
Ilustrasi kilang migas lepas pantai. (Istimewa)
JawaPos.com - Produksi gas perdana dari Proyek Pengembangan Lapangan Maha (Maha Field Development Project) di Wilayah Kerja (WK) West Ganal, lepas pantai Kalimantan Timur (Kaltim) berhasil tercapai pada Jumat (30/10).
Proyek Pengembangan Lapangan Maha digarap oleh Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Searah. Produksi gas dari Lapangan Maha ini diharapkan dapat meningkat secara bertahap (ramp-up) hingga mencapai 230 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD). Jika target itu tercapai maka semakin memperkuat pasokan gas nasional serta mendukung upaya Pemerintah dalam mewujudkan ketahanan dan swasembada energi.
CEO Searah Muara Bakau Mirko Araldi mengatakan, first gas dari Lapangan Maha merupakan tonggak penting, baik bagi perusahaan maupun bagi industri energi Indonesia. Capaian itu mencerminkan dedikasi, keahlian teknis, dan komitmen seluruh tim, serta kolaborasi yang kuat dengan Pemerintah Indonesia dan para mitra proyek.
“Keberhasilan menuntaskan proyek pengembangan lepas pantai laut dalam yang kompleks secara aman dan tepat waktu membuktikan apa yang dapat dicapai melalui tujuan bersama dan eksekusi yang unggul. Capaian ini memperkuat komitmen kami untuk mengembangkan sumber daya gas Indonesia secara bertanggung jawab, efisien, dan berkelanjutan,” ujar Mirko Araldi kepada media pada Selasa (3/11).
Mirko mengatakan, produksi baru ini semakin memperkuat portofolio pengembangan hulu migas Searah di Indonesia, melengkapi proyek South Hub dan North Hub yang merupakan bagian dari pengembangan sumber daya gas di Cekungan Kutai, Kaltim.
Proyek-proyek itu diharapkan dapat mendukung peningkatan produksi dan keberlanjutan pasokan gas nasional, memenuhi kebutuhan energi domestik, serta berkontribusi pada pertumbuhan industri hulu migas Indonesia.
Untuk diketahui, lapangan Maha terletak di lepas pantai sekitar 100 kilometer dari Balikpapan dan 12 kilometer di sebelah tenggara Floating Production Unit (FPU) Jangkrik.
Keberhasilan pencapaian first gas ini menjadi tonggak penting (milestone) dalam pengembangan sumber daya gas laut dalam (deepwater) Indonesia, sekaligus semakin memperkuat kontribusi Searah dalam memenuhi kebutuhan energi nasional.
First gas dicapai pada 30 Oktober 2026, menyusul rampungnya instalasi fasilitas bawah laut (subsea facilities) pada awal tahun ini. Proyek Pengembangan Lapangan Maha terdiri atas dua sumur produksi bawah laut (subsea production wells) yang terhubung ke fasilitas produksi Jangkrik melalui pipa fleksibel (flexible pipelines) dan umbilical sepanjang sekitar 12 kilometer.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Profil Yudi Cahyadi, Atlet MMA yang Tantang Duel Herri Pras Usai Singgung UAS dan UAH
7 Kebiasaan Masa Kecil yang Berpengaruh Pada Kesuksesan Anak di Masa Depan
Profil Herri Pras yang Kritik UAS dan UAH, Pendiri PSGI yang Ditantang Duel Atlet MMA
Prediksi Skor Rennes vs Olympiakos: Tuan Rumah Andalkan Kekuatan Bermain di Roazhon Park
Prediksi Skor PSV Eindhoven vs Club Brugge di Liga Champions: Blauw-Zwart Bidik Kemenangan Tandang
Upaya Restorasi 325 Hektare Hutan di TNGHS untuk Jaga Habitat Macan Tutul Jawa
Mahasiswa Trisakti Geruduk Kantor Setneg Siang Ini, Tagih Janji Pemerintah soal Tritura
Bonek Murka! Persebaya Dibantai Kendal Tornado, Uston Nawawi Gantikan Tavares?
Marco Bezzecchi Tuai Kritik Usai Kesalahan di Sepang Memperburuk Peluang Juara Dunia
8 Hal yang Dianggap Membosankan oleh Ekstrovert, tetapi Justru Menjadi Kebahagiaan bagi Introvert

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022