dihindarinya.
"Saya tidak menonton film horor karena tidak menyukainya. Tapi saya diajak ngobrol. Saya dikasih tahu film ini dikemas elegan, film horor beda dari sebelumnya," kata Lulu Tobing.
Dari hasil pembicaraan itu dengan tim dari Falcon Pictures, akhirnya dia jadi berubah pikiran. Dia justru menaruh ketertarikan lantaran merasa akan mendapatkan pengalaman sekaligus ilmu baru dalam project ini.
"Kalau dengan iming-iming dapat produksi yang sebagus itu kenapa tidak. Makanya saya kemudian mau menerima dan bersyukur ini keputusan yang baik," tuturnya.
Anjasmara mengatakan, gambaran karakternya di film Guna-Guna Istri Muda menggambarkan tentang kaum lelaki pada umumnya. "Laki-laki itu setelah punya harta, tahta, ujung-ujungnya ada wanita dan biasanya gara-gara wanita bisa mengingatkan kita semua bahwa kita bisa menjadi manusia yang lebih baik lagi," paparnya.
Sementara itu, Frederica selaku produser mengungkapkan, alasan me-remake film ini karena memiliki cerita yang kuat. Dia pun menyebut, proses pengerjaan film ini dari pengembangan naskah sudah dimulai sejak sekitar 2 tahun lalu.
"Karena kita coba awalnya restorasi film aslinya dari yang guna-guna dengan yang sekuelnya akibat guna-guna. Itu kita melihat potensi ceritanya menarik. Kita ingin remake ke versi yang sekarang dengan yang modern dengan pemain-pemain yang lebih kekinian. Ceritanya punya kombinasi yang menarik mulai dari horor, pelakor. Secara cerita sangat kuat dan bisa menjadi film yang luar biasa di bioskop nanti," ungkapnya.